
Bab 29
“Raf, …!“ Linda tidak sempat mencegah Rafael.
“Lancang kau!“ bentak Marco berusaha menyerang Rafael lagi.
“Pernikahan sandiwara? Apa maksudmu?! Linda jelaskan padaku, apa yang dikatakan Rafael tadi! Apa benar, kata-katanya?“
“Sebenarnya, ini bukan kesalahan Marco sepenuhnya. Bisakah kita semua duduk?“
Widyaya menghela napas dan menguatkan hatinya lalu ikut duduk.
Marco dan Rafael juga duduk mengikuti Widyaya.
Setelah mereka semua duduk barulah Linda bisa duduk.
“Sebenarnya, … saat itu ada pria gila yang nekat mendekati saya dan untuk mengusirnya saya membuat seolah-olah Marco adalah suami saya. Saya tidak tahu tempat itu milik teman Marco dan dari sanalah semua berita ini semakin berkembang.“
“Tak bisa kubayangkan! Jadi semua ini hanya kebohongan belaka? Dengan semua peliputan yang kemarin diberitakan? Dan kenapa kalian tidak menyanggahnya!? Kalian menganggap semua ini permainan yang menyenangkan, begitu?!“
“Pa, …“
“Dan kau …! Kau tahu betapa Papa …!“
“Maafkan saya, Pak Widyaya. Sungguh saya tidak tahu, bagaimana harus meluruskan hal ini. Kami juga sama-sama terperangkap dalam kondisi ini.“
Widyaya memejamkan matanya sambil mengurut kepalanya yang sakit.
Linda tidak berani mengatakan apapun lagi. Ia tahu, ia sudah mengecewakan Bapak Widyaya dan ia juga sangat kecewa pada dirinya sendiri karena hal itu, apalagi begitu teringat kejadian semalam!
“Menyanggah hal itu untuk saat ini sama saja mencoreng nama baikku. Lebih baik kita buat menjadi sungguhan saja,“ kata Widyaya pada akhirnya.
Rafael mengumpat kasar lalu tertawa keras-keras.
“Apa kau gila!“
“Raf!“
Linda benar-benar tidak percaya Rafael mengumpat Bapak Widyaya.
“Hati-hati dengan umpatanmu, anak muda!“
__ADS_1
“Kurasa aku perlu mengajarinya, Pa!“
“Sudah, cukup Marco! Hentikan. Kenapa kau merasa, ideku ini gila?“ tanya Widyaya kepada Rafael.
“Linda, kau atau aku, yang akan mengatakannya!?“
Linda menghela napas sambil melirik Marco yang memberi kode untuk mengurungkan niat Linda.
“Saya sudah menikah.“
Marco menutup wajahnya dengan kesal.
“Tapi tadi kalian mengatakan …, oh!“
Widyaya menutup matanya lalu berusaha mengatur napasnya.
“Kau yang sudah menikah.“
“Saya minta maaf Pak Widyaya, bukan maksud saya membohongi anda tentang status saya tapi …“
“Tapi kau memang sudah melakukannya!“
Linda tidak bisa berkata apapun lagi.
Widyaya benar-benar marah dan memukul Marco dengan tongkatnya karena kesal.
Linda langsung mencegah Bapak Widyaya untuk memukul Marco lagi, sampai ia, terkena sabetan tongkat Bapak Widyaya.
“Linda!“ teriak Marco dan Rafael bersamaan.
“Kumohon jangan sakiti Marco, dia juga berbuat hal ini, untuk saya. Kalau mau disalahkan sebaiknya salahkan saya dan kalau ada orang yang harus dihukum, hukumlah saya.“
“Linda!“ pekik Rafael, tidak percaya Linda membela Marco.
Widyaya menjatuhkan tongkatnya.
“Kalian …, benar-benar …!“
Ia tidak sanggup untuk meneruskan perkataannya, lalu keluar dari kantor Linda.
“Sudah sana pergi! Aku akan membawa Linda, kerumah sakit.“
__ADS_1
Seharusnya Linda menuruti kata-kata Rafael tapi, ia masih harus memikirkan keadaan yang sekarang ini sedang terjadi. Apa kata orang, kalau melihat Rafael menggendongnya seperti ini?!
“Raf, turunkan aku. Aku bisa pergi sendiri nanti.“
“Lin?!“
“Raf please, aku tidak mau menambah masalah, dengan masalah baru.“
“Jadi kau meminta aku untuk membiarkanmu kesakitan seperti ini, tanpa berbuat apa-apa?!“
“Yah.“
“Lin!“
Rafael benar-benar tidak habis pikir dengan pemikiran Linda.
“Kau tidak tuli iya ‘kan!? Sekarang pergilah!“ usir Marco dengan kasar.
“Kau!“
“Sudah, cukup Marco! Raf, kurasa kau harus pergi sekarang. Kau juga perlu mengobati lukamu.“
“Dan kau, membiarkan aku sendiri?!“
Rafael benar-benar kecewa mendengar perkataan Linda.
“Untuk saat ini, kurasa itulah yang terbaik, lagipula aku harus bicara pada Marco mengenai hal lain.“
Rafael benar-benar tidak habis pikir, Linda menginginkannya pergi saat ini! Lalu setelah menghela napas berat akhirnya dia memberikan kartu namanya kepada Linda.
“Telepon aku nanti yah?“
“Terima kasih.“
Linda membalas pelukan Rafael.
Marco mengerang kesakitan.
“Aku akan meneleponmu.“
Linda mendekati Marco dan memeriksa keadaannya.
__ADS_1
Rafael langsung meninggalkan kantor Linda karena ia tidak tahan melihat Linda, lebih memperhatikan pria lain yang bukan apa-apanya itu!