
Bab 21
“Aku …, cantik sekali!“ kata Tamara saat melihat bayangan dirinya pada kaca cermin.
Tepuk tangan membahana mengiringi sinar kepuasan yang terpancar dari wajah Linda selaku penata rias dan pengakuan dari modelnya sendiri sudah cukup baginya untuk dapat bernapas lega dan berbangga hati.
Linda mengucapkan terima kasih sambil menyerahkan voucher yang dijanjikan kepada Tamara karena sudah bersedia memberi kepercayaan kepadanya.
“Aku pasti memesan paket pernikahanku disini!“ kata Tamara sambil memeluk Linda dengan rasa gembira.
Tepuk tangan dan tawa kekaguman kembali membahana diseluruh ruangan.
Saat pandangannya bertemu dengan Marco, Linda merasa lebih bahagia dan mengucapkan terima kasih dari jauh kepada Marco.
Marco membalasnya dengan mengirimkan ciuman jauh!
__ADS_1
Linda melotot sambil cepat-cepat mengalihkan pandangannya dari Marco dan tersenyum lalu mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua undangan di showroomnya.
Saat turun kebawah Marco langsung menyambut tangannya dan mengiringi Linda menerima banyak ucapan selamat dari para undangan.
Ia juga menjawab langsung setiap pertanyaan yang ditanyakan para undangan mengenai urusan pernikahan.
Intinya para undangan sudah bisa mengurus semua urusan pernikahannya ditempatnya, tanpa harus repot ke banyak tempat karena semua urusan pernikahan akan disediakan langsung dari showroomnya tanpa dikenakan biaya tambahan selama masa promo berlangsung.
Disamping bridal showroomnya dibangun stand-stand pameran dan juga 18 toko tetap disepanjang jalan menuju penginapan.
Linda juga sudah menyiapkan butik, stand kue pengantin, stand dekorasi, stand undangan, stand catering, stand foto studio.
Benar-benar sebuah kejutan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya dan semuanya berjalan sangat meriah.
Widyaya tidak tahu bagaimana caranya Linda menyiapkan semuanya itu dalam waktu satu bulan!
__ADS_1
“Ini …?!“
Widyaya tidak dapat berkata apa-apa untuk menyatakan kekagumannya.
“Kejutan! Melihat banyak tata ruangan yang kosong menuju penginapan saya memutuskan untuk membuka mini market dan juga butik pakaian jadi. Pada akhirnya saya juga berpikir untuk menyewakan stand kepada pemilik jasa yang berhubungan dengan paket pernikahan. Selain bisa memudahkan calon pengantin, yang pasti uang sewa yang dibayarkan cukup memuaskan untuk menambah pemasukan kita. Sebelumnya saya berpikir untuk mendesain jalan ini seperti ball room hotel tapi setelah berpikir lagi hal itu hanya menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan bagi kita. Maka saya berpikir ulang dan membuat semuanya ini. Saya minta maaf karena belum mengatakan hal ini kepada Bapak, maksud saya cuma satu yaitu membuat kejutan dan saya harap kejutan ini, merupakan kejutan yang menyenangkan.“
Widyaya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya tertawa dan memeluk Linda sebagai tanda kekagumannya.
Linda senang, pada akhirnya hasil jerih payahnya selama satu bulan ini terbayarkan setelah melihat hasil akhir pembangunan showroomnya. Meskipun selama sebulan ini, dia terus-menerus harus bekerja extra keras untuk menawarkan semua stand-stand yang tersedia diakhir-akhir minggu.
Sebenarnya itu adalah tantangan tersendiri baginya karena hanya dalam waktu satu minggu, ia harus berhasil menjual semua stand yang tersedia dan dia berhasil menaklukan tantangan itu!
Semua stand yang ditawarkannya penuh terisi oleh penyewa yang tertarik dengan proposal penawaran yang dia buat meskipun untuk awal ia tidak mematok harga sewa yang mahal jika pemilik stand langsung menyewa stand minimal dalam waktu 30 hari kedepan.
Dan semua arus keuangan diurus oleh divisi gedung.
__ADS_1