
Di rumah sakit…
"nak…siapa namamu?"tanya rina kepada ansel dan gavin.
"nama saya ansel tante dan ini gavin"ucap ansel tersenyum ramah ke rina.
rina menganggukkan kepalanya mendengar nama ansel,dia tahu kalau ansel orang yang terhormat dilihat dari penampilannya.
"tante berterimakasih karena sudah menjaga joy"ucapnya berterimakasih.
rina baru mengingat sesuatu dan bertanya kepada joy.
"joy…mama baru ingat bagaimana keadaan papa"ucapnya sendu mengingat kejadian yang mereka berdua alami.
joy diam membeku dia bingung harus bilang apa ke rina.
"apa yang harus ku katakan kepada mama"batin joy bingung.
"joy…mama bertanya kenapa tidak dijawab"ucap rina heran.
joy sadar dari lamunannya…dia menatap rina sendu,rina merasa aneh dengan tatapan joy
"joy jawab mama bagaimana keadaan papa"ucap rina khawatir.
tiba-tiba joy menangis di depan rina dia tidak bisa menahan tangisannya,clara yang tahu bagaimana perasaan joy dia mendekat ke arah joy dan memegang pundak joy agar tabah.
"joy kau harus kuat"bisik clara merasa sedih.
"joy kenapa kamu menangis?dimana papamu!"tiba-tiba rina meneteskan air matanya.
"ma…ma…joy minta maaf,joy tidak bisa menjaga papa"tangisan joy pecah memberitahukan kenyataan pada ibunya,clara memeluk tubuh joy agar kuat,sedangkan ansel dan gavin diam tanpa ekspresi.
"itu…tidak…tidak…joy jawab mama dimana papa!!"ucap rina frustasi.
joy yang melihat mamanya frustasi mendekat ke arahnya dan menggenggam tangan rina agar kuat menerima kenyataan.
"mama…mama…lihat joy,saat papa dioperasi papa tidak bisa di selamatkan karena joy lambar membayar biaya operasinya,papa meninggal karena joy…joy minta maaf ma"ucap joy memeluk tubuh rina dan menangis.
rina menangis mendengar kalau suaminya telah meninggal,dia bingung harus apa? apa dia harus marah ke joy? atau harus menerima kenyataan yang menyakitkan.
rina menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan,rina mengelus kepala joy dan tersenyum ke arahnya.
"ini bukan salah mu,ini sudah takdir kalau papa di panggil tuhan dengan cepat"ucap rina mencoba menerima kenyataan.
"mama joy minta maaf"ucap joy di pelukan rina.
"sudah-sudah jangan menangis,ini sudah takdir"ucapnya kepada joy dijawab anggukan kepala oleh joy.
clara menangis karena terbawa suasana,saat clara menoleh kearah gavin dan ansel yang diam tanpa ekspresi dia menjadi kesal.
"dasar manusia batu"batin clara.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
"putri…apa kita tidak terlalu jahat kepada joy?"ucap temannya.
"iya put…aku merasa kasihan kepada joy,apa kita sudah benar melaporkan joy kepada rektor?"tanyanya kepada putri.
__ADS_1
"kalian semua pada bod*h!!"apa kalian tidak mau balas dendam? karena joy kita putus dari pacar kita"ucap putri emosi kepada temannya.
"dan aku sudah susah payah mendekati bastian,tapi semuanya berantakan karena ulah joy!"geram putri.
"tapi itukan bukan salah joy kerena terlahir cantik"saut temannya.
"apa yang kau bilang?joy cantik?cih…apa kau mau dikeluarkan dari geng ini!!"tanya putri dan dijawab gelengan kepala oleh temannya.
"yang paling cantik adalah aku!!seharusnya semua cowok di kampus tergila-gila denganku bukan joy"ucapnya geram.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
di rumah sakit…joy,ansel,clara dan gavin masih didalam ruangan dimana rina di rawat.
"joy…kapan mama bisa pulang"tanya rina ke joy
"emm…joy tidak tahu,joy tanya dulu ke dokter"ucap joy beranjak dari duduknya tapi di tahan oleh ansel.
"biar aku saja yang bertanya dan mengurus semuanya"ucap ansel kepada joy.
"ta…pi"belum selesai bicara ansel sudah beranjak keluar.
"hmm…sudahlah"ucap joy kembali duduk di samping rina.
"temanmu sangat baik"ucap rina tersenyum ke arah joy.
"i…iya ma"ucap joy tersenyum kikuk.
"hmm…mama tidak sabar pulang ke rumah,di rumah banyak sekali kenangan kita bersama papa"ucap rina sendu.
joy mendengar tuturan dari mamanya hanya diam,dia bingung harus bilang apa ke mamanya bahwa rumah dan semua fasilitasnya sudah disita oleh bank.
joy meneteskan air mata mendengar tuturan mamanya dia cepat-cepat mengusap air matanya agar tidak dilihat mamanya,tapi rina melihat joy menangis.
"joy kenapa kamu menangis?"tanya rina.
"engga kok ma…joy engga nangis cuma kelilipan"ucap joy bohong.
"jangan bohong,mama tahu kamu tidak bisa berbohong"ucap rina.
tangisan joy pecah membuat rina khawatir.
"joy jawab mama kenapa kamu menangis?"tanya rina sekali lagi.
"ma,rumah kita sudah disita oleh petugas bank dan semua fasilitasnya"ucap joy mengusap air matanya.
rina yang mendengar tuturan joy terkejut.
"kenapa bisa?"tanya rina.
"papa meminjam uang di bank dengan jumblah yang banyak,papa tidak bisa membayarnya dan pihak bank menyita rumah kita ma"ucap joy sendu.
rina menutup matanya agar air matanya tidak keluar,dia merasa bersalah kepada joy karena sudah membuatnya susah.
"joy,maafkan mama dan papa karena sudah membuatmu susah saat kami tidak ada"ucap rina menyesal.
"mama engga perlu minta maaf…ini sudah kewajiban joy merawat dan menjaga kalian,karena waktu kecil mama dan papa sudah menjaga joy"ucap joy tersenyum tulus kepada rina.
__ADS_1
rina mengelus kepala joy dengan lembut,rina merasa bersyukur mempunyai anak seperti joy yang bijaksana dan pengertian.
"mama bangga mempunyai anak sepertimu"ucap rina mengusap pipi joy.
clara yang terbawa suasana dia menyenderkan kepalanya di bahu gavin,gavin menoleh ke arah clara tanpa ekspresi dan mendorong perlahan kepala clara dengan jari telunjuknya.
"jaga sikap"ucap gavin datar.
"cih…menyebalkan"gumam clara tapi bisa di dengar oleh gavin.
"aku mendengarnya"ucapnya datar.
"cih…dasar telinga gajah"batin clara kesal.
"aku bisa mendengarnya"ucapnya tanpa menoleh ke arah clara.
clara terkejut dan menoleh ke arah gavin,dia heran kenapa gavin tahu apa yang ia pikirkan.
"apa dia indigo?"batinnya terus memandang wajah gavin.
gavin menoleh kearahnya dengan wajah datar membuat clara takut dan cepat-cepat memalingkan wajahnya.
tiba-tiba ada yang membuka pintu ternyata itu ansel yang datang.
"bagaimana?"tanya joy.
"kata dokter tante harus di rawat di rumah sakit,besok baru boleh pulang"ucap ansel .
joy dan rina menganggukkan kepalanya mengerti.
"kalian pulang saja,aku tetap disini menjaga mama"ucap joy.
"kau pulang saja,mama kasihan denganmu"ucap rina.
"tapi ma…"belum selesai bicara ansel langsung memotongnya.
"kau tenang saja,para pengawal akan menjaga tante"ucap ansel menunjuk dua pengawal yang baru masuk.
"kapan mereka datang?"tanya joy heran.
"tadi aku menghubungi mereka untuk datang kesini"ucap ansel kepada joy.
"terimakasih nak ansel sudah merepotkan mu"ucap rina tidak enak kepada ansel.
"tante tidak perlu sungkan"senyum ansel dan di balas senyuman oleh oleh rina
"baiklah…ma kami pulang dulu"ucap joy berpamitan kepada rina.
"ya hati-hati,kalian juga"ucap rina.
joy,ansel,clara dan gavin pamit pergi,dan gavin menunjuk ke arah dua pengawal yang tadi dia hubungi.
"kalian jaga ruangan ini,kalau ada apa-apa hubungi aku!"tegas ansel.
semoga kalian suka😊
dukung slalu author🍂
__ADS_1
sopanlah berkomentar🙏🙏