
di dalam kamar ansel sedang menatap taman bunga dari luar jendela, pikirannya campur aduk"huh.."ansel menghela nafasnya panjang.
"kak apa yang harus aku lakukan?"ucapnya tidak mengalihkan perhatian kepada bunga-bunga yang ada diluar.
tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar"tok tok tok.."
ansel mendengus kesal,dia berjalan menuju pintu dan membukanya.ternyata pamannya datang menemuinya"paman?kenapa datang kemari?"tanya ansel terkejut sekaligus bingung.
"apa paman tidak boleh menemui keponakannya?"
"bukan begitu paman...aku hanya kaget saja paman datang dengan tiba-tiba"
Baron tersenyum kearah ansel"paman kesini melihat keadaan Joy"ucapnya.
"soal Joy...dia sedang istirahat di kamarnya"ucapnya mempersilahkan Baron masuk kedalam kamarnya.
Baron dan ansel duduk berhadapan disofa"gimana keadaannya?apa dia masih sedih?"tanya Baron.
ansel menatap lekat wajah Baron"paman aku merasa gagal melaksanakan permintaan kakak yang terakhir kalinya"ucapnya.
Baron menaikkan salah satu alisnya dan memicingkan matanya"maksudmu?"
"sebelum kakak meninggalkan...dia memintaku untuk mencari gadis yang ia temui saat masih kecil dan menjaganya"ucapnya sendu.
"dan yang kau maksud gadis itu adalah joyla?"tebak Baron.
ansel hanya menganggukkan kepalanya"aku merasa tidak berguna menjalankan permintaan kakak yang terakhir kalinya, seharusnya aku menjaganya dan membuatnya bahagia tetapi aku malah membuatnya sedih"sendu ansel.
__ADS_1
Baron memegang tangan ansel"kamu tidak gagal,kamu sudah berusaha dengan keras.jadi jangan salahkan dirimu sendiri"
"hmmm.. terimakasih paman"tersenyum ansel.
"paman kira Joy adalah kekasih mu"ucap Baron.
"mana ada...aku hanya menganggapnya sebagai keluarga"ucapnya dengan nada yang berat.
"jadi Joy bukan kekasihnya ansel,melainkan hanya menganggapnya sebagai keluarga"batin Baron tersenyum sinis.
"apa kamu mencintai Joy?"tanya Baron sengaja.
ansel terdiam sejenak dan menatap wajah Baron"itu...aku"ansel tidak bisa berkata-kata lagi,entah apa Joy didalam hatinya.pikirannya menganggap Joy keluarga tetapi dihatinya berkata lain.
"perasaan apa ini?"batinnya yang bingung.
"tapi paman Joy sedang istirahat"ucap ansel.
"paman hanya melihatnya saja tidak mengganggunya"ucap baron.
akhirnya ansel memberikan ijin,tetapi dirinya tidak ikut melihat Joy karena masih merasa bersalah kepada Joy.saat di dalam kamar joy,Baron melihat Joy tertidur.
Baron tahu kalau Joy berpura-pura tidur"Joy apa kamu pura-pura tidur?"tanyanya sambil mengelus kepala Joy.
"paman Baron!?"kaget Joy karena Joy pikir yang datang itu ansel.
Baron mengambil kursi yang ada dimeja rias dan Baron segara mendudukkan dirinya di kursi tersebut"kenapa kamu kaget?"tanya Baron yang tadi melihat ekspresi Joy.
__ADS_1
"ahh...itu..."
"apa kamu kira yang datang itu ansel?"tanya Baron.
Joy tidak bisa menjawab pertanyaan Baron dirinya hanya bisa menundukkan kepalanya,Baron tersenyum kearah joy"apa kamu menyukai ansel?"tanya Baron tiba-tiba.
Joy mendongakkan kepalanya dan menatap lekat wajah Baron,Baron yang ditatap seperti itu tahu kalau Joy mempunyai perasaan kepada ansel.
"ini akan sangat menarik,disisi lain ansel menganggap Joy sebagai keluarganya sedangkan Joy mempunyai perasaan kepada ansel.sungguh ini seperti cerita novel"batinnya,kini bibir Baron terlukis sebuah senyuman sinis.
"kenapa diam?apa paman benar?"tanyanya sengaja.
Joy menundukkan kepalanya"hmmm... sebenarnya aku juga tidak tahu?apakah aku mempunyai perasaan kepada ansel atau tidak"bingung Joy.
Baron tersenyum dan mengelus rambut Joy"paman tidak tahu jalan pikiran anak muda jaman sekarang yang tidak tahu perasaannya masing-masing"ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
Joy hanya bisa menundukkan kepalanya, kepalanya yang tadinya sakit sudah mulai menghilang karena memikirkan rina.sekarang bertambah sakit karena memikirkan perasaan yang entah kenapa.
Baron menghela nafasnya"kamu istirahat saja,paman ada urusan diluar"
Baron bangkit dari duduknya dan merapikan jasnya"kalau ada keperluan apa-apa panggil saja ansel"ucapnya dan seraya pergi dari kamar joy.
semoga kalian suka 😊
dukung selalu author 💪
#LATE UP😅
__ADS_1