
di sebuah rumah tua yang jauh dari perkotaan,disanalah Rina disekap.rina yang baru sadar dari pingsannya terkejut dia berada ada dimana dan tubuhnya diikat di kursi"aku ada dimana?"ucapnya di dalam hati karena bibirnya sumbat dengan kain.
Rina terus memberontak agar terlepas dari ikatan tali tersebut, tiba-tiba seseorang pria datang dengan angkuhnya berdiri didepan Rina.
"jangan membuang-buang tenaga mu"ucapnya.
Rina mengerutkan keningnya"siapa dia?apa aku mempunyai masalah dengannya?"batinnya yang tidak kenal dengan pria didepannya.
"namaku Axel dan kamu tidak perlu tahu kenapa kamu ada disini!"ucapnya.
"lebih baik penurut jika ingin hidup"ucapnya dan pergi meninggalkan Rina sendirian di sana.
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
ansel masih tetap tidak memalingkan pandangannya dari Joy"hari ini kamu sangat cantik"gumamnya tapi Joy samar-samar mendengarnya.
"apa yang kamu bilang?"
ansel yang sadar dari lamunannya langsung memalingkan wajahnya"itu...apa kamu mau makan"ucapnya mengalihkan pembicaraan.
"iya...dari tadi aku lapar"ucap joy sambil memegang perutnya.
tanpa pikir panjang ansel menarik tangan joy dan mengajaknya ke meja makan"kenapa aku membuatnya kelaparan?"batin ansel.
dimeja makan sudah ada berbagai macam jenis makanan yang tersedia,Joy membulatkan matanya"kenapa makanannya banyak sekali?"tanya Joy kepada ansel.
__ADS_1
"ya,karena aku yang menyuruh para pelayan untuk membuatkannya untuk mu"
ansel menarik Joy agar duduk di kursi,saat Joy sudah duduk ansel dengan sigap mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Joy"makanlah"ucap ansel.
"tapi..apa ini tidak terlalu kebanyakan"ucap joy memandangi makanan didepannya.
"tidak"
"lihatlah tubuhmu itu kurus seperti ranting pohon kering"ucap ansel.
Joy merasa kesal dengan apa yang diucapkan oleh ansel"apa yang kamu bilang?aku seperti ranting pohon kering"Joy menggigit bibir bawahnya karena kesal.
ansel melihat tingkah Joy yang merajuk sangatlah gemas baginya"sudah-sudah lebih baik kamu makan nanti kita akan ke mansion"ucap ansel.
mereka makan dengan tenang tanpa gangguan dari siapapun, sekali-kali ansel mencuri pandang kepada Joy.
disisi lain Clara dan gavin makan ditepi jalan,ya karena ansel menyuruh gavin agar menjauh dari ansel dan juga Joy.Clara menatap kesal Gavin"kenapa kamu menatapku seperti itu"ucap gavin merasa aneh dengan tatapan Clara.
"aku kira kita makan di restoran mewah tapi kita malah makan dipinggir jalan"ucap Clara.
"mau di restoran mewah atau makan dipinggir jalan makanannya sama saja"ucap gavin.
"aku tahu"
"kalau sudah tau kenapa masih nanya?"kesal Gavin.
__ADS_1
Clara tidak menjawab pertanyaan gavin, nantinya perdebatan mereka akan terus berlanjut.selang beberapa saat makanan yang gavin pesan sudah siap.
gavin menyeruput mi yang ia pesan dengan lahapnya"kenapa kamu tidak makan?ini sangat enak"ucapnya.
Clara mengikuti perintah gavin dirinya menyeruput kuah mi tersebut,Clara membulatkan matanya ini adalah mi yang paling terenak yang ia makan.clara pikir bahwa rasa mi itu sama saja.
gavin yang melihat reaksi Clara saat menyeruput kuah mi hanya tersenyum"apa enak?"tanya gavin dan dijawab anggukan kepala oleh Clara.
"apa kau tahu ini adalah tempat langganan ku,dan ini pertama kalinya aku membawa seseorang untuk makan bersamaku"ucap gavin lalu melanjutkan menyeruput mi-nya.
"apa aku orang pertama yang kamu ajak makan disini?"tanya clara.
"iya...aku pikir suatu hari nanti aku akan mengajak kekasihku makan disini,tapi aku malah mengajak kamu"ucap gavin disela makannya.
Clara menaikkan salah satu alisnya"ha?"
gavin menghentikan aktivitasnya"hmmm...jangan dipikirkan ucapan ku tadi"
"cepatlah makan!!atau kamu yang membayar semua makanan ini"ucap gavin tegas.
"apa-apaan dia, tiba-tiba jadi galak"batin clara.
semoga kalian suka 😊
dukung selalu author 🍂
__ADS_1