
di meja makan,Clara sedang memegang tangan gavin agar tidak lari"bisa lepaskan aku!"geram gavin.
"kalau aku melepaskanmu apa kamu akan diam?"
"hmmm...."
Clara mengerutkan keningnya"jawaban apa itu??bicara yang benar!jangan hmm...hmm"kesal clara.
gavin menatap tajam Clara"IYA!!"ucapnya dengan bibir bergetar karena menahan emosi.
Clara tersenyum kearah gavin dan dia melepaskan genggaman tangannya"gitu dong"
tak beberapa lama Bagas datang dengan makanan yang enak-enak,mata Clara berbinar melihatnya"kita hanya berdua tapi makanan yang mereka bawa sangat banyak"batin clara.
saat Bagas menaruh makanannya di meja hanya Clara yang menyentuhnya,sedangkan gavin hanya diam"hei... kenapa masih diam?cepat makan"ucap Clara.
"aku tidak makan jika tuan tidak makan"batinnya.
Bagas yang tahu kalau gavin mementingkan ansel ketimbang dirinya sendiri,jika ansel tidak makan atau minum gavin juga akan melakukannya"tuan ansel sudah mau makan,jadi tuan harus makan juga"ucap Bagas menyela.
"ohh...jadi itu penyebabnya"batin clara.
Clara mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk gavin"apa kau sudah mendengarnya...jadi kau makanlah"ucapnya.
tetapi gavin tidak mau makan ataupun melirik makanan yang diberikan oleh Clara"makan atau tidak!!kalau tidak aku akan menyuapi mu seperti anak kecil"ancam Clara.
tetapi gavin hanya diam"baiklah kalau begitu..."Clara mengambil sesendok nasi dan menirukan sura mobil yang sedang berjalan dan mengarahkan makanan tersebut ke bibir gavin,gavin yang diperlukan seperti itu jadi kesal.
"biar aku sendiri yang makan"ucapnya dan mengambil sendok ditangan Clara.
"dari tadi kek gitu"ucap Clara dan mereka melanjutkan makan.
di ruangan ansel,Joy terus menatapnya ansel dirinya ingin tahu bagaimana tentang keluarga ansel"kenapa kamu terus menatapku"tanya ansel.
Joy langsung memalingkan pandangannya karena malu"ma-maafkan aku"
__ADS_1
ansel menoleh kearah joy dan tersenyum"kenapa harus meminta maaf??aku tidak masalah jika kamu menatapku berjam-jam"
pipi joy memerah dan ansel bisa melihatnya"apa yang ingin kamu bicarakan denganku?"tanyanya,ansel tahu kalau joy ingin bertanya dengannya tetapi dia takut.
"apa kamu tidak marah jika aku bertanya?"
"tidak"ansel langsung menjawab.
Joy menarik nafasnya dalam-dalam"apa kau bisa bercerita tentang keluargamu?"
ansel tercengang mendengar pertanyaan Joy,tetapi dia langsung tersenyum itu membuat joy takut"apa dia akan marah...apa dia marah??"pikiran Joy hanya itu yang ia takutkan.
ansel bisa melihat raut wajah ketakutan Joy"kamu tidak usah takut,aku akan menceritakannya"ucapnya,itu membuatnya Joy lega.
"seharusnya aku tidak kuliah di luar negeri"ucapnya penuh penyesalan.
Flashback on
saat di bandara xx ansel sangat senang bisa pulang dan bertemu dengan keluarganya,senyuman terus terukir di wajahnya.dari kejauhan dia bisa melihat paman vindra yang biasa ia panggil paman vin.ansel berlari kearahnya.
"paman Vin apa paman lama menunggu??"tanyanya.
"paman Vin...kan aku sudah bilang jangan panggil aku tuan,panggi saja aku ansel"
paman Vin tersenyum"hmmm...ya baiklah"
tanpa pikir panjang mereka langsung menaiki mobil dan menuju rumah utama, sekali-kali ansel terus bertanya tentang keluarganya.apakah mereka baik-baik saja,apa keadaan mereka sehat??semua pertanyaan yang ansel ajukan akan dijawab dengan pelan-pelan oleh paman Vin.
"pasti ansel sangat merindukan keluarganya"batinnya yang melihat wajah ansel terus berbinar.
"paman Vin,aku lapar bagaiman kita pergi ke restoran untuk mengisi perutku yang lapar ini"pinta ansel.
paman Vin sangat bahagia melihat ansel yang manja seperti ini"baiklah kita pergi ke restoran"ucapnya.
sesampainya di restoran,belum mereka masuk perasaan ansel tidak enak.dia terus memegang dadanya yang tiba-tiba sakit"ahk...ada apa denganku??"batinnya bertanya-tanya.
__ADS_1
paman Vin melihat ansel kesakitan jadi panik"ansel kamu kenapa!!"paniknya..
"a-aku juga tidak tahu"ucap ansel menahan rasa sakit di dadanya, membuat paman Vin menjadi khawatir"sebaiknya kita kerumah sakit"
"tidak perlu paman Vin,an-antarkan aku pulang"ucapnya.
tanpa pikir panjang paman Vin langsung melajukan mobilnya kerumah utama, sesekali dia melirik ansel"apa apa ini??semoga tidak terjadi apa-apa"doa paman Vin.
sesampainya di rumah utama,ansel merasa aneh biasanya para pengawal atau satpam akan berjaga di depan gerbang,tetapi kenapa ini sepi??karena tidak ada yang beres ansel langsung masuk kedalam rumah.
saat didalam rumah betapa terkejutnya ansel melihat ayah dan ibunya berbaring dilantai berlumuran darah,dan disamping ayah dan ibunya ia melihat gavin sedang memangku kepala kakaknya yang terkena tembakan di dadanya.
"AYAH!!IBU!!KAKAK!!"teriak ansel yang menggema.
"ayah bangun ansel sudah pulang...apa kalian tidak mau menyambutku"ucapnya menggoyang tubuh ayahnya.
lalu ansel menghampiri ibunya"ibu ini aku ansel,ibu senang kan jika aku pulang??jadi bukalah matamu Bu..."ucapnya disela kesedihan.
ansel menoleh kearah gavin yang sedang memangku saudara kembarnya yang meringis menahan rasa sakit di dadanya"kakak...Kakak... bertahanlah aku akan segera memanggil ambulance"ucapnya saat ansel berdiri kakaknya menahan ansel.
"itu tidak perlu,biarkan Kaka pergi...Kaka tidak kuat menahan rasa sakit ini"tersenyum kearah ansel.
"tidak!!kakak harus bertahan"tegasnya.
"maafkan Kakak ansel kakak tidak bisa...,dan orang ya-yang me-membunuh ka-kami adalah ba-ba.."belum selesai bicara kakaknya langsung memejamkan matanya.
"kak...kakak!"ansel menggoyang tubuh kakaknya agar bangun tapi sia-sia.
"KAKAK!!!"pecah tangisan ansel,paman Vin yang melihat kejadian itu hanya bisa menahan rasa sedihnya, seorang majikan yang menganggap dirinya sebagai keluarga,vindra merasa bersyukur berkerja dengannya,dia berjanji akan menjaga ansel anak dari keluarga Michael.
paman Vin mendekat kearah ansel dan gavin"ansel kamu harus tabah paman ada disini menjagamu"
"dan kamu gavin ayah bangga sama kamu karena menjaga keluarga Michael dengan sekuat tenaga"ucapnya melihat anaknya yang penuh dengan luka-luka ditubuhnya keluarlah air mata yang ia tahan sedari tadi.
Flashback Off
__ADS_1
semoga kalian suka 😊
dukung selalu author 🍂