
di mansion…
Joy yang sudah selesai mandi, dirinya duduk di atas kasur termenung di dalam kamar dia merasa seperti ada yang hilang dari sisinya,entah itu apa Joy juga tidak tahu??
"ya tuhan ada apa denganku"ucapnya merebahkan tubuhnya di kasur dengan kasar.
saat joy menutup matanya dia mengingat wajah ansel yang tersenyum kepadanya,joy membuka matanya karena kaget"apa yang aku pikirkan??"tanyanya sendiri dan langsung mengacak-acak rambutnya.
saat itu rina masuk kekamar joy"joy apa kamu baik-baik saja"ucapnya melihat rambut Joy acak-acakan karena ulahnya sendiri.
"eh...mama,aku baik-baik aja kok"
Rina duduk disampingnya"terus rambut kamu kenapa bisa acak-acak?"tanya rina.
"itu...mungkin ada kutunya ma"ucapnya dengan tawa garingnya.
"ada-ada saja kamu,kamu sudah mandi??"tanya rina dan dijawab anggukan kepala oleh joy.
"ya sudah kita turun untuk sarapan"ucap rina dan menggandeng tangan joy.
di sisi lainnya gavin sedang duduk di sofa di ruangan ansel, dirinya menundukkan kepalanya melihat ansel memijit pelipisnya karena pusing"tu-tuan saya salah saya minta maaf"ucap gavin bangun dari duduknya dan bersujud di hadapan ansel.
ansel terkejut dengan tindakan gavin dengan refleks dia berdiri dari duduknya dan menghampiri gavin"apa yang kau lakukan!!"
__ADS_1
"berdirilah"ucapnya kepada gavin dan membantunya berdiri.
"tuan ini salah saya,saya yang tidak becus menjalankan tugas tuan dan lagi lagi saya membuat tuan kecewa"ucapnya.
"huh..."ansel menghela nafasnya.
"sudahlah....biarkan aku sendirian dulu"ucapnya dan membalikkan badannya dari gavin.
gavin yang mengerti dengan suasana hati ansel,dia pun mengundurkan diri"saya pamit undurkan diri tuan"gavin keluar dari ruangan ansel.
di dalam ruangan ansel termenung menatap dinding dengan tatapan kosong,kini dia berpikir bahwa Tuhan tidak membantunya melainkan sebaliknya"huh..."ansel menghela nafasnya berat.
di luar ruangan,gavin mentap sendu pintu ruangan ansel dirinya merasa tidak becus selalu saja mengecewakan ansel.saat dia berbalik pergi meninggalkan ruangan ansel dirinya melihat Ami berjalan dengan langkah cepat keluar dari rah utama.
"Ami!!"
"dia mau kemana??"ucapnya,gavin pun mengikutinya dari belakang dengan hati-hati.
sudah jauh gavin mengikuti Ami,saat itu ami berhenti di samping jalan yang sepi dan ia mengetuk pintu mobil hitam,gavin mengerutkan keningnya melihat Ami berbicara dengan orang yang ada di dalam mobil entah apa yang mereka bicarakan?? gavin pun tidak tahu.
"apa yang mereka bicarakan??"gumamnya.
Krena penasaran gavin berjalan agar lebih dekat dengan mereka,gavin samar-samar mendengar percakapan mereka.
__ADS_1
"apa kau membunuhnya?"ucap Ami terkejut.
"kenapa apa kau mencintainya??"tanya orang yang ada di dalam mobil.
"what!!aku lebih suka dengan orang sepertimu"ucap Ami dengan nada genit.
"kau tidak lupakan dengan janjimu??"sambung Ami.
"tidak aku masih ingat,kita bertemu disini jam 12 malam"
"baiklah aku kan berdandan lebih cantik nanti malam"
"berusahalah lebih keras"ucapnya dan mobil itu pergi meninggalkan Ami yang dari tadi senyam-senyum.
saat Ami ingin melangkahkan kakinya ke rumah utama,dia merasa kalau ada yang mengikutinya dia pun melihat di sekelilingnya"apa cuma perasaanku saja"batinnya yang melihat sekelilingnya sepi.
gavin bersembunyi dibalik semak-semak"untung tidak ketahuan"gavin mengintip apa Ami sudah pergi atau belum.
gavin bernafas lega"huh...jam 12 malam di tempat ini"ucap gavin yang memiliki rencana untuk mengikuti Ami.
semoga kalian suka 😊
dukung selalu author 🍂
__ADS_1