Keperawanan Wanita Malam

Keperawanan Wanita Malam
46.Kekhawatiran Joy.


__ADS_3

"tok tok tok...."suara ketukan pintu yang sudah keberapa kali diketuk oleh Bagas tetapi masih tidak ada tanggapan dari ansel.


Bagas menghela nafasnya"huh..."saat dia berbalik ia melihat gavin berdiri tegap dibelakangnya,itu membuatnya kaget"aihh...kapan dia ada disana?"batinnya bertanya-tanya.


"tuan...sudah berapa lama anda disana"ucapnya membungkukkan badannya memberi hormat.


"itu tidak usah dibahas"


"bagaimana dengan tuan ansel, apa dia mau makan siang?tanya gavin.


"tidak tuan,tuan ansel tidak merespon saat saya mengetuk pintunya berkali-kali"ucap Bagas dengan nada sendu.


gavin menghela nafasnya panjang"huh..."


"kau boleh pergi sekarang"ucap gavin.


Bagas membungkukkan badannya memberi hormat"kalau begitu saya pamit undur diri"ucapnya dan pergi meninggalkan gavin sendirian.


gavin menoleh kearah ruangan ansel,dia menatap pintu ruangan ansel dengan sendu"tuan saya mohon jangan menyakiti diri anda sendiri"batinnya.


gavin mendekat kearah pintu ruangan ansel,saat tangannya ingin mengetuk pintu, tangannya terhenti dengan sendirinya"tidak... tidak...gavin biarkan tuan ansel menenangkan pikirannya"batinnya.


dengan setia gavin berdiri di depan pintu ruangan ansel menunggu ansel keluar,dia takut jika terjadi apa-apa dengan ansel dia bisa langsung pergi membantunya.


di dalam ruangan,ansel hanya diam berdiri menatap dinding dengan tatapan kosong sudah lama ansel diam di dalam ruangan tanpa makan dan minum.

__ADS_1


hari berganti dengan malam hari,gavin masih setia berdiri di depan pintu ruangan ansel,ia sama seperti ansel tidak makan maupun minum Bagas sudah beberapa kali bolak-balik dari dapur keruangan ansel,hanya untuk memberi mereka makan tetapi masih saja tidak mau.


"sudah keberapa kali saya bolak-balik?ini sangat melelahkan"gumamnya.


saat sampai di depan ruangan ansel,dia melihat gavin berdiri tegap tanpa ekspresi"tuan silakan makan dulu"ucapnya.


gavin menatap tajam kearah Bagas"kenapa saya harus makan?jika tuan ansel tidak makan saya juga tidak makan!"tegasnya.


Bagas hanya menundukkan kepalanya saat gavin memarahinya,dia hanya khawatir dengan kedua tuan ini"maafkan tuan jika saya lancang"


"tapi tuan...tuan ansel dan tuan belum makan dari pagi"ucapnya takut berbicara dengan gavin,tetapi kekhwatiran dirinya terhadap ansel membuatnya berani.


gavin memijit pelipisnya"saya tahu,huh..."gavin menghela nafasnya.


"ini seperti watu tuan ansel kehilangan keluarganya"ucapnya mengingat masa lalu ansel.


•••••


"aduh...kenapa perasaanku tidak enak?"ucap joy.


Clara yang dari tadi asik menonton film,dia melihat kearah joy"kamu kenapa Joy?"tanya clara.


"tidak tahu, tiba-tiba perasaanku tidak enak?"


"apa kamu mau minum air"ucap Clara memberikan air kepada Joy,Joy mengambil air tersebut dan langsung meminumnya agar lebih tenang.

__ADS_1


saat itu ponsel Joy berdering"Joy ponselmu berdering"ucap Clara memberikan ponselnya kepada Joy.


"halo...dengan siapa?"tanya Joy.


"nona,ini saya gavin pengawal tuan ansel"ucap gavin diseberang sana.


"i-iya ada apa tuan"ucapnya dengan nada gugup.


"nona,saya mohon nona datang kesini"


"kenapa?apa disana baik-baik saja"


"tidak nona,tuan ansel mengurung dirinya sendiri dan tuan ansel tidak makan dan minum dari pagi"


"apa!!"teriak Joy.


"baiklah saya akan ke sana"ucapnya dan bergegas untuk membersihkan diri.


Clara yang bingung langsung bertanya kepada Joy"Joy kenapa kamu begitu panik?siapa yang menelponmu tadi?"tanya clara.


"itu yang menelpon ku tadi pengawal ansel,dia bilang ansel mengurung dirinya sendiri"ucapnya panik.


"dan dia memintaku untuk pergi ke sana"sambung Joy.


"ok..ok..aku mengerti jika kamu khawatir,aku akan ikut denganmu"ucap Clara.

__ADS_1


semoga kalian suka 😊


dukung selalu author 💪


__ADS_2