Keperawanan Wanita Malam

Keperawanan Wanita Malam
usaha rina


__ADS_3

"bagaimana?apa sudah ada kemajuan?"tanya ansel duduk sambil menatap gavin menunggu jawabannya.


"maaf tuan,saya tidak menemukan jejak dari penculik Tante Rina"ucap gavin.


ansel menghela nafasnya panjang mendengar jawaban gavin,sudah 3 hari Rina menghilang entah apa yang ansel bilang kepada Joy.


saat itu ponsel ansel berdering,ansel mengerutkan keningnya melihat no tidak diketahui menelponnya.ansel tidak menjawab dari penelpon yang tidak ia ketahui.


lagi-lagi ponselnya berdering membuat ansel berdecak kesal"ck.."


"siapa!"tanya ansel marah.


tetapi tidak ada jawaban dari sang penelepon,ansel dibuat marah olehnya"saya tanya siapa!"


"apa kau ingin tahu dimana keberadaan Rina?"tanyanya.


ansel membulatkan matanya terkejut"apa maksudmu!siapa kau!"


"ansel...kau tidak perlu tahu siapa aku"


"jangan berbelit-belit dimana Tante Rina!"tegas ansel.


penelpon tersebut tidak menjawab melainkan tertawa dengan keras membuat ansel mengeraskan rahangnya.


"Rina baik-baik disini,kau tenang saja"ucapnya dan mengakhiri panggilannya.


"halo..."

__ADS_1


"halo..."


"ckk..sial"umpat ansel.


ansel yang tadinya berdiri sekarang menghempaskan tubuhnya di sofa dengan kasar,saat itu ponselnya kembali berdering ansel berdiri dan langsung mengambil ponselnya diatas meja kerja.


"beritahu aku dimana Tante Rina"teriak ansel.


"ansel kamu kenapa?"tanya Baron ditelepon.


"ohh... ternyata paman Baron"


"kamu kenapa ansel?"khawatir Baron.


"tidak paman,aku baik-baik saja"


"paman,sekarang aku tidak ada dirumah utama"


"maksudnya?"


"iya paman,aku tidak ada dirumah melainkan aku ada di mansion"


"baiklah paman akan ke sana"


"tapi paman apa paman tidak sibuk?"tanya ansel.


"keponakanku sedang dalam masalah jadi pamanmu ini harus melihat keadaanmu,masalah pekerjaan belakangan saja"ucapnya.

__ADS_1


ansel merasa senang jika ada yang mengkhawatirkannya"terserah paman"ucapnya dan mengakhiri panggilannya.


ansel mengukir senyuman diwajahnya"gavin"


"iya tuan"


"tolong kau awasi Joy"


gavin mengerti dirinya langsung mengerjakan tugas apa yang ansel suruh.


disebuah rumah tua,Rina terikat disebuah kursi dia pasrah sedih berharap semoga Joy baik-baik disana.saat itu semua para pengawal tidak ada disana dan ini kesempatan Rina untuk kabur.


dia berusaha keras agar terlepas dari ikatan tali tersebut, sekeras apapun usahanya tetapi sia-sia karena ikatan tali tersebut sangat kencang.


saat Rina mulai pasrah dia melihat pisau di atas meja yang ditinggalkan oleh para pengawal,Rina berusaha mendekat kearah meja tersebut saat usahanya berhasil dirinya membelakangi meja tersebut.karena posisi tangannya diikat dari belakang.


Rina terus berusaha agar pisau tersebut bisa ia dapatkan,saat pisau tersebut berhasil ia pegang.dia langsung mengarah pisau tersebut ke tali yang mengikat tangannya,saat Rina berhasil melepaskan tali yang mengikat tubuhnya dia langsung mengendap-endap berjalan keluar dari ruangan tersebut.


diluar tidak ada seorang pun,ini kesempatan Rina untuk keluar saat ia hampir sampai Rina mendengar suara langkah kaki.jantungnya berdebar kencang ia langsung sembunyi agar tidak ketahuan oleh para pengawal.saat semuanya aman baru Rina keluar dari persembunyiannya dan melanjutkan perjalanan keluar dari rumah tua tersebut.


saat Rina berhasil keluar dari rumah tua tersebut,dia mendengar suara teriakan yang sedang memarahi para pengawalnya.tanpa pikir panjang Rina langsung berlari secepat mungkin agar tidak tertangkap oleh pengawal tersebut.


Rina tidak memperdulikannya dan melanjutkan lari"Joy tunggu mama"batinnya.


semoga kalian suka 😊


dukung selalu author 🍂

__ADS_1


__ADS_2