
ansel yang mendengar kabar dari Ami kalau salah satu tahanannya meninggal,tanpa pikir panjang dia langsung berlari ke gedung interogasi dan di ikuti oleh baron dibelakangnya.
para pelayan melihat ansel berlari mereka membungkuk memberi hormat,tapi ansel tidak peduli dia tetap berlari.Semua pelayan bingung dengan tingkah ansel tapi mereka tidak mau ikut campur jika ingin hidup tenang.
Ami melihat raut wajah ansel yang panik tersenyum puas"ini baru permulaan"batinnya.
Ami melirik tajam ke arah bob"kau selamat hari ini tapi nanti atau besok kau sudah tidak ada di bumi"batin ami.
saat gavin ingin bertemu dengan ansel ingin memberitahukan keadaan di gedung interogasi,tetapi ansel sudah ada di gedung interogasi dan juga baron di belakangnya,gavin pun menghampiri ansel dan membungkuk memberi hormat.
lagi-lagi gavin merasa bersalah dengan ansel yang tidak becus menjalankan tugas dari ansel,gavin menerima hukuman apa saja dari ansel"maafkan saya tuan,saya tidak bisa menjalankan tugas dari tuan"
tetapi ansel tidak menghiraukan perkataan gavin"nanti kita bicarakan itu,sekarang aku ingin bertemu dengan tahanan itu"ucapnya.
gavin pun mengajak ansel dan baron ke sel bawah tanah, sesampainya di sana ansel melihat tahanan tersebut terkapar di lantai dengan busa putih di bibirnya,ansel pikir pasti ada yang meracuninya.
"apa saja yang dia makan?"tanya ansel.
"dia hanya makan makanan yang dimasak oleh Ani"ucap gavin.
ansel mendekati makanan tersebut dan mengamatinya dia tidak habis pikir seseorang yang ia percayakan seperti Ani bisa menghianati dirinya"apa benar Ani yang memasak makanan ini"tanya ansel sekali lagi.
dan jawabannya sama saja,ansel memejamkan matanya menghilangkan rasa kecewa dan marahnya,dia menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan.
"panggil Ani keruangan ku sekarang,dan kau gavin bawa manyat tahanan ini ke keluarganya aku akan menanggung semua kebutuhan keluarganya"ucapnya dan pergi begitu saja dengan wajah sulit ditebak.
__ADS_1
"ansel"panggi baron dengan nada khawatir tapi ansel tidak memperdulikan pamannya yang memanggilnya yang ia pikirkan adalah orang-orang didekatnya bisa menghianatinya.
••••••••••••••
di ruangan ansel....
ansel duduk di bangku kerjanya sambil memijit keningnya,tak beberapa lama Ani datang dengan wajah ketakutan dan berlinang air mata.
ansel menatap Ani dengan tatapan tajam"tu-tuan"
"apa yang ingin kau jelaskan"ucapnya datar.
"tuan percayalah itu bukan saya,tuan tahu kalau saya tidak akan pernah melakukan hal itu"
"ta-tapi tuan...."belum selesai bicara ansel menyela.
"tapi apa?kau yang sudah memasak makanan itu jadi kau pembunuhnya!"
"tuan percayalah"
"tidak ku sangka orang-orang di dekatku bisa melakukan ini"sinis ansel.
saat Ani ingin berbicara ansel langsung berteriak membuat Ani gemetar ketakutan"diam!!!kau tahu resiko jika menghianatiku"
Ani hanya menganggukkan kepalanya pasrahkan"coba jelaskan apa saja resikonya"
__ADS_1
"jika menghianati tuan ansel akan di buang di hutan yang ada binatang buas"jawab Ani pasrah.
"lagi..."
"yang kedua,akan dikurung dipenjara tanpa makan dan minum"keluar air mata Ani deras.
dia tidak tahu akan mati dengan cara ini,dia hanya seorang gadis yang tamatan SMA yang saat itu ingin mencari pekerjaan dan tidak sengaja bertemu dengan ansel dan dia dipekerjakan sebagai pelayan di rumah utama.Miris sekali hidupnya.
"bagus jika kau mengingatnya,tetapi kenapa kau melanggar itu semua"tanya ansel.
"apa yang harus saya jelaskan tuan,jika saya menjelaskannya apa tuan akan percaya"
"sudah-sudah jangan meminta belas kasih denganku"
"gavin!!"teriak ansel.
gavin pun masuk kedalam ruangan"buang dia kehutan aku tidak mau melihat wajahnya lagi!!"perintahnya.
gavin mengerti dan menyeretnya Ani keluar ruangan"tuan ampuni saya"
ansel memejamkan matanya karena frustasi"kenapa kau menguji ku seperti ini"batinnya.
semoga kalian suka 😊
dukung selalu author 🍂
__ADS_1