Keperawanan Wanita Malam

Keperawanan Wanita Malam
47.Ansel Manja


__ADS_3

disisi lain Ami merasa senang melihat raut wajah-wajah di rumah utama,karena ansel mengurung dirinya sendiri"aku sangat bahagia"batinnya.


tak beberapa lama Joy datang dengan Clara,gavin yang melihat Joy datang bisa bernafas lega.


gavin menghampiri Joy"nona silakan ikuti saya"ucapnya.


Joy hanya menganggukkan kepalanya,dia bisa melihat raut wajah yang ada di rumah utama,dari pelayan, pengawal,supir,tukang kebun,bahkan gavin sangat menghawatirkan keadaan ansel.


"kenapa denganmu ansel"batinnya.


sesampainya meraka di depan ruangan ansel ,gavin mempersilahkan Joy untuk mencoba mengetuk pintu apa ansel akan merespon atau tidak"semoga ini berhasil"batin gavin berharap.


"tok tok tok..."


"a-ansel ini aku Joy,apa kamu bisa membukakan pintunya?"tanya Joy.


masih tidak ada respon dari ansel"ansel bisakah kamu tidak menyakiti dirimu sendiri,semua orang yang ada di rumah utama menghawatirkan mu"


Joy merasa kesal dengan ansel, saat dia ingin mengedor pintunya dengan keras ansel membuka pintunya.semua orang yang ada disana bisa bernafas lega"berhasil"batin gavin lega.


saat joy ingin bicara,ansel langsung menarik tangan joy dan membawanya kedalam,ansel kembali menutup pintu ruangannya.gavin hanya bisa menghela nafasnya melihat tingkah laku tuannya"yang penting ada nona didalam"ucapnya dalam hati.


semua pelayan bubar kecuali gavin,Bagas dan clara.clara menatap tajam kearah dua orang tersebut"hei..!jika terjadi apa-apa dengan Joy aku akan membuat perhitungan dengan kalian"tunjuk Clara.


Bagas tidak menghiraukan perkataan Clara,melainkan menghawatirkan gavin"tuan,tuan ansel sudah tidak kenapa-kenapa.apa sekarang tuan mau makan?maaf jika saya lancang"ucap Bagas.

__ADS_1


"tidak usah,saya tidak berselera makan"ucapnya.


tanpa mereka sadari Clara menarik tangan gavin,itu membuat gavin terkejut sekaligus kesal"apa yang kau lakukan!"tegas gavin.


"kau...dimana dapurnya"tanya clara kepada bagas.


Bagas tersenyum lega"baik-baik...saya akan menunjukkan dapurnya,ikuti saya"ucap Bagas.


"hei!!lepaskan aku..siapa yang mengizinkanmu untuk memegang tanganku"ucap Bagas kesal, tetapi Clara pura-pura tuli.


didalam ruangan...


Joy melihat barang-barang berserakan dilantai"kenapa dengan dia?"tanya Joy didalam hati menatap ansel.


ansel berjalan kearah jendela sedangkan Joy mengikuti ansel dari belakang. saat joy ingin bertanya,Joy mendengar isak tangisan dia menoleh kearah ansel.


ansel menatap lekat wajah joy, tiba-tiba ansel memeluk tubuh joy dengan erat.joy yang kaget tetapi langsung membalas pelukannya dan dia menepuk punggung ansel agar ia lebih tenang.


sudah begitu lama mereka berpelukan,saat suasana hati ansel membaik dia melepaskan pelukannya"apa kamu sudah baikan?"tanya Joy dan dijawab anggukan kepala oleh ansel.


Joy mengajak ansel untuk duduk di sofa"tok tok tok.."suara ketukan pintu terdengar.


"kamu duduk disini,aku akan melihat siapa yang mengetuk pintu"ucap joy.


saat membukakan pintu,Joy melihat Bagas dengan membawa nampan makanan"nona maaf mengganggu,saya kesini membawakan tuan ansel makanan karena dari pagi tuan tidak makan"ucapnya.

__ADS_1


"baiklah saya akan memberikannya"ucap joy dan mengambil nampan makanan tersebut.


Bagas tersenyum bahagia,semenjak tuan mengenal Joy sifatnya berubah sedikit demi sedikit.biasanya ansel tidak akan mendengar siapapun bahkan kalau dia sedang sedih dia akan melampiaskan dengan benda-benda yang ada di dekatnya atau melampiaskannya kepada para pelayan.


"semoga nona pendamping hidup tuan ansel"batinnya berharap.


Joy memberikan makanan tersebut kepada ansel"kamu makan dulu"ucapnya menaruh nampan makanan itu di meja.


ansel tidak melirik ataupun mengambil makanan tersebut,dia hanya menatap joy tanpa berkedip.joy bingung dengan sikap ansel"kenapa diam??ayo makan"ucap joy.


"aku tidak berselera makan"ucapnya.


tidak ada cara lain Joy mengambil makanan tersebut dan langsung menyuapi ansel"buka mulutmu"ucapnya.


tetapi ansel tidak membuka mulutnya melainkan menutupnya rapat-rapat,Joy dibuat pusing oleh ansel dia menarik nafasnya dalam-dalam"pesawat dengan no 127 akan mendarat"ucap joy sambil merindukan suara pesawat dan menyodorkan makanannya ke arah bibir ansel.


tetapi ansel hanya mengerutkan keningnya,"oh..tidak pesawatnya tidak bisa mendarat dikarenakan landasannya tidak mau membuka mulut"


ansel mengingat saat dia masih kecil dia sering disuapi oleh ibunya,dan ibunya menirukan suara pesawat Persih dilakukan oleh joy.saat Joy menyodorkan makanan ke bibir ansel,ansel membuka bibirnya dengan lebar dan"hap..."ansel baru sadar kalau dirinya di suapi oleh joy.


"apa enak?"tanya Joy.


"e-enak"jawab ansel pelan.


Joy terus menyuapi ansel sampai makanannya habis,ansel merasakan kehangatan didalam hatinya"terimakasih Joy, disaat aku merasa sedih dan putus asa kamu datang"batinnya.

__ADS_1


semoga kalian suka 😊


dukung selalu author 💪


__ADS_2