
"ini dimana?"batin Rina yang bingung melihat jalanan yang sepi hanya ada pohon yang berjejer.
Rina terus menyusuri jalanan sepi tersebut tidak ada orang yang lewat satupun membuat rina takut.saat Rina melanjutkan perjalanannya tiba-tiba seseorang meneriakinya.
"hei!dia ada disana!"teriaknya.
seketika Rina kaget dan menoleh kearah belakang,saat Rina menoleh kebelakang dia melihat para pengawal berlari kearahnya.rina yang ketakutan langsung berlari secepat mungkin agar tidak tertangkap oleh pengawal tersebut.
"hei!! jangan lari"teriak Axel.
Rina tidak menghiraukan ucapannya dan terus berlari, pikiran Rina campur aduk antara takut dan bingung.
Sudah lama Rina berlari dari kejaran para pengawal tersebut,sehingga membuat kakinya kesakitan.jika dia berhenti untuk beristirahat maka dirinya akan tertangkap oleh para pengawal.dengan sekuat tenaga Rina terus berlari walau kakinya kesakitan.
Axel dan para pengawal terus berlari mengikuti Rina"sialan wanita itu sudah tua masih saja kuat berlari!"kesal Axel.
Rina yang sudah tidak kuat lagi untuk berlari merasa kepalanya pusing dan"bruk!"
Rina jatuh didalam dekapan seseorang"apa kalian tidak ingin hidup lagi!"ucapnya.
"Menjaga satu orang wanita saja tidak becus"emosinya.
"Maaf tuan,saya yang ceroboh"ucap Axel bersalah.
"Cepat bawa dia kembali,dan jangan ikat tubuhnya bawa dia keruangan ku"ucapnya.
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
Di mansion....
Gavin duduk berhadapan dengan Clara di meja makan.
__ADS_1
"Dasar tukang makan"ucapnya menyindir Clara.
Clara tidak menghiraukan perkataan gavin malah cara makannya menjadi-jadi.
"Bisa tidak kalau makannya itu pelan-pelan?seperti orang yang tidak pernah makan setahun saja"kesal Gavin.
"Apa masalahmu ha!? suka-suka ku mau makannya gimana"
"Kalau lapar makan aja jangan sok"ucap Clara kepada gavin.
"Siapa yang sok!?aku udah makan tadi"
"Ya sudah"
Gavin dibuat gila oleh Clara yang makannya tidak rapi,tapi karena ini perintah dari ansel makan dia jalankan,kalau tidak mau di bayar sejuta,meliar, maupun triliun dia tidak akan menemani Clara makan.
"Cih...dasar kebo"batinnya.
Rina sadar dari pingsannya merasa bingung dia ada dimana"a-aku dimana"ucapnya yang terbangun dari atas ranjang yang mewah.
Rina melihat sekeliling kamar tersebut yang bergaya klasik,karena ketakutan Rina langsung turun dari ranjang saat ingin memutar gagang pintu.seseorang berdehem dari belakang, membuat Rina kaget.
"kenapa begitu ketakutan?"tanyanya.
orang itu mendekat kearah rina"berhenti!"teriak Rina.
seketika orang tersebut menghentikan langkahnya"ka-kamu siapa?apa kamu orang suruhan mereka?"
"kalau iya"ucapnya yang singkat tapi jelas.
hanya dengan satu kata berhasil membuat Rina bergetar hebat karena takut"kamu tidak bisa lari dariku"
__ADS_1
"apa yang inginkan dariku?"tanya Rina yang tidak berbalik menoleh orang tersebut.
"Airi sayang"ucapnya.
Rina yang mendengar ucapan orang tersebut langsung membalikkan badannya"kau!"betapa terkejutnya Rina melihat orang tersebut.
"apa kau mengingatku sekarang"
"dasar bejat! iblis!"umpat Rina.
"aku bejat?hahaha..."tawa pria tersebut lantang.
"kau yang bejat!kenapa kau menikah dengan sahabatku dan meninggalkanku tanpa berbicara denganku!"teriaknya didepan Rina.
"itu karena salahmu sendiri!"
"apa kesalahanku!!"
"saat kita pacaran aku melihat kamu pergi ke klub malam bersama seorang wanita dan kamu juga bercumbu dengannya dihotel"
"apa kamu kira aku sebodoh itu?tidak!!saat kita pacaran aku selalu mengawasi mu setiap hari"
"dan apa kamu tahu orang yang selalu ada saat aku sedih dan terpuruk itu adalah margan.dia yang selalu ada setiap aku membutuhkan"jelasnya.
"jadi kamu sudah tahu semuanya?"ucapnya dan tersenyum kepada Rina.
"aku Airi akan selalu membenci mu baron!!"kesalnya.
semoga kalian suka 😊
dukung selalu author 🍂
__ADS_1