Keperawanan Wanita Malam

Keperawanan Wanita Malam
kedatangan Baron


__ADS_3

perjalanan Baron ke mansion dirinya selalu memikirkan keadaan ansel,tanpa pikir panjang dirinya melajukan mobilnya dengan cepat agar sampai di mansion.


ansel yang tadinya hanya duduk memikirkan Joy dan juga Tante Rina sampai tidak mengetahui kalau Baron berada dibelakangnya.


"apa yang kamu pikirkan?sehingga tidak mengetahui paman sudah ada disini"ucapnya.


ansel yang mendengar suara Baron langsung berdiri dari duduknya,menghampiri Baron dan memeluk tubuhnya.


"kamu kenapa ha?"tanya Baron.


"dan...saat ditelepon kenapa kmu berteriak menyebutkan nama Rina?"tanya Baron sekali lagi.


ansel mengajak Baron duduk"soal itu..."


"jelaskan!paman ingin mendengarnya!"tegas baron.


ansel menarik nafasnya dalam-dalam menceritakan pertemuan pertamanya dengan Joy di gedung zeo dan masalah Rina yang menghilang tanpa jejak membuat Joy sedih.


mendengar cerita dari ansel,Baron merasa kasihan dengan kehidupan Joy"ansel apa paman bisa bertemu dengan joy?"


ansel tertegun dan menatap Baron"apa paman tidak marah?"tanya ansel.

__ADS_1


"untuk apa paman marah?paman merasa senang jika kamu sudah mulai memiliki sifat kemanusiaan dan sedikit-sedikit sudah mulai berubah.tidak pemarah seperti dulu"ucap Baron dengan wajah yang terukir senyuman.


ansel mengajak Baron untuk bertemu dengan Joy,disana ada gavin berdiri didepan pintu kamar joy.gavin menunduk memberi hormat dan membukakan pintu untuk ansel dan Baron.


Didalam kamar joy berbaring menatap langit-langit kamar,dia tidak mengetahui kalau ada seseorang yang ada didalam kamarnya.


"Joy..."ucap ansel lembut memanggil nama Joy.


Joy menoleh kearahnya dan mengerutkan keningnya karena melihat seorang pria paruh baya disamping ansel.


Ansel yang mengerti dengan tatapan Joy dirinya langsung memperkenalkan Baron kepada Joy"Joy, ini paman ku.kamu bisa memanggilnya paman Baron"jelas ansel.


Joy tidak bisa menahan air matanya saat Baron mengelus kepalanya,ini seperti ayahnya dulu yang selalu mengelus kepalanya saat dia merasa sedih.


"A-ayah"gumamnya lirih.


Ansel dan Baron saling tatap karena tidak tahu apa yang dikatakan oleh Joy"apa yang kamu bilang nak?"tanya Baron.


Joy hanya diam dan terus menatap Baron"bolehkah saya me... memeluk anda?"tanya Joy.


Baron tersenyum kearahnya dan mengangguk"boleh"ucapnya menarik tubuh joy ke pelukannya.

__ADS_1


Joy merasa aman berada di pelukan baron.seperti seorang ayah yang sedang melindungi anaknya,Baron merasakan tubuh joy yang bergetar menahan tangisannya.


"Menangis lah...jangan ditahan.keluarkan rasa sedihmu"ucap Baron sambil menepuk pundak Joy.


Joy pun menangis tersedu-sedu didalam pelukan Baron, sedangkan ansel menatap joy dengan sendu.


Baron melonggarkan pelukannya"apa kamu sudah makan?"tanya Baron.


Joy menggelengkan kepalanya,tetapi tidak sesaat kemudian perutnya berbunyi Baron yang mendengar perut Joy yang berbunyi hanya bisa menahan tawanya"ansel suruh para pelayan menyiapkan makanan"ucap Baron.


tanpa pikir panjang ansel keluar dari kamar dan menuju dapur,disana ansel menyuruh pra pelayan menyiapkan makanan yang enak-enak dan juga tidak lupa makanan kesukaan Joy kue coklat.


didapur sangat sibuk karena ansel terus mengawasi para pelayan disana, sedikit-sedikit ansel memarahi para pelayan karena hal sepele.


sedangkan dikamar,Baron berdiri dari duduknya"kamu bersiap-siaplah terlebih dahulu,para pelayan akan membantumu"ucap Baron dan tidak ada penolakan dari Joy.


Baron keluar dari kamar dan disana sudah ada pelayan yang akan membantu Joy bersiap-siap"nona saya siapkan air mandi dulu"ucapnya.


semoga kalian suka 😊


dukung selalu author 🍂

__ADS_1


__ADS_2