Keperawanan Wanita Malam

Keperawanan Wanita Malam
63.kekesalan ansel


__ADS_3

di dalam kamar yang gelap karena tirai tidak dibuka joy duduk termenung di atas ranjang dengan tatapan kosong,orang yang ia sangat sayangi hilang tanpa jejak.joy mengusap air matanya yang jatuh"mama dimana?"ucapnya sendu.


selang tak beberapa lama ansel datang dengan membawa bubur ditangannya"Joy aku membuatkan bubur untukmu"ucap ansel menaruh bubur diatas meja samping tempat tidur.


ansel melihat sekelilingnya yang gelap"apa kamu tidak sesak?"ucapnya.


ansel berjalan kearah jendela dan membuka jendela agar angin bisa masuk kedalam kamar"nah kan jadinya segar"


saat ansel berbalik dirinya melihat Joy menangis lagi.joy merasa tidak kuat jika orang yang ia sayangi ilang entah kemana?. ansel mendekati Joy"Joy kamu jangan menangis lagi,aku dan gavin sedang berusaha mencari keberadaan Tante Rina"ucap ansel.


"lebih baik kamu makan bubur ini"ucap ansel menyodorkan mangkuk buburnya kepada Joy.


Joy bisa mencium aroma gosong dari bubur buatan ansel"aku tidak berselera makan"ucapnya.


"tapi makanlah sedikit aku sudah susah payah membuatkannya untukmu"


"baiklah aku akan menyuapi mu"ansel menyendok bubur tersebut dan menyodorkannya ke bibir Joy,ingin sekali Joy menolaknya tetapi ansel bilang dirinya yang membuatnya dengan terpaksa Joy menerima suapan dari ansel.


saat buburnya masuk kedalam mulut Joy merasakan rasa asin dan gosong.dengan susah payah Joy menelan bubur tersebut.


"gimana??apa enak?"antusias ansel.


Joy mengambil air diatas meja dan meneguknya sekaligus"agak asin dan gosong"


"ha?"bingung ansel.yang ansel pikir bubur ini enak karena para pelayan bilang bubur buatannya sangat enak.


ansel yang penasaran mencoba untuk mencicipinya,dan benar saja ansel langsung memuntahkan buburnya dari mulutnya"dasar!awas saja kalian!"batinnya marah kepada pelayan-pelayan tersebut.

__ADS_1


saat para pelayan sedang membersihkan kekacauan di dapur, tiba-tiba saja aura menjadi dingin.para pelayan saling tatap satu sama lain.


"maafkan aku Joy,aku tidak tahu kalau buburnya tidak enak"


"tidak apa aku menghargai usahamu"


ansel tersenyum kearah joy"apa kamu ingin aku bawakan makanan lain?"tanya ansel.


"tidak perlu aku hanya ingin istirahat saja"ucap joy.


"baiklah kalau begitu,kamu beristirahatlah kalau mau apa-apa panggil aku atau para pelayan"ucap ansel dan dijawab anggukan kepala oleh Joy.


ansel keluar dari kamar joy dengan membawa bubur ditangannya,ansel kedapur dengan wajah memerah.


saat para pelayan telah selesai membersihkan dapur,mereka sangat terkejut melihat ansel tiba-tiba berdiri disana"tu-tuan ada yang bisa saya bantu?"tanya salah satu pelayan.


"ada"ucapnya dengan senyuman aneh diwajahnya.


"ma-masih tuan"


"bagus"


"sekarang aku ingin melihat kalian memakan bubur buatan ku sampai habis tanpa sisa!"


"ta-tapi tuan"


"kalau gitu saya akan mengajak kalian jalan-jalan di hutan bersama para hewan disana"ancam ansel.

__ADS_1


mendengar perkataan ansel yang terakhir para pelayan langsung mengambil mangkuk satu persatu mengambil bubu buatan ansel dan menghabiskannya tanpa sisa.


para pelayan tidak berani mengambil air karena tatapan mata ansel yang tajam,ansel menghela nafasnya panjang membuat para pelayan tersentak kaget dan ada juga yang sampai cegukan karena saking takutnya.


"minumlah air"perintah ansel.


tanpa pikir panjang mereka langsung mengambil air dan langsung meneguknya sampai habis,ansel hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"berbaris!"


"kenapa kalian berbohong saat mencicipi masakan ku!"


"maaf tuan..saya takut bilang yang sejujurnya karena tuan membuatnya dengan susah payah"


"apa kalian tahu?jika Joy mati karena memakan masakan ku apa kalian mau bertanggung jawab!"


para pelayan menundukkan kepalanya tidak bisa berkata-kata"masih beruntung saya memberikan hukuman hanya memakan bubur buatan ku"


"terimakasih tuan"


"kalau saya boleh berkata bubur buatan tuan adalah paling terburuk yang saya cicipi"batin salah satu dari pelayan.


"sudahlah,saya tidak ingin dari kalian ada yang berbohong! bekerjalah dengan jujur!"tegas ansel.


"baik tuan"


ansel meninggalkan mereka dan pergi keruangan baca.para pelayan bisa bernafas lega.

__ADS_1


semoga kalian suka 😊


dukung selalu author 🍂


__ADS_2