
Di rumah sakit....
"bagaimana dengan keadaan joy?apa dia baik-baik saja"gumam Bastian dalam hati.
"tapi kenapa aku bisa ada di rumah sakit?"batinnya bertanya-tanya.
saat itu seseorang masuk,Bastian menoleh dan dia melihat ayahnya dengan wajah sulit ditebak.
"ehβ¦a-ayah"bastian tersenyum kikuk melihat ayahnya duduk disampingnya sambil memijat pelipisnya.
"kenapa kau sangat ceroboh"ucapnya menatap bastian tajam.
"maaf pa"bastian menghindari tatapan ayahnya.
"kau anak dari keluarga burhan!!"bastian hanya bisa memejamkan matanya saat ayahnya meninggikan suaranya.
Burhan hanya bisa menghembuskan nafasnya"kau tahu kan musuh papa banyak diluar sana"burhan menatap bastian sendu,dia takut anak semata wayangnya itu kenapa-kenapa.
bastian merasa bersalah dengan ayahnya"pa,bastian janji tidak akan mengulangi kembali".
"baiklah...tapi kenapa kau bisa jadi begini?"tanya burhan melihat keadaan bastian.
bastian hanya cengengesan"hehehe...itu pa,tadi bastian bantu orang yang dicopet"ucapnya bohong.
burhan mengerutkan alisnya"bener...."burhan tidak percaya dengan ucapan bastian.
bastian tidak tahu harus bilang apa"be-bener pa,masa papa engga percaya sama anaknya sendiri"
"bukan begitu,tapi kan kau pernah membohongi papa"burhan menatap lekat wajah bastian.
"hmmm...ya sudah kau istirahat dulu,papa keluar ada urusan"burhan mengusap kepala bastian lembut,dan beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Bastian hanya menganggukkan kepalanya"maaf pa,bastian bohong lagi sama papa"batinnya.
πππππππππππππππ
Di rumah utama....
diruang kerja,ansel duduk di sofa dengan wajah gembira,dia sudah lama mencari seseorang yang berani membunuh keluarganya dan sekarang dia bisa membalaskan kematian keluarganya.
Ansel menatap lekat poto keluarganya dengan wajah sendu,dia berfikir jika dia membalas kematian keluarganya maka mereka bisa beristirahat dengan tenang.
saat Ani dan pengawal membawa salah satu tahanan,Ami tidak sengaja melihat mereka dia terkejut melihat tahanan tersebut,dia pikir dia sudah mati karena memakan makanan yang sudah dicampur dengan racun.
Ami yang bingung langsung menghampiri ani"Ani...."teriak Ami berlari kearah Ani.
Ani menoleh dan berhenti melihat Ami berlari kerahnya"kenapa mba?"tanya Ani.
"ka-kamu mau bawa kemana dia?"tanya ami ngos-ngosan.
Ami membulatkan matanya terkejut"apa!!"teriaknya.
Ani dan para pengawal terkejut"mba kenapa berteriak?seharusnya kan mba senang jika tuan mengetahui dalang dari semua ini"
Ami memegang tengkuk lehernya"i-iya mba senang kok,saking senengnya mba berteriak"ucapnya.
Ani menggelengkan kepalanya"ya sudah...Ani pamit mau keruangan tuan ansel"
tinggallah Ami sendirian dengan pikiran yang bingung"gimana nih,gimana?"batinnya bingung.
Ami mengambil ponsel di sakunya dan mencari tempat yang aman untuk menghubungi seseorang"ha-halo gawat!!....salah satu pengawal kita mau memberi tahukan siapa bos kita"ucapnya kepada sang penelepon.
"dasar tidak becus!!baru saja aku memujimu sekarang kamu membuat kesalahan"ucap sang penelepon membentak Ami.
__ADS_1
"seharusnya aku tidak memberimu tugas ini"
saat ami sedang menelepon,Bagas melihat Ami dibelakang pohon dengan gerak gerik yang aneh.bagas pun menghampiri Ami"seharusnya kau...."belum selesai bicara Ami dikejutkan dengan Bagas yang sudah ada dibelakangnya.
"kenapa kau ada di sini?"tanya Bagas.
Ami yang panik melihat Bagas langsung menyembunyikan ponselnya"i-itu saya sedang....."Ami bingung harus bilang apa.
"cih...karena dia pelayan kesukaan tuan ansel dia pikir bisa semena-mena disini"pikir bagas yang iri.
"sudah-sudah kamu pergi kerja"ucapnya.
"ba-baik"Ami lega jika Bagas tidak bertanya hal yang aneh-aneh.
Ami pergi meninggalkan Bagas sendirian"apa bagusnya punya pelayan kayak Ami,yang cantiknya karena dipoles makeup ber cm-cm tidak seperti Ani sudah cantik rajin lagi"batinnya.
πππππππππππππππ
Di suatu tempat......
"tuan saya mendapatkan informasi dari Ami kalau salah satu pengawal kita yang ditangkap oleh ansel,akan memberikan tahukan siapa yang membunuh keluarga ansel"ucapnya.
pria tersebut berdiri dari duduknya dan mencengkram kerah baju pengawal setianya"sudah kubilang!!jangan memberikan tugas ini kepada orang yang bodoh"pria tersebut langsung mendorong tubuh pengawalnya.
"ma-maafkan saya tuan"
"cih... lagi-lagi aku sendiri yang harus turun tangan"pria tersebut pergi meninggalkan pengawalnya.
semoga kalian suka π
dukung selalu author π
__ADS_1