
gavin berjalan gontai keluar menuju hotel sekarang dirinya pulang dengan tangan kosong.saat itu gavin tidak sengaja menabrak seseorang"aduh!"gavin menoleh dan langung meminta maaf"maaf... maaf saya tidak lihat-lihat saat berjalan"ucap gavin bersalah.
pria tersebut mendongakkan kepalanya dan dirinya kaget melihat gavin"gavin"ucapnya antusias sambil memegang erat pundak gavin.
gavin kaget dengan tindakan orang didepannya "siapa ya..?"tanya gavin bingung.
pria tersebut menepuk pundak gavin keras"apa kau lupa dengan teman SMA mu?"
"aku Rangga"ucap Rangga yang senang bertemu dengan gavin.
gavin merasa kaget melihat perubahan temannya itu"apa benar kau Rangga??"tanya gavin tidak percaya.
"iya...aku Rangga,masa kau tidak percaya denganku"ucapnya.
"woahhh....kau sekarang banyak berubah"ucap gavin yang mengingat dulunya Rangga kurus dan dan dekil, tetapi sekarang berbeda Rangga yang sekarang terlihat gagah dan tampan dengan setelan jas yang melekat ditubuhnya.
"kau ngapain kesini??"tanya gavin.
Rangga mendapatkan pertanyaan seperti itu dia langsung merapikan jasnya"kenalin aku Rangga yang mempunyai hotel ini"ucapnya berlagak sombong disusul dengan tawanya.
gavin mendengar jawaban dari Rangga merasa tidak percaya dengan pencapaian temannya"beneran??ini hotel punyamu?"ucap gavin memukul lengan Rangga keras karena saking semangatnya.
__ADS_1
"beneranlah...apa kau melihat wajahku berbohong?"kesal Rangga sambil mengelus lengannya karena sakit dipukul oleh gavin.
"daripada mengobrol diluar mending kita masuk kedalam"ucap Rangga dan gavin menyetujuinya.
saat mereka masuk kedalam hotel,semua karyawan memberi hormat kepada rangga.gavin yang melihat itu semua merasa tidak percaya"wah... ternyata benar ini hotel miliknya"batinnya merasa kagum.
sesampainya diruangan,Rangga mempersilahkan gavin duduk disofa"apa kau mau minum??"tanya Rangga.
"ehh...engga usah repot-repot"
"beneran engga mau minum?"tanya Rangga dan dijawab anggukan kepala oleh gavin"baguslah jadi aku bisa ngirit"ucapnya diiringi tawanya yang garing.
"cih...dasar"kesal gavin.
gavin bingung ingin menjelaskannya"ohh itu... sebenarnya aku datang kesini mengikuti seseorang"ucap gavin.
Rangga merasa aneh dengan sikap gavin"maksudnya?"ucap Rangga bingung.
"kamu tahukan dulu orang tuaku bekerja menjadi seorang pengawal"ucap gavin mengitkan kepada temannya.
"ya ya....aku ingat"
__ADS_1
"saat papa meninggal dia menyuruhku untuk menggantikannya menjadi seorang pengawal"ucap gavin sendu mengingat sosok ayahnya.
Rangga tercengang mendengarnya"tunggu tunggu...jadi sekarang kamu bekerja sebagai pengawal??"ucap rangga dan dijawab anggukan kepala oleh gavin.
"terus apa sangkut pautnya dengan orang yang kau ikuti??"tanya Rangga.
"aku hanya curiga dengannya kalau dia akan mencelakai tuanku,jadi aku mengikutinya untuk memastikan apa itu benar apa salah"ucap gavin.
"apa kau sudah mendapatkan jawabannya dari kecurigaan mu?"tanya Rangga.
"tidak"ucapnya tersenyum kearah Rangga.
Rangga menepuk pundak gavin pelan,dia tahu kalau pekerjaan gavin itu sangat susah.kebayang jika dirinya diposisi gavin belum apa-apa dirinya sudah angkat tangan pikirannya.
"kamu yang sabar,aku tahu pekerjaanmu itu sangat susah"ucap rangga.
gavin hanya menundukkan kepalanya tiba-tiba ada ide terlintas di kepalanya,dia menatap Rangga penuh harapan"Rangga apa kamu bisa bantu aku?"tanyanya.
Rangga mengerutkan keningnya"bantu apa??"bingung Rangga.
semoga kalian suka 😊
__ADS_1
dukung selalu author 🍂