
"Airi..Airi!!"ucap Baron memanggil nama Rina dengan kesal.
"Jangan pernah panggil aku dengan nama itu!!"ucap Rina kesal.
"Hahaha... kenapa?tadi kamu sangat senang jika aku memanggilmu Airi"ucap Baron.
Rina hanya bisa diam menatap Baron dengan tatapan kebencian, sedangkan Baron tersenyum melihat tatapan kebencian dari rina"aku kira kamu sudah berubah tetapi ternyata..."
Baron mendekati Rina dan mencengkeram pipinya kuat membuat Rina kesakitan"kamu hanya berpura-pura!!"ucap Baron.
"Akh!!"Rina kesakitan karena ulah Baron.
Baron melepaskan cengkeramannya tetapi tidak melepaskan tatapannya kepada Rina"hari ini mungkin kamu akan melihat kematian anakmu!!"ucap Baron.
"Apa maksudmu Baron!!"teriak Rina dan ingin menampar wajah Baron tetapi Baron bisa menahan tangan Rina.
"Ini karena ulahmu sendiri dan tanggung akibatnya"ucap Baron dan mengurung Rina di kamar.
Rina berlari ke pintu yang sudah di kunci baron"Baron buka!!jangan kamu sentuh anakku sehelai rambut pun!!"teriak Rina sambil menggedor-gedor pintu.
Para pengawal kebingungan melihat Baron keluar dengan darah yang mengalir di dahinya,Baron yang menjadi sorotan menjadi kesal dan menarik kerah baju salah satu pengawal yang ada disampingnya"apa sudah puas melihat-lihatnya!!"emosi Baron.
Pengawal tersebut hanya bisa meminta maaf menunduk kepalanya tidak berani menatap mata Baron"ck...hubungi Axel"ucapnya dan melepaskan cengkeramannya.
"Ba-baik tuan"ucapnya.
Baron meninggalkan pengawal tersebut dan pergi ke ruangannya untuk mengobati lukanya yang diperbuat oleh Rina, sesampainya didalam ruangan Baron mengobati lukanya dengan sendiri sambil tersenyum sinis karena rencana yang dirinya susun terbongkar.
"Ck...kenapa aku bisa ceroboh!?"ucapnya mengingat akan cintanya kepada Rina.
"Seharusnya aku sudah tahu bahwa dia cuma berpura-pura!"ucapnya kesal dan membanting gelas yang ada di atas meja.
__ADS_1
Saat itu juga terdengar suara ketukan pintu"tok tok tok.."
"Masuk"ucapnya kesal.
Seseorang masuk kedalam dengan pakaian serba hitam"ternyata kau Axel"ucap Baron menatap kedatangan Axel.
"Maaf tuan mengganggu,ada apa tuan memanggil saya?"ucapnya sambil berjongkok memungut pecahan gelas dilantai tapi dihentikan oleh Baron.
"Nanti pelayan yang akan membersihkannya"
"Sekarang kau ikut denganku"ucapnya mengajak Axel ke tempat rahasia.
📍📍📍📍📍📍📍📍📍
Ansel segera menaiki mobil jip dengan disusul Joy yang segera masuk kedalam,mobil jip tersebut melaju dengan kencang pergi meninggalkan Gavin dan Clara.
Gavin menatap mobil jip tersebut perlahan menghilang.
Ansel melangkahkan kakinya tiba tiba ponselnya berdering dan yang menghubunginya adalah Baron.
“ansel kau datang tepat waktu ”ucapnya di iringi tawanya sinis.
“paman kau!!”
“jangan banyak bicara,sekarang kamu masuk kedalam paman menunggu ”ucapnya
Tanpa pikir panjang mereka masuk kedalam,saat didalam mata joy melebar melihat ibunya yang lehernya diikat seperti an*jing dengan kondisi tubuh terluka parah akibat dicambuk.
“mama...”lirih joy.
Saat joy berlari ingin memeluk tubuh rina,Baron menghalangi langkah joy “eitt... tunggu dulu”ucapnya mencengkram tangan joy.
__ADS_1
“paman lepasin!”pinta Joy meronta kesakitan.
Melihat Joy yang kesakitan membuat Ansel murka“ paman lepasin tangan joy!!jika tidak..”
Baron melempar tubuh joy sehingga jatuh tersungkur dibawah“tuh..udah paman lepasin”ucapnya menatap ansel lekat.
Perbuatan Baron dengan joy membuat Ansel marah, ansel kira baron adalah pengganti seorang ayah tetapi itu hanya sebuah kebohongan. Sekarang ansel tahu dibalik keramahan dan kebaikan yang di berikan baron kepadanya.
“apa yang paman mau dari ansel?”tanyanya yang tidak mau bertele-tele.
“paman mau semua kekayaan keluarga Michael ”ucapnya.
Ansel mengepal erat tangannya“ck..aku susah payah menyingkirkan semuanya dan hanya menyisakan seorang yang bisa ku jadikan boneka, tetapi boneka itu malah tidak mau mengikuti perintah ku”
“paman kau!!”ucap Ansel yang sudah mengetahui siapa yang sudah membunuh kedua orang tuanya.
“ya ansel...ya, paman yang sudah membunuh orang tuamu dan juga kakak kembaran mu itu”
“aku yang salah strategi, seharusnya aku membunuhmu bukan kakak kembaran bodoh mu itu ”
Kemarahan ansel sudah berapi api, dirinya tidak menyangka jika orang terdekatnya yang sudah membunuh orang tuanya“brengse*k” ucap ansel mengeluarkan pistol di dalam saku celana.
bukannya ketakutan baron malah tersenyum “tembak saja ansel, sebelum kamu membunuh paman. mereka yang akan mati”ucapnya menyodorkan sebuah pistol kearah Joy.
rina memberontak melihat Joy dalam bahaya“baron kamu jangan sakiti joy”ucapnya.
“ck..berisiknya”ucap Baron.
“jika tidak ingin peluru ini mengenai kepala Joy, buang senjata mu”pinta Baron.
tidak ada cara lain ansel mengikuti perintah baron membuatnya tertawa melihat ansel menjadi boneka dibawah kendalinya.
__ADS_1