Keperawanan Wanita Malam

Keperawanan Wanita Malam
34.Menjalankan rencana


__ADS_3

di dapur rumah utama.....


Ani sedang memasak untuk dua orang yang ditahan oleh ansel,saat itu ami datang dan menghampiri ani.


"itu masak untuk siapa?"tanya ami.


"ini untuk tahanan tuan ansel"ucap Ani sopan karena Ami lebih tua darinya.


Ami menganggukkan kepalanya"Ani aku boleh minta bantuan tidak?"tanya ami.


Ani menoleh kearah ami"bantuan apa?"tanyanya.


"itu tolong buatkan tuan ansel jus jeruk,kan buatan mu ke lebih enak"ucap Ami.


Ani tersenyum"baiklah,tapi aku minta tolong jaga masakannya jangan sampai gosong"pinta Ani


Ami pun mengiyakan perintah Ani,saat Ani sibuk membuat jus jeruk ini kesempatan Ami untuk menjalankan rencananya.dia mengeluarkan botol kecil disaku roknya.


tanpa pikir panjang Ami menuangkan setengah cairan didalam botol kecil tersebut ke dalam makanan"ok...tinggal aduk saja"batinnya tersenyum karena rencananya sudah berjalan dengan mulus."dasar Ani bodoh"batinnya menertawakan ani


"mbak jusnya sudah siap"ucap Ani menghampiri Ami.


Ami langsung memasukkan botol kecil tersebut kedalam saku roknya dengan wajah panik,Ani mengerutkan keningnya melihat tingkah ami"mbak kenapa?"tanyanya.


"ti-tidak papa kok"ucapnya gugup"mana jusnya?"tanya ami.


"di meja sana"tunjuk Ani dan kembali melakukan aktivitasnya.


Ami pun mengambil jus tersebut"makasih ya ani...kalau gitu aku keluar dulu"ucap Ami meninggalkan Ani di dapur.


"kita tunggu drama selanjutnya"batinnya tersenyum puas.


•••••••••••••*


di ruang kerja ansel.....


ansel sedang duduk diam menatap foto keluarganya yang besar terpajang di dinding dengan sendu ansel mengingat keluarganya yang telah meninggal, saat itu dia mendengar suara ketukan pintu membuat ansel tersadar dari lamunannya.


"masuk"ucap ansel mengusap air matanya agar tidak ketahuan menangis.


Ami datang dengan membawa minuman jus jeruk,"tuan ansel ini minum dulu"ucapnya menaruh gelas diatas meja.


ansel mengerutkan keningnya"kapan saya menyuruhmu untuk membuat jus jeruk"ucapnya merasa aneh dengan sikap Ami belakangan ini.


"ini kan sudah kebiasaan tuan meminum jus jeruk"ucap Ami.


ansel tersenyum sambil memijat pelipisnya"ohh...baiklah taruh saja disana"ucap ansel.

__ADS_1


"kalau gitu saya pamit undur diri"ucap Ami.


diluar ruangan Ami tersenyum melihat ansel yang baginya sangat bodoh.dia hanya akan menanti kabar kedua tahanan tersebut mati.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


di rumah sakit.....


Bastian tersadar dari pingsannya dia merasakan sakit disekujur tubuhnya"akh...


saat bastian ingin bangun dia dibantu oleh seseorang,Bastian menoleh kearahnya berharap itu Joy ternyata bukan.itu ibunya Bastian.


"mama..."ucapnya.


Rumi menoleh kearah Bastian dan menatapnya tajam,Bastian pasrah apa yang akan terjadi"baru ingat mama!!pulang ke rumah engga karuan,ini pulangnya bawa luka!!bikin Mama emosi saja"ucapnya memarahi anaknya.


Bastian hanya diam"ya..maaf ma"ucapnya.


Rumi menghembuskan nafasnya"bukan kamu yang dimarahi sama papa saat luka gini tapi mama,kenapa kamu tidak nurut sama mama?"ucapnya.


"tapi ma..."Rumi langsung menutup mulut Bastian dengan telunjuk tangannya.


"suttt...."ucapnya agar Bastian diam


"kamu tahu kan seberapa khawatirnya kami saat kamu masuk ke rumah sakit?lebih baik sekarang kau turuti apa yang mama suruh,awas saja ngelawan lagi!!"ucap nya geram.


"baik ma..."ucap Bastian pasrah karena dia sangat sayang kepada ibunya.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Ani masuk ke gedung membawa makanan,tetapi dia dihadang oleh pengawal ansel"apa urusan kau datang kesini?"tanyanya datar.


Ani mengangkat nampan yang ada makanan dibuat olehnya tadi,"tuan ansel menyuruh saya memasak untuk dua tahanan"ucapnya.


pengawal ansel mengerti dan membiarkan Ani masuk,di dalam Ani melihat dua pria yang sedang diobati lukanya oleh seorang perawat,Ani merasa iba dengan mereka"pasti sakit"batinnya melihat luka-luka di tubuh mereka.


saat Ani masuk kedalam sel perawat tersebut berdiri"baiklah...saya sudah mengobati lukanya,nanti saya kembali lagi melihat kondisinya"ucapnya dan pergi dari sel.


Ani pun mendekat ke arah mereka dan memberikan makanan"ini kalian makan dulu"ucapnya.


kedua pengawal tersebut saling tatap"tapi kenapa tuan ansel baik kepada kami"ucap salah satu pria kepada Ani.


Ani tersenyum kepada mereka"itu karena tuan ansel orangnya baik,di depan dia terlihat seperti iblis tapi nyatanya dia seorang malaikat"ucap Ani.


kedua pria tersebut hanya menundukkan kepalanya,mereka sangat menyesal karena tergiur dengan selembar uang mereka mendukung seorang pembunuh,dan kini nyawa keluarga mereka ada ditangan bosnya.


salah satu dari mereka meneteskan air matanya karena menyesal"jika saja saya tidak tergiur akan uang pasti keluarga saya akan baik-baik saja"ucapnya menyesal.

__ADS_1


Ani mengerti dengan perasaan mereka"penyesalan selalu datang diakhir,buat apa sekarang menyesal?nasi sudah jadi bubur.kalian yang tabah"ucap Ani memberikan makanan tersebut kepada kedua pria itu"silakan makan"ucap Ani.


saat Ani ingin keluar dari sel dia tangannya ditahan oleh salah satu pria tersebut"aku ingin sekali membantu tuan ansel tapi aku tidak berani"ucapnya.


"jika kau ingin membantunya bilang siapa dalang dari semua ini,itu saja sudah membuat tuan ansel senang"ucap Ani.


pria tersebut sedang memikirkan sesuatu"bolehkah aku bertemu dengan tuan ansel"pintanya.


Ani tersenyum jika pria tersebut mau mengakui siapa tuannya"baik aku hubungi tuan dulu"Ani langsung mengambil ponsel disaku roknya dan menghubungi ansel.


•••••••••*


ansel sedang duduk memikirkan dua tahanannya,apa yang dia lakukan untuk mereka?.saat itu ansel mendengar ponselnya berdering dia pun mengambilnya.


"halo"ucap ansel.


"tuan maaf mengganggu,saya Ani"ucapnya.


"ya...ada apa?"tanya ansel.


"tuan,salah satu tahanan tuan ingin bertemu dengan tuan.mungkin dia akan memberitahukan siapa dalangnya"ucap Ani.


ansel langsung berdiri dari duduknya karena kaget sekaligus senang"itu berita bagus,suruh para pengawalku untuk membawanya ke rumah utama"ucap ansel dan mengakhiri panggilannya.


"bagus, sekarang aku akan tahu siapa pembunuh dari keluargaku"ucapnya senang.


•••••••*


Ani tersenyum"kau tunggu disini,aku akan memanggil para pengawal"ucap Ani.


saat Ani sedang memanggil para pengawal,teman dari pria tersebut menatap temannya"apa kau gila!!jika kau memberitahukan siapa bos kita ,maka nyawa keluargamu dalam bahanya"ucapnya mengingatkan kepada temannya.


pria tersebut tersenyum"aku sudah sangat berdosa telah mendukung bos kita,sekarang aku ingin ke jalan yang benar walau aku dan nyawa keluargaku dalam bahaya"ucapnya menerima takdirnya.


temannya hanya menggelengkan kepalanya"apa kau ingin ikut?"tanyanya.


"tidak!aku tidak mau mati"ucapnya.


tak beberapa lama Ani datang dengan membawa para pengawal,pengawal ansel membawa pria tersebut ke rumah utama untuk bertemu dengan ansel.


Ani menoleh ke salah satu teman pria tersebut"apa kau tidak mau ikut?"tanyanya.


pria tersebut menundukkan kepalanya"maafkan saya,saya tidak mau melihat keluarga saya dalam bahaya"ucapnya.


Ani mengerti"baiklah...aku mengerti kau duduk disini,dan makanlah agar tidak terjadi sesuatu denganmu"ucap Ani dan pergi meninggalkan sel tersebut.


semoga kalian suka 😊

__ADS_1


dukung selalu author 🍂


nah masih ingat engga siapa itu Ani sama ami?


__ADS_2