
"gavin tunggu aku"teriak clara kewalahan menarik kopernya sendirian.
gavin tidak menghiraukan teriakan clara yang baginya sangat menggangu di telinganya dan dia terus berjalan tanpa menoleh ke arah clara,clara yang di abaikan seperti itu jadi kesal.
"gavin kenapa kau tega mengabaikan wanita lemah ini?sungguh teganya dirimu teganya teganya teganya teganya teganya…oooo…pada diriku"ucapnya bersandiwara agar gavin kasihan dengannya,tapi gavin tidak perduli dengan clara.
clara jadi geram karena gavin mengabaikannya"gavin dari tadi aku memanggilmu!!cih…apa kau tidak punya kuping?hello… gavin!"teriak clara.
gavin menghela nafasnya dia berbalik dan mendekat ke arah clara"panggil namaku dengan sopan!"ucapnya penuh penekanan.
clara menaikan salah satu alisnya"terus aku memanggilmu apa?pak gavin?mr.gavin?bapak bapak?atau om?"kekeh clara membayangkan dia memanggil gavin dengan sebutan om om.
gavin menghela nafasnya sabar"tuan kenapa kau meninggalkanku dengan wanita gila ini"batin gavin meratapi nasibnya.
"terserah!!"ucap gavin merampas koper yang dibawa clara dan pergi meninggalkan clara.
clara tersenyum karena gavin mau membantu membawa kopernya,dia berjalan mengikuti langkah gavin.
"om gavin kita mau kemana sekarang"ucap clara menahan tawa.
gavin mendengar clara memanggilnya om gavin langsung menatapnya dengan tajam"apa kau bosan hidup"ucapnya kesal.
"wowowow…masalah hidup mati itu cuma tuhan yang tahu,kenapa kau jadi kesal begini?"ucap clara memasang wajah polos.
gavin memalingkan wajahnya"jangan memanggilku om"ucapnya datar.
clara menahan tawa mendengar tuturan dari gavin"terus aku memanggil kau apa"tanya clara.
"terserah tapi jangan memanggilku om dan yang lain"ucapnya sambil mencari taksi yang lewat.
"kalau sayang"gumam clara.
"apa?"tanya gavin yang mendengar samar samar yang diucapkan clara.
"tidak tidak apa…hehehe"ucap clara sadar apa yang dia katakan tadi.
"aneh"gumam gavin menggelengkan kepalanya.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
di perjalanan ansel dan joy ke kampus…hanya keheningan yang tercipta didalam mobil,joy menghela nafas"huh..bosan"gumam joy dalam hati.
joy menoleh kearah ansel yang sedang fokus menyetir ia terpukau melihat ketampanan ansel"maha karya"batin joy tersenyum sembari menatap wajah ansel yg tampan.
ansel yang tahu joy sedang menatapnya sambil tersenyum,dia menyunggingkan bibirnya"jangan menatapku seperti itu,aku tahu aku tampan"ucapnya masih fokus menyetir.
joy langsung memalingkan wajahnya,dia sangat malu karena ansel tahu apa yang dia pikirkan"joy apa yang kau pikirkan"batinnya yang malu.
"jangan malu,kau boleh terus memuji ketampanan ku ini yang tidak ada tandingannya"ucapnya menoleh sekilas ke arah joy.
__ADS_1
joy tersenyum kikuk mendengar tuturan ansel,mereka pun sampai di kampus,saat joy ingin turun dari mobil tangannya ditahan ansel,joy menoleh ke arah ansel"ada apa?"tanyanya.
ansel menghela nafasnya"apa kau tidak berterimakasih denganku?karena sudah mengantarmu"ucap ansel kepada joy.
joy yang baru tahu apa yang ansel minta dia tersenyum manis kepada ansel"terimakasih karena sudah mengantarku"ucap joy.
ansel melihat joy tersenyum manis dia langsung menarik joy dan mel*mat bibir joy yang menggoda itu,joy terkejut dengan tindakan ansel yang tiba-tiba,joy memukul dada ansel agar berhenti mel*mat bibirnya tapi bukannya ansel berhenti dia malah menarik tengkuk leher joy dan mendalam ciuman tersebut.
nafas joy hampir habis karena ansel terus mel*mat bibirnya,tidak ada cara lain joy menggigit bibit ansel agar berhenti"aow…"ansel menghentikan aktivitasnya karena ulah joy.
ansel menatap joy tajam"apa yang kau lakukan"ucap ansel mengusap bibirnya yang sakit karena ulah joy.
joy menundukkan kepalanya karena takut ansel akan marah"maaf saya harus kuliah"ucap joy.
ansel memejamkan matanya,dia baru ingat kalau joy harus kuliah"turunlah"ucapnya kepada joy.
joy mendongak dan menatap ansel"iya kau boleh turun"ucap ansel.
joy melebarkan senyumannya dan dia langsung mengecup pipi ansel"makasih"ucap joy langsung turun dari mobil.
ansel diam membeku dia meraba bekas kecupan joy"kenapa aku gemeteran"ucap ansel tersenyum mengingat joy mencium pipinya.
•••••••••••••••*
saat joy memasuki gerbang semua orang menatapnya,dengan tatapan yang sulit ditebak"kenapa mereka menatapku seperti itu"gumam joy di dalam hati.
joy berjalan sambil menundukkan kepalanya karena semua orang menatap joy membuatnya canggung.
"eh ya…bener-bener"saut temannya.
"cih…lihat dia seperti orang yang tidak tahu malu"ucapnya merasa jijik melihat joy.
"dan sekarang dia memakai pakaian tertutup cih…"ucapnya.
"dasar sok suci"timpal temannya yang sangat geram dengan joy.
berbagai bisikkan mereka ucapkan,joy merasa aneh dengan sikap teman-teman di kampus,biasanya mereka akan bertanya keadaan joy tapi ini sebaliknya semua orang yang ada di kampus menatap joy dengan tatapan sulit di tebak.
"kenapa dengan mereka?"gumam joy dalam hati.
joy tidak menghiraukan temannya yang menatapnya dengan aneh,dia terus berjalan menuju ruangan rektor.
sesampainya joy di ruangan rektor dia dipersilakan duduk"silakan duduk"ucapnya kepada joy.
joy pun duduk di kursi yang sudah disiapkan"terimakasih pak"ucap joy sopan.
"bapak dengar kamu jarang kuliah kenapa?"tanyanya
wajah joy pias dia bingung harus bilang apa"emm…itu pak,saya sedang keluar pergi liburan"ucapnya mencari alasan.
__ADS_1
"benarkah,terus ini apa?"tanyanya memberikan sebuah poto kepada joy.
joy mengerutkan alisnya,dia mengambil poto tersebut saat joy melihat poto itu dia membulatkan matanya karena terkejut"ini…ini kan…"batin joy kaget.
joy mengalihkan pandangannya dari sebuah poto yang ia pegang,dan menatap rektor dengan wajah pucat.
"joyla bapak tidak menyangka kau akan melakukan hal memalukan itu,yang bapak tahu kau anak yang baik-baik dan dari keluarga terhormat,apa kau tidak kasihan dengan kedua orang tuamu?mereka akan menanggung rasa malu karena ulah mu joyla"ucapnya kepada joy.
joy tidak bisa berkata-kata,bibirnya terasa kaku di gerakkan dia hanya bisa menundukkan kepalanya.
"joyla dengan terpaksa bapak mengeluarkan mu dari kampus ini, karena ulahmu bisa membuat nama kampus ini tercemar"ucapnya.
joy mendongakkan kepalanya mendengar tuturan dari rektor"pak saya mohon jangan keluarkan saya dari kampus"ucap joy terkejut dengan ucapan dari rektor.
"maaf joyla bapak harus mengeluarkan mu dari kampus"ucapnya sedih.
"tapi pak…saya mohon"air mata joy yang ia tahan keluar tanpa ijin.
"joyla maafkan bapak,kau tahu bapak dan ayahmu berteman baik tapi bapak tidak bisa membantumu karena ini sudah peraturan dari kampus,maafkan bapak"ucapnya memegang tangan joy.
"tapi pak…joy melakukan itu karena terpaksa"ucap joy di sela tangisannya.
"maksudnya?terpaksa kenapa?"ucapnya bingung dengan jawaban joyla.
joy menceritakan semuanya dari dia terpaksa menjadi wanita malam untuk membiayai operasi kedua orang tuanya dan juga pihak dari bank menyita rumah dengan semua fasilitasnya karena margan meminjam uang dari bank dengan jumblah banyak dan tidak bisa mengembalikannya.
joy menangis tersedu-sedu karena mengingat ayahnya yang sudah meninggal"apa!…jadi margan sudah meninggal"ucapnya tidak percaya mendengar cerita joy.
joy hanya menganggukkan kepalanya,dia tidak bisa menggerakkan bibirnya"joyla maafkan bapak,bapak tidak tahu kalau margan sudah meninggal"ucapnya kepada joy.
"pak joy mohon jangan keluarkan saya"ucapnya sedih.
ia menghembuskan nafasnya"joy bapak tidak bisa membantumu,karena ini sudah peraturan,maafkan bapak"ucapnya sendu.
joy mengusap air matanya,dia berusaha tetap tegar"baik pak,kalau begitu saya pamit keluar"ucap joy beranjak dari duduknya.
"tunggu joy,apa nanti kau ada waktu"ucapnya kepada joy.
joy mengusap air matanya yang masih keluar"kenapa bapak bertanya seperti itu"ucapnya bingung.
"bapak hanya ingin menemui makam ayahmu,dan meminta maaf karena aku sebagai temannya tidak mengetahui dia sudah meninggal"ucapnya sendu.
joy tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya"baik pak,nanti joy akan menelpon bapak jika ada waktu"ucap joy.
"kalau begitu joy pamit dulu"ucap joy pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"huh…margan lihat putrimu sekarang,dia sudah besar dan dia sudah bisa memegang tanggung jawab yang besar,margan maafkan aku,maafkan aku"ucapnya sedih mengetahui kalau margan sudah meninggal.
semoga kalian suka😊
__ADS_1
dukung slalu author🍂
sopanlah berkomentar🙏🙏