
"joy apa aku harus ikut denganmu besok?"ucap clara membantu joy berkemas.
"iya…apa kau tinggal disini bersama orang tuamu?"tanya joy menghentikan aktivitasnya dan menatap clara.
"tidak,kedua orang tuaku tinggal di desa dan aku disini tinggal sendirian"ucapnya menoleh ke joy.
"baguslah…kau harus ikut dengan ku besok"ucap joy dad dijawab anggukan kepala oleh clara.
saat mereka selesai berkemas joy dan clara memutuskan tidur karena sudah malam.
"joy kamu tidur sebelah sana aku tidur sebelah sini"ucap clara yang terbiasa tidur ditepi ranjang.
joy menggelengkan kepalanya"kau yang tidur sebelah sana aku tidak terbiasa tidur dekat tembok"ucapnya.
"tapi…baiklah"ucapnya mengalah karena clara menganggap joy saudarinya.
mendengar jawaban iya dari clara joy tersenyum manis,mereka pun tidur satu ranjang,joy terus memaksa memejamkan matanya tapi dia tidak bisa,sedangkan clara tidur terlelap di sebelahnya.
joy beranjak dari kasur dan pergi ke dapur mengambil air putih,saat joy minum air ponselnya berdering dia segera mengambil ponselnya dan melihat layar ponsel'milan'.
"kenapa milan meneleponku malam-malam"batin joy bingung.
"halo milan…ada apa malam-malam meneleponku"tanya joy kepada milan.
"joy kau ada dimana?aku pergi ke rumahmu tapi kau tidak ada dan rumahmu terlihat sepi"ucap milan.
joy memutar otak mencari alasan,dia menggigit jarinya"itu…karena…aku…"joy bingung harus bilang apa ke milan.
"joy kenapa kau berubah sekarang?tidak seperti dulu yang selalu terbuka dengan ku!ada apa joy?"ucap milan tiba-tiba membuat joy merasa bersalah.
joy menghembuskan nafasnya"milan…maafkan aku"ucapnya menyesal.
"sudahlah…aku menelpon mu karena kau dipanggil oleh rektor dan besok kau harus kuliah"ucap milan memberikan informasi kepada joy.
joy mengerutkan alisnya"kenapa aku bisa dipanggil oleh rektor"tanya joy bingung.
"aku juga tidak tahu,tapi besok kau harus kuliah"ucap milan.
joy menghembuskan perlahan"hmm…baiklah"ucap joy .
"baiklah,semoga kita bertemu di kampus"ucap milan mengakhiri panggilannya.
joy masuk kedalam kamar dengan lunglai,dia duduk dikasur dan memikirkan perkataan milan di telepon.
"kenapa rektor memanggilku?apa ada masalah?"batin joy bingung dan ketakutan.
joy mengusap wajahnya kasar"tenang joy besok akan baik-baik saja"batin joy menenangkan dirinya sendiri.
joy merebahkan tubuhnya dikasur dan langsung tidur.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Di pagi hari…
__ADS_1
ansel dan gavin sudah di kontrakan joy.
"apa kalian sudah siap?"tanya ansel.
"sudah"ucap clara mendorong kopernya.
gavin melihat joy dan clara membawa dua koper yang cukup besar,gavin menghampiri mereka.
"biarkan saya membawa kopernya"ucapnya kepada joy dan clara.
clara melebarkan senyumannya"nah gitu dong…ini baru namanya pria "ucapnya tanpa malu dan memberikan kopernya kepada gavin,gavin hanya bisa menghela nafasnya.
"tidak usah"ucap joy canggung.
"tidak apa nona biar saya yang membawanya"ucapnya memaksa.
joy pasrah dan memberikan kopernya kepada gavin,sementara ansel mengandeng tangan joy dan mengajaknya ke mobil.
"gavin apa kau sudah selesai menaruh kopernya?"tanya ansel.
"sebentar tuan"jawab gavin.
ansel membukakan pintu mobil untuk joy"ayo masuk"ucap ansel lembut.
joy heran dengan sifat ansel"tapi bagaimana dengan bu zila"tanya joy.
ansel mengerutkan alisnya"bu zila?siapa dia?"tanya ansel kepada joy.
"bu zila dia yang mempunyai kontrakan"ucap joy.
gavin yang mendengar percakapan ansel dan joy hanya bisa menghela nafasnya kasar,clara yang mendengar gavin menghela nafas dengan kasar langsung menghampirinya.
"yang sabar ini ujian"ucap clara sengaja mengejek gavin dan langsung masuk kedalam mobil.
"awas aja kau!"batin gavin geram.
"kenapa masih diam?cepetan masuk"ucap ansel kepada joy yang bengong menatapnya.
ansel mendekatkan wajahnya ke telinga joy"aku tahu kalau aku terlalu tampan"bisik ansel dan menatap wajah joy yang memerah.
"itu kan yang ingin kau katakan"tanya ansel.
joy menggelengkan kepalanya"bukan itu"ucapnya.
ansel mengerutkan alisnya"terus apa yang ingin kau katakan?"tanyanya.
"aku tidak bisa ikut dengan kalian,aku harus kuliah"ucap joy.
ansel hanya diam tanpa ekspresi membuat joy takut"gavin turunkan kopernya,kau suruh pengawal menjemput kalian…aku yang akan memakai mobil ini"ucapnya tiba-tiba.
gavin membulatkan matanya mendengar perintah dari ansel,sudah susah payah dia mengangkat koper besar dan berat memasukkannya kedalam mobil,sekarang dia disuruh mengeluarkannya.
sedangkan clara mendengar perintah dari ansel kepada gavin jadi bingung,dia turun dari mobil dan mendekat ke arah joy.
__ADS_1
"joy ada apa"bisik clara kepada joy dan di jawab gelengan kepala oleh joy.
gavin pasrah dan menuruti perintah ansel"tuan anda kenapa?"batin gavin bingung.
selesai gavin menurunkan kopernya dia menghampiri ansel"tuan saya sudah selesai menurunkan kopernya"ucapnya.
ansel menoleh ke arah gavin"berikan kuncinya"ucapnya datar.
gavin memberikan kunci mobilnya kepada ansel,dan ansel mengambil kunci tersebut dia menarik tangan joy memaksanya masuk ke dalam mobil di susul dia masuk ke mobil dan pergi meninggalkan gavin,clara beserta koper-koper.
"tunggu-tunggu kita ditinggalkan? WHY!!"ucap clara kesal.
gavin meraba jasnya dan saku celananya mencari sesuatu,sedangkan clara yang dari tadi mengoceh tanpa arah menoleh ke arah gavin dan mengerutkan alisnya bingung.
"apa yang kau cari?cih…kita di tinggalkan disini dan kau sibuk sendiri"tanya clara dan gavin masih sibuk meraba jasnya.
"hello…punya kuping gak?dari tadi aku bicara bukannya dijawab malah sibuk sendiri"ucap clara kesal.
"dasar es"gumam clara.
gavin menoleh ke arah clara tanpa ekspresi"dasar cerewet!!gara-gara kau ponsel ku ketinggalan di mobil dan ini semua salah kau!!"geram gavin.
clara mengedip-ngedipkan matanya bingung"kenapa jadi salahku?yang salah itu kau!!"ucapnya tak mau kalah.
gavin pergi meninggalkan clara membawa koper joy saja sedangkan kopernya clara ditinggalkan.
"wow…koperku kenapa engga dibawa"geram clara.
"punya tangan buat apa?"ucapnya tanpa menoleh ke arah clara.
"cih…sok keren!!pinyi tingin biit ipi?"ucapnya menirukan suara gavin.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
di dalam mobil…
"tuan,kita mau kemana?kenapa kita meninggalkan clara dan gavin"ucap joy bingung.
ansel tersenyum sinis"kau memanggilku tuan,sedangkan memanggil pengawal ku dengan namanya gavin!!"ucapnya geram dan menancapkan gas.
joy memegang seat belt karena ketakutan"maafkan aku…tolong pelankan mobilnya"ucapnya ketakutan.
ansel menoleh ke arah joy,dia merasa iba melihat joy ketakutan dan dia mengikuti apa yang joy suruh.
"aku ingin kau memanggil namaku,dimana pun dan kapanpun itu"ucapnya kepada joy.
"baik"ucap joy menurut.
"dan kau bertanya kita mau kemana?aku hanya akan mengantarmu ke kampus"ucapnya fokus menyetir.
joy tersenyum mendengar jawaban ansel"sudah jangan terharu,aku memang baik orangnya"ucap ansel membanggakan dirinya sendiri.
semoga kalian suka😊
__ADS_1
dukung slalu author🍂
sopanlah berkomentar🙏🙏