
dirumah utama...
Bagas yang mendapatkan perintah dari ansel untuk mengecek keadaan rumah belakang langsung menuju ke sana.
sesampainya di rumah belakang,Bagas melebarkan matanya melihat Ami menampar,memukul, menjambak semena-mena terhadap pelayan yang lain.
tanpa pikir panjang Bagas melangkahkan kakinya lebar menuju kearah Ami"apa yang kau lakukan!!"teriak Bagas.
Ami yang mendengar teriakan Bagas langsung menghentikan aktivitasnya"Ami!apa yang kamu lakukan!?kenapa kamu memukul mereka!"ucap Bagas yang emosi.
dia sebagai kepala pelayan merasa malu karena tidak pernah menertipkan bawahannya.
"jawab!!"emosi Bagas karena Ami hanya diam saja.
"i-itu karena mereka tidak becus bekerja,jadi saya hanya menertibkan mereka saja "ucap Ami.
Bagas menatap para pelayan yang tadi dipukul oleh Ami, tetapi mereka hanya menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata Bagas.
"itu adalah pekerjaan saya untuk mengawasi dan menertibkan mereka termasuk kamu!"
"apa hakmu?"kesal Bagas.
Ami hanya menundukkan kepalanya"maafkan saya"hanya itu yang keluar dari mulutnya.
Bagas memejamkan matanya menahan emosi"jika Saya melihatnya lagi,saya tidak segan-segan melakukan yang lebih terhadapmu!"peringatan Bagas.
"baik tuan"ucapnya tetapi didalam hatinya Ami mengutuk Bagas yang berani mempermalukan dirinya.
__ADS_1
"baiklah...kamu boleh pergi dan lanjutkan pekerjaan mu"ucap Bagas.
Ami menundukkan kepalanya memberi hormat dan pergi meninggalkan Bagas.
"awas saja kau!!"batin Ami.
"dan untuk kalian jangan dulu bekerja obati luka lebam di pipi kalian"ucap Bagas.
"terimakasih tuan"ucap mereka serempak.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Baron mencengkeram kuat kedua lengan Rina"sakit...lepaskan aku"teriak Rina.
"apa melepaskan mu?tidak sayang,aku sudah menunggu begitu lama agar bersamamu dan akhirnya tercapai juga"ucapnya dengan senyuman sinis terukir di bibirnya.
"Airi..."
"jangan panggil aku dengan nama itu!"kesal Rina.
"hohoho...baiklah kalau begitu Rina"ucap baron.
"kenapa kau lebih memilih margan daripada aku yang sempurna ini"
"apa aku sebodoh itu!?memilih orang bejat sepertimu"
"margan lebih baik darimu!dia suami yang terbaik untuk anakku"
__ADS_1
"hahaha..."tawa baron yang nyaring.
"saat kamu berbicara soal anak,aku sudah bertemu dengan anakmu"ucapnya melepaskan cengkeramannya dan berjalan mendekat kearah ranjang dan duduk disana.
"joyla"ucap Baron menyebutkan nama joy.
Rina menatap tajam kearah Baron"jangan berani kamu menyentuh anakku"peringatan rina.
"apa kamu tahu, anakmu sangat cantik seperti dirimu tapi sayangnya dia anak hasil buah kamu dengan margan.sudah seharusnya mati benarkan"tanyanya kepada Rina.
"Baron!!aku peringatkan sekali lagi,jangan berani kamu menyentuk anak kesayanganku!"
"kesayangan??"
"apa kamu tahu,anakmu itu pernah bekerja sebagai wanita malam"
bak seperti disambar petir dengan pernyataan yang dikatakan oleh Baron"itu tidak benarkan"ucapnya memegang dadanya yang sakit.
"untuk apa aku berbohong sayang?"ucapnya memberikan sebuah foto Joy yang mengenakan lingerie seksi.
Rina yang tidak tahu harus percaya dengan perkataan Baron atau tidak,tetapi ini membuatnya sakit hati.anak yang ia sayangi dan dibanggakan sudah berani berbohong kepadanya.
keluarlah cairan bening yang mengalir keluar dari mata Rina sambil menggenggam foto itu"aku tidak percaya! anakku Joy tidak akan melakukan hal ini"ucapnya kepada Baron.
"terserah percaya atau tidak itu bukan urusanku!"tegasnya dan pergi meninggalkan Rina yang menangis tersedu-sedu.
semoga kalian suka 😊
__ADS_1
dukung selalu author 💪