
semua pelayan yang ada di rumah utama merasa terkejut karena Ani bisa menghianati ansel,tetapi di benak hati yang paling dalam mereka merasa kasihan dengan Ani mereka tidak bisa membantu Ani karena jika ada yang menentang keputusan ansel mereka akan dalam bahaya.
Ani melewati para pelayan dengan menundukkan kepalanya dia sangat malu bercampur sedih.Ani pikir para pelayan akan membicarakannya dibelakangnya,Ani pasrah jika dia mati akan seperti ini baginya jika keluarganya aman dia bersyukur.
"tidak apa aku mati seperti ini…papa mama baik-baik saja disana Ani pamit"batinnya disaat dia akan di buang di hutan dia tidak bisa melihat wajah orang tuanya yang terakhir kalinya.
Ani masuk ke mobil dan mobil tersebut melaju meninggalkan rumah utama, disisi lain Ami tersenyum melihat kepergian ani"selamat tinggal ani"sinis Ami.
Baron merasa ragu ingin mengetuk pintu ruangan ansel,tapi dia memberanikan diri"tok tok tok…baron pun memutar perlahan gagang pintu.Dia melihat ansel berdiri di jendela melihat taman dibelakang rumah.
"ansel"panggil Baron khawatir.
ansel dengan cepat mengusap air matanya yang menetes,ansel berbalik dan tersenyum kearah baron.Baron tahu jika ansel menangis dia mendekat kearah ansel dan menepuk pundak ansel.
"kamu yang tabah"ucapnya dan dijawab anggukan kepala oleh ansel.
Baron mengajak ansel duduk di sofa"kita tidak tahu kalau berakhir seperti ini,Hidup itu seperti sekotak cokelat. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan kamu dapatkan.Jadi paman minta kamu jangan bersedih"ucap baron.
__ADS_1
tetapi ansel tetap diam,Baron membuang nafas panjang"kamu istirahat saja biar kau baikan,paman akan pulang"Baron beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ansel.
ansel menyenderkan kepalanya di sofa dan memejamkan matanya.saat itu Baron melihat Ami menari dengan enerjik di taman,Baron yang merasa aneh menghampiri Ami.
"kenapa kau disini?dan tidak melakukan pekerjaanmu?"ucap baron tiba tiba.
Ami langsung berhenti dan berbalik,Ami terkejut melihat Baron didepannya"maafkan saya tuan"ucapnya membungkuk memberi hormat.
"saya tanya kenapa kau disini dan tidak bekerja?"tanyanya sekali lagi.
"sana pergi lakukan pekerjaan mu"
Ami langsung pergi dengan wajah pucat"dasar pelayan disini tidak disiplin"batin baron.
hari berganti dengan malam hari....
di rumah utama para pelayan menyiapkan makan malam untuk ansel,para pelayan berbaris di meja makan menanti ansel datang,tetapi ansel tidak datang membuat para pelayan kebingungan.Begitupun dengan bagas tidak biasanya ansel seperti ini.
__ADS_1
bagas pun pergi keruangan ansel,sudah berulang kali Bagas mengetuk pintu namun tidak ada sautan dari ansel.Bagas memberanikan diri untuk melihat keadaan ansel.
saat Bagas memutar gagang pintu, pintunya tidak bisa di buka karena terkunci didalam Bagas pun mengerti jika ansel membutuhkan waktu untuk merenungkan pikirannya.
di dalam ansel diam dengan tatapan kosong,sudah lama ansel diam di ruangannya ansel berdiri dari duduknya dan melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 12 malam.Ansel pun pergi ke kamarnya untuk tidur.
di dalam kamar ansel tidak bisa tidur dia merasa sesak didalam,ansel pun mengambil kunci mobil dan pergi ke garasi dia melajukan mobilnya meninggalkan rumah utama.
di mansion.....
semua orang sudah tertidur pulas termasuk joy.saat itu seseorang masuk kedalam kamar joy dia menatap wajah joy dengan lembut.saat melihat wajahnya dirinya merasa tenang dia mengusap wajah joy perlahan.
dia pun tidur di samping joy dan memeluknya dari belakang dia bisa mencium wangi stoberi yang sangat segar,akhirnya ansel bisa tidur dengan tenang.
semoga kalian suka 😊
dukung selalu author 🍂
__ADS_1