
Zekay langsung masuk ke dalam sebuah kamar yang dimana di sana ada Key'li yang sedang sama dia juga mabuk, tak hanya itu Key'li juga sengaja Oppa Jonathan jebak, karna Oppa Jonathan melakukan ini semua demi kebaikan Gibran tentunnya, tak hanya itu Key'li juga dari kelurga Makenzie.
Jadi jika Gibran ini sudah melakukan hal yang tidak di inginkan kedunnya, semua ini akan berjalan lebih mudah untuk Gibran masuk ke dalam keluarga Makenzie, dan juga untuk mengambil separuh harta keluarga Lazurdy dari kelurga Makenzie yang dulu sudah diam-diam membawa kabur uang perusahaan milik Oppa Jonathan.
Tapi itu semua salah paham, alis masih dalam rahasia besar dari keluarga Lazurdy dan juga Makenzie maupun Aforshof. Rahasia ini masih Oppa Jonathan tutup-tutupi dari sang cucu yaitu Gibran, dan yang tau rahasia besar ini adalah Abraham dan juga Loche saja. Bahkan Lucky pun tidak tau apa rahasia besar itu, yang dimana Lucky ini adalah Kaka tiri dari Gibran, yang dimana juga kedua orangtuanya Lucky yang sudah tewas dan dengan terpaksa juga Abraham dan Loche ini mengasuhnya, hingga sekarang Abraham dan Loche memiliki seorang anak yang bernama Gibran Vamana Lazurdy.
Brug!
"Bagaimana?" Tanya Bimo di saat Zekay ini sudah keluar dari kamar hotel, dan tentunya sudah menaruh Gibran ke dalam.
"Kau tenang saja, semunnya aman" balasnya
__ADS_1
"Lalu apakah kita harus menunggu?" Tanya Bimo lagi kepada Zekay
"Tidak, Oppa Jonathan sudah memasang sebuah Cctv ke dalam kamar ini ke arah tabletnya, jadi kita tidak perlu untuk menunggunya lagi, karna Oppa Jonathan sudah memantau dari mension" balas Zekay kepada Bimo.
"Ya sudah ayok kita pergi" ajak Bimo
"Ayok"
Zekay dan juga Bimo yang sudah pergi meninggalkan sebuah hotel berbintang yang berada di sebuah kota Australia, untuk sekarang ini menuju ke mension tempat Oppa Jonathan.
Yang ternyata yang berada di dalam kamar hotel bersamanya itu adalah Key'li, yang sengaja Oppa Jonathan ini jebak juga untuk melakukan hal yang tidak di inginkan, karna Oppa Jonathan sangat tahu besar jika Key'li ini adalah anak tunggal dari keluarga Makenzie.
__ADS_1
Gibran yang sudah tudak kuat akan semua ini yang dimana dia ini sudah terangsang, tak pedulikan itu Gibran pun langsung menindih tubuh Key'li dan juga menciumnya dengan penuh napsu.
"Ahhh, siapa kau, lepaskan Aku" pinta Key'li kepada Gibran, tapi Gibran hanya diam saja tidak pedulikan itu.
"Lepaskan" pintanya lagi, sebenarnya Key'li juga mabuk, tapi Key'li tidak mabuk berat alhasil dia ini hanya setengah sadar saja.
Key'li yang terus berontak saat kecupan-kecupan yang di hadirkan oleh Gibran ini tertuju kepada lehernya yang jenjang dan juga putih.
Tapi Key'li, yang terus menerus berusaha untuk melepasakan semuanya dari Gibran tapi itu semua gagal, karna Key'li juga merasakan bau alkohol dan obat perangsang, yang tidak bisa di kendalikan seblum Gibran ini melakukanya bersama Key'li.
Tangisan pun turun dari mata Key'li yang dimana dia ini sedih harus merelakan semu keperawanannya kepada lalaki yang tidak iya kenal sedikitpun. Padahal Key'li juga mabuk tapi tidak seperti Gibran yang mabuknya itu sungguh menggilanya.
__ADS_1
****