Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 37:


__ADS_3

"Bangsat! Apa kau ini masih saja menyalahkan ku? Dan bukankah kalian berdua juga lihat, jika kartel yang melakukan ini sendiri, dengan dia menjadi so pahlawan dan juga ingin menolong Zane? " Jelas Lucky, yang tidak mau untuk di salahkan.


Aseh!


Argah!


"Cukup-"


Kini Cose, yang sudah terikat di saat Yakuza akan kembali memukul Lucky.


Mata Cose, kini sudah marah dan juga ikutan emosi. "Bisakah, kalian berdua ini tidak bertengkar? Dan bisa kan kalian juga tidak usah memikirkan ini! harusnya yang kita pikirkan bagaimana kita bisa membuat Kartel sembuh"


Heh...


Yakuza, kini dia merasa plustasi dan juga sudah mengacak-acak rambutnya,. Hingga kini dia duduk kembali ke kursi koridor.


Sedangkan, Lucky, dia memilih untuk pulang saja, yang di mana dia akan pulang ke mension Dady Abraham. Dengan menggunakan mobil Bentley berwarna kuning milik Cose.


"Lucky!"

__ADS_1


"Lucky, kau ingin pergi ke mana? Bisakah kau juga untuk tidur saja di rumah sakit malam ini?" Tanya Cose yang sudah berteriak


"Aku tidak bisa, untuk tidur dan juga menemani Kartel malam ini, jadi Aku akan pulang saja, karena Aku juga bayak urusan" balas Lucky, sambil terus saja berjalan di lorong rumah sakit.


"Tapi-"


"Sudahlah, Cose, biarkan saja dia, Aku sungguh muak akan sikap Lucky, yang seperti itu" sela Yakuza.


Lucky, saat ini dia sedang mengemudikan sebuah mobil Bentley berwarna kuning, milik Cose yang akan dia bawa pulang terlebih dahulu ke mension Dady Abraham.


Dengan kecepatan tinggi, Lucky mengemudikan mobil milik Cose dengan sungguh kencang, untuk segera menuju ke mension Dady Abraham.


Tapi sebelum itu, Lucky kini mengirimkan sebuh pesan singkat untuk Zane, yang di mana Lucky akan meminta penjelasan kepada Zane. Dan tentunya juga menyuruh Zane untuk datang ke Club Oppa Jonathan.


Karna Lucky juga sungguh takut, jika harus masuk lewat pintu depan pasti masih ada saja penjaga di sana.


Dan itu sungguh menakutkan, jika dia masuk ke dalam dan menemui Dady Abraham dan juga Momy Luche, dengan keadaan babak belur dan juga sudah larut malam.


Heh....

__ADS_1


"Apa yang harus Aku lakukan?" Resah Lucky, yang masih saja Lucky ini memikirkan masalah tadi.


"Ahh, sudahlah, Aku akan urus semau ini, besok" ungkap Lucky kini langsung tertidur.


Ting!


Suara handphone, milik Gibran yang sudah di taro di atas bantal, kini berbuyi, karna Gibran tentunya akan segera tidur.


Yang di man juga, di sana ada sebuah SMS, masuk dari Zekay.


Gibran, langsung tersenyum tipis di saat melihat sebuh isi, pesan dari Zekay.


Yang di mana juga, Zekay memberitahukan kepada Tuan Muda Gibran, jika yang dia suruh itu sudah berjalan dengan sungguh lancar.


Gibran, pun kini dia memilih untuk segera tidur saja, yang di mana kebetulan saja suasana pun kini sudah semakin larut, malam.


Suasana malam pun kini, sudah menjadi pagi, yang di mana Gibran saat ini, dia sudah rapih akan sebuh pakaiannya, yang di mana akan segera kekantor dan juga club, untuk menemui Gabe.


Namun sebelum itu, Gibran pergi ke mension Oppa Jonathan dan juga Dady Abraham terlebih dahulu.

__ADS_1


Mobil Zeep, hitam pun kini sudah melaju dengan sungguh kencang, yang di mana di sana Gibran yang sedang mengemudikannya.


Yang di mana juga, Gibran akan segera pergi ke mension Dady Abraham, dan juga Oppa Jonathan.


__ADS_2