Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 29:


__ADS_3

"Sejak kapan kau ada si situ?" Hardik Dady Abraham


Lucky tidak menjawab, melainkan dia memilih untuk gabung dan juga duduk. "Dari tadi, Aku dari tadi sudah menguping Dady, Aku minta maaf"


Aseh.....


Arghhh....


"Lalu kanapa kau tampak kaget?" Tanya Dady Abraham "Dan kau ini tumben tidak balapan liar mobil dan juga nongkrong bersama geng gangster mu, dan juga tidak berada di sebuh club Dady atau Oppa?" Tanya Dady Abraham.


"Tidak Dady, Aku sedang malas, lagi pula aku juga malas saat ini untuk mengurus geng gangster ku itu" balas Lucky.


Yang dimana Lucky, dia ini kerjaannya sehari-harinya hanyalah balapan liar dan juga mabuk, tak hanya itu juga nongkrong yang diamana juga Lucky memiliki geng gangster mobil yang di pimpin olehnya, yang sekarang di beri nama Hunter Cky Bentley.


"Ya sudah, kalau begitu Dady akan ke kamar, Dady bayak urusan yang harus Dady selesaikan" pamit Dady Abraham


"Tunggu Dady" tahan Lucky


"Ada apa Lucky?" Tanya Dady Abraham


"Ehh, apa benar jika Koh Gibran, sudah tidak menjadi seorang milyarder lagi di perumahan Lazurdy Corporattion Group?" Tanya Lucky


"Iya, untuk beberapa bulan kedepan!"


Lucky kini dia langsung tersenyum tipis. "Dady, apakah tidak Aku saja untuk mengantikan Gibran menjadi seorang milyarder?"

__ADS_1


"Tidak, Lucky, karena Aku masih ragu kepadamu, lagi pula sudahlah kau urusi saja geng gangster mu itu" pinta Dady.


"Tapi Dady, Lalu apakah Aku juga tidak boleh untuk mengurusi Club milikmu, bersama Gabe?"


"Heh, kan Aku sudah katakan padamu Lucky, Aku masih ragu dengan kemampuan kerja mu, jadi kau jangan terus menayakan ini padaku" balas Dady Abraham.


"Tapi-"


"Ahh sudah, Aku akan pergi ke kamar"


Asehhh....


"SIALAN" batin Lucky, yang dimana juga Lucky sudah mengepalkan tangannya dengan penuh emosi.


"Tapi Momi, apa salahku? Apa salah ku sampai-sampai, Dady dan juga Oppa Jonathan tidak percaya padaku? Apa karena Aku ini hanya anak pungut saja?" Tanya Lucky, yang di mana hati Lucky saat ini dia sudah di selimuti dengan sebuh kebencian dan juga penuh dendam, yang sungguh dalam untuk Gibran.


"Bukan seperti itu Lucky"


"Ahhh sudahlah" kesal Gibran kini dia memilih untuk pergi saja dari mension Dady Abraham,.


"Lucky!"


"Lucky, kau ingin kemana Lucky?" Teriak Luche kepada Lucky yang dimana dia sudah pergi dari ruangan, untuk segera pergi ke Huter Cky Bentley.


"Nona!"

__ADS_1


Kini Noel dan juga Mark sudah berlari di saat mendengar Loche teriak-teriak memangil Lucky yang akan segera pergi.


"Nona ada apa?" Tanya Noel kepada Loche


"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku sungguh cape mengurusi anak itu" ungkap Loche


"Apa Nona, ingin Aku dan juga Mark mengikuti Tuan Lucky?"


"Tidak usah, Noel, Aku juga sungguh yakin jika Lucky, dia hanya ingin pergi ke sebuh balapan liar saja" ungkap Loche


"Oh seperti itu, ya sudah, jika memeng hanya itu saja, saya permisi" ucap Noel dan juga Mark, tapi Loche hanya menganggukan kepalanya saja.


Asehhh....


Arghhh...


"Ada apa denganku? Kenapa Aku" Lucky yang sungguh merasa plustasi di saat dia masih saja menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Yang dimana juga Lucky, akan pergi ke sebuah geng gangster miliknya, yang berada di kota Australia.


"Apa yang harus Aku lakukan untuk menyingkirkan, Gibran?" ungkap Lucky yang masih saja dia ini mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


***


__ADS_1


__ADS_2