Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 9:


__ADS_3

"Kenapa ini sangat panas" ujar Gibran yang mulai merasakan reaksi obat, dan akan segera pulang ke mension, namun tiba-tiba saja Bimo dan juga Zekay menghampiri Gibran yang sudah setengah sadar itu.


"Mari saya antar Tuan Muda, ke hotel yang sudah Oppa Jonathan pesan, untuk Tuan Muda tidur satu malam di sana" ujar Zekay kepada Gibran sambil memapah Gibran yang sudah setengah sadar itu.


"Lepaskan aku, kau siapa, kenapa kau ingin membawaku" ujar Gibran kepada Zekay yang akan memapahnya untuk meninggalkan celub.


"Aku adalah Zekay dan ini Bimo" ujar Zekay kepada Gibran yang sudah tidak kuat akan mabuknya malam ini.


"Oh kau adalah orang Oppa Jonathan bukan" ujar Gibran yang mengingat-ngingat Zekay karna Gibran dia tau bahwa Zekay ini adalah anak buah Oppa Jonathan.


"Iyaaa, benar Tuan, mari saya antar pulang" ujar Zekay yang akan mengantarkan Gibran ke sebuah hotel yang sudah Oppa Jonathan itu pesan untuk Gibran yang dimana di sana sudah di persiapkan oleh Oppa Jonathan jebakan kedua untuk Gibran.


Zekay langsung membawa Gibran dengan cara


memapahnya karna Gibran sudah mabuk berat saat ini. Bahkan sudah tidak sanggup lagi rasanya untuk membuka mata.


*"*

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain tepatnya di mension Oppa Jonathan, Oppa Jonathan sedang memengangi sebuah tabletnya, yang dimana di sana Oppa Jonathan sedang memata-matai Putri dari kelurga Makenzie, yang bernama Key'li Makenzie Nashela Layoudra.


"Bagus kau datang, Aku tidak perlu meyuruh siapa-siapa untuk menculikmu" tegas Oppa Jonathan yang sudah meyeringai sebuah kemenangan besar terhadap jebakan ini.


Karena Oppa Jonathan sudah merencanakan semunnya untuk Gibran dan juga Key'li ini untuk melakukan hal yang tidak harus di lakukan, tapi Oppa Jonathan juga melakukan ini untuk kebaikan Gibran tentunnya dan juga memiliki tugas untuk Gibran, yang menyuruh Gibran ini untuk mengambil alih separuh kelurga Lazurdy dari kelurga Makenzie. Dan tentunya ada rahasia besar yang masih di sembuyikan oleh Oppa Jonathan dan juga kelurga Makenzie. Tak hanya itu kelurga Aforshof juga.


*"*


Sedangkan di hotel berbintang yang bertepatan di kota Australia Gibran yang masih sama yaitu mabuk berat, Bimo dan juga Zekay ini memapah Gibran yang sudah tidak berdaya lagi untuk menemukan sebuah kamar hotel yang sudah Oppa Jonathan persipakan.


"Bimo, bagaimana, apakah Oppa Jonathan sudah memberitahu kamarnya dimana?" Tanya Zekay kepada Bimo


Ting!


Sebuah pesan singkat baru saja masuk ke dalam handphone milik Bimo yang sedang iya pegangi.


"Nah ini dia" sahutnya

__ADS_1


"Cepat kau baca, apa isi pesan itu?" Tanya Zekay


"Kata Oppa Jonathan, kamar 099 lantai 50" balas Bimo


"Ya sudah, ayok kita kesana" pinta Zekay, tapi Bimo hanya mengagukan kepalanya saja.


Bimo dan Zekay masih memapah Gibran yang sekarang ini dia merasakan hawa panas dan juga merangsang karena reaksi obat dan juga mabuknya itu begitu parah.


"Sudah Bimo, kau diam di sini saja biar Aku yang masuk ke dalam kamar untuk menaruh Gibran" ucapnya "Dan satu lagi, kau harus waspada, Aku takut jika nanti ada seseorang mata-mata dan musuh di dekat sini" pinta Zekay lagi.


"Kau tenang saja, Aku sudah mensiapkan pistol di kantung sakuku ini dan juga pisau kecil" jawab Bimo


"Bagus"


***


Mampir ya Kaka. keren banget ceritanya ❤️

__ADS_1



__ADS_2