Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 27:


__ADS_3

"Heh, bagus, Aku akan segera kirim sebuah rekaman ini kepada tuan Gibran" ujar Zekay yang dimana juga Zekay sudah merekam apa yang Zane bicarakan tadi tentang malam itu.


Zekay pun yang sudah menemukan dan juga sudah mempunyai bahkan mengetahui semuanya, Zekay memilih untuk segera kembali ke ruangan cctv untuk segera menemui Bimo.


"Bimo!"


Kini Bimo yang baru saja keluar dari ruangan cctv dan juga sudah mendapatkan sebuah rekaman cctv.


"Bagaimana? Apakah kau sudah menemukan Zane?" Tanya Bimo


"Tentu saja" balas Zekay "Kau bagaimana? Apakah rekaman cctv sudah di temukan?" Sambung Zekay.


"Tentu saja, ini semua sudah beres, jadi ayok kita temui Tuan Gibran" ajak Bimo


Zekay, dan juga Bimo pun meraka berdua, sudah keluar dari sebuh club Dady Abraham , untuk segera pergi dari club Dady Abraham dengan menggunakan sebuah mobil Zeep hitam. Yang diamana juga Zekay dan juga Bimo akan mencari Gibran.


Mobil Zeep hitam kini sudah melaju dengan sungguh kencang yang dimana akan mencari Gibran, tyali sebelum itu terjadi Zekay pun mengirim sebuh rekaman video Zane, dan juga mengirim sembuh pesan singkat.


Heh!

__ADS_1


Kini Zekay yang sudah terseyum tipis, di saat dia sudah mengirim sebuh vidio Zane dan juga mengirim sebuh pesan singkat. Kepada Tuan Muda Gibran.


***


Sedangkan di sisi lain tepatnya di sebuah hotel Hiltey Sydney, yang di mana Gibran ada di dalam sana, Gibran memilih untuk menginap saja di hotel di bandingkan dia harus pulang ke mension Dady Abraham atau milik Oppa Jonathan.


Ting!


Kini suara handphone milik Gibran, yang baru saja meyala di atas meja kecil yang dimana juga Gibran saat ini sedang duduk di sebuh balkon dengan menyeruput sebuh kopi.


Angin yang sungguh sejuk, di sore hari ini membuat Gibran, termenung sendiri, dan tentunya juga masih saja Gibran memikirkan key'li.


"Siapa wanita itu?"


Asehhh...


"SIALAN"


Kesal Gibran, di saat dia baru saja melihat sebuh handphone miliknya yang dimana Gibran sudah juga melihat Vidio Zane.

__ADS_1


Yang dimana Zane, dengan keadaan mabuk berat dia mengatakan semuanya, jika benar yang melakukan dan menyabotase semuanya tentang masalah malam itu adalah rencana Lucky.


Deret...


Deret...


"Halo Zekay? Ada apa?" Tanya Gibran di saat dia baru saja mengangkat sebuah panggilan masuk dari Zekay.


"Apakah Tuan Muda sudah melihat sebuh rekaman itu?" Tanya Zekay


"Tentu saja"


"Tapi Tuan, itu belum lengkap Aku punya sebuah bukti satu lagi, yang di mana Lucky dan juga Zane malam itu menjebakmu, di club Dady Abraham, dan saat ini Aku dan juga Bimo sudah menemukan Cctv itu" ungkap Zekay.


"Bagus, kau datang saja sekarang ke sebuh hotel Hiltey Sydney, karena Aku ada di sini, untuk sementara waktu" ungkap Gibran


"Loh, ada apa Tuan? Kanapa kau tidak pulang saja ke mension Dady Abraham, atau ke mension Oppa Jonathan?" Tanya Zekay


"Heh, sudahlah Zekay, kau sungguh tau bukan, jika Aku ini tidak suka orang yang bayak tanya?" Hardik Gibran yang sudah kesal

__ADS_1


"Maaf Tuan, ya sudah, Aku akan segera pergi ke sana untuk menemuimu" jelas Zekay.


Gibran hanya tersenyum tipis, saja, dan juga tentunya dia sudah mematikan sambungan telponnya.


__ADS_2