
"INI SEMUA SALAH LUCKY, JIKA SAJA DIA TIDAK MRNJEBAKU, AKU TIDAK AKAN BERBUAT SEBODOH ITU SEMALAM" gumam Gibran yang terus meronta-ronta ingin memukul Lucky sampai mati saat ini.
Emosi Gibran semakin menaik karna keadaan Gibran yang sangat kacau, saat ini untuk bisa menerima keadaan kalau Abraham akan mencabut dan memberhentikan dirinya sebagai Miliarder di perusahaan Cirporatioin.
Sedangkan di sisi lain, Jonathan yang sedang berbicara penting bersama Abraham untuk membahas soal Gibran sang cucunya.
"Sudahlah, kau jangan seperti itu pada anakmu sendiri, aku tidak suka cucu kesayangan ku kau pukuli tanpa sebab, Abraham" ujar Jonathan kepada Abraham.
"Lalu apa yang harus aku lakukan oppa, apa yang harus aku lakukan untuk menjauhkan Gibran dengan si Zane ***** itu" ujar Abraham kepada Jonathan
"Sudah kau diam saja aku sudah mempuyai rencana untuk Gibran" lirih Oppa Jonathan kepada Abraham.
"Apa rencana mu itu" ujar Abraham yang sedang menatap Oppa Jonathan yang sedang berada di hadapannya.
"Kemarilah, akan ku kasih tau semua rencana ku untuk Gibran" Oppa Jonathan yang langung menarik Abraham untuk dekat dengannya, lalu Oppa Jonathan membisikan sesuatu kepada telinga Abraham.
"Apa? Maksudmu Oppa, apakah ini akan berhasil, dan ini sangat tidak mungkin kalau Gibran akan setuju" tolak Abraham yang kaget akan permintaan Oppa Jonathan itu.
Yang akan mengirim Gibran ke kota Asia yang dimana di sana Oppa Jonathan ini memiliki perusahaan yang harus di pimpin, tak hanya itu Oppa Jonathan juga mempunyai sebuah gedung yang dimana di sana ada sebuah rahasia besar. Yang masih Oppa Jonathan tutup-tutupi kepada Gibran dan juga Lucky dan yang tau hanya lah dirinya saja dan juga Abraham.
__ADS_1
"Sudahlah, aku akan menyuruh orangngku, untuk melakukan ini semua, kau tenang saja" ujar Oppa Jonathan yang menyeringai senyuman sadisya kepada Abraham yang akan merencanakan sesuatu untuk Gibran.
"Tapi kenapa harus memakai rencana seperti ini Oppa, kenapa kita tidak ancam saja Gibran" ujar Abraham kepada Oppa Jonathan.
"Tidak semudah itu Abraham, kau tau bukan Gibran adalah seorang pembangkang, dan dengan paksaan atau pun apa Gibran tidak akan pernah mau, sudahlah kau diam saja dan ikuti rencana ku" Oppa Jonathan yang langung bangkit dari duduknya dan akan segera pergi meninggalkan Abraham yang sedang duduk di ruangan privatenya.
Oppa Jonathan langsung menuju mobilnya untuk segera pulang ke mension-nya, setelah di dalam mobil Oppa Jonathan langsung menelpon seseorang untuk merencanakan sesuatu untuk Gibran.
Tut.....
Tut.....
Tersambung.....
"Zekay, aku ada tugak untuk mu" ujar Oppa Jonathan kepada Zekay yang entah ada dimna sekarang.
"Apa Oppa Jonathan, tolong katakan padaku sekarang" ujar Zekay di sebrang sana.
"Kau datang ke club sepeeti biasa, dan kau lakukanlah yang aku perintahkan waktu itu" ujar Oppa Jonathan kepada Zekay.
__ADS_1
"Baiklah, akan aku lakukan sesuai perintahmu Oppa" ujar Zekay yang sudah tau apa tugasnya dari Oppah Jonathan.
Oppa Jonathan langsung menutup sambungan telponnya secara sepihak. Dan tersenyum tipis akan rencananya itu untuk Gibran.
Terputus......
*"*
Oppa yang sedang di dalam mobil Limousine langsung menyeringai kemenangan bawahan akan berhasil menjebak Gibran di club malam ini.
"Ayok jalankan mobilnya" ujar Oppa Jonathan kepada supir yang akan membawa dirinya pulang ke mension-nya
Mobil pun berlaju lebih kencang untuk segera menempuh jalanan karena Oppa Jonathan akan segera pulang ke rumahnya.
***
Mampir yuk Kaka ❤️
__ADS_1