
"Ah, Aku, sudah kenyang, Aku pergi Momi" pamit Lucky
"Kau ingin kemana?" Tanya Momi Loche
"Aku ada urusan, Momi"
"Ya sudah, hati-hati" ucapnya
Mobil Bentley, berwarna kuning kini sudah melaju dengan sungguh kencang yang di lajukan oleh Lucky, yang di mana Lucky akan pergi ke sebuh club Oppa Jonathan atau bisa juga Club Dady Abraham.
Yang di mana juga, Lucky, akan pergi untuk mencari Zane, bocah ***** itu.
Yang di mana juga, Lucky, sudah mengirim sebuah pesan untuk Zane, jika dia dan juga dirinya akan segera bertemu di club.
"Lucky!"
Kini Zane, yang baru saja datang dan juga menghampiri Lucky, yang di mana Lucky, sudah menunggu lama Zane, di sebuh club Oppa Jonathan.
"Kau sudah menunggu lama?" Tanya Zane kini dia langsung duduk di kursi di depan Lucky.
__ADS_1
"Tentu saja iya" balasnya
"Ya sudah kalau begitu Aku minta maaf, karena Aku sungguh telat untuk datang kesini, tapi tunggu Lucky, kau ada apa mengajakku, untuk bertemu? Apakah kau sudah berubah pikiran, yang di mana kau ingin memberikan sebuh uang lima puluh juta, kepada ku?" Tanya Zane
"Heh, kau sungguh mau ya, uang lima puluh juta itu?" Tanya Lucky, kini sedikit meledek
"Tentu saja iya, sekarang cepat kau berikan uang itu padaku!" Pinta Zane
"Heh, sungguh narsis sekali kau ini, tapi tunggu, coba kau tutup matamu Zane, Aku akan segera memberikanmu sebuah hadiah" ucap Lucky kini dia sudah terseyum licik.
"Aaa, benarkah baiklah, Aku akan menutup mata sekarang" ucapnya, kini Zane pun sudah menutup mata, dan juga tentunya sungguh kepo akan apa yang Lucky berikan padannya.
Lucky, hanya tersenyum tipis yang di mana dia sungguh kejam, dan juga kini Lucky sudah mengambil sebuah, pistol yang sedang anteng di sebuah saku celananya.
"Buka matamu Zane" pinta Lucky
Zane, kini dia sudah terseyum tipis dan juga sudah siap akan kejutan dari, Lucky.
Deg!
__ADS_1
Kini mata Zane, pun langsung terkejut di saat dia melihat sebuah pistol yang sedang Lucky pegangi. Tak hanya itu saja seyuman Zane pun perlahan pudar.
"Lucky!" Syok Zane "Ehh- ini? Maksudnya apa?" Tanya Zane bingung ketakutan
"Harusnya kau sudah tau apa maksudku!" Ucap Lucky
"Ha? Apa maksudmu? Aku tidak tau apa-apa" jujur Zane
"Heh, bohong, sungguh pintar sekali akting mu Zane, bukankah Kau yang sudah memberitahukan Gibran, semuanya?"
"Ha? Tidak, Aku tidak membongkar itu semua Lucky"
"Bohong, Aku sudah tau semuanya, ini pasti ulahmu, bukan, karena yang tau itu semua, hanya kamu Zane"
"Iya, tapi Aku tidak membongkar itu semua, Lucky" ucap Zane jujur.
Aaaaa!
Kini sebuah pistol hitam kecil, milik Lucky pun sudah di todongkan di kepala Zane, yang di mana dia sungguh tidak peduli jika di club ini banyak orang.
__ADS_1
"Cepat kau katakan padaku, jika kau, yang sudah membongkar ini semua kan Zane? Ayo jawab, kau mengatakannya bukan?" Tanya Lucky yang sudah emosi dan juga masih saja menodongkan sebuh pistol hitam ke kepala Zane dengan sungguh dan penuh kejam.
Tapi Zane, masih saja diam dan juga mematung sambil tubuh, Zane, kini sudah bergetar hebat.