
"Aku ingin kau, pergi sekarang juga dari kota Australia, jika kau masih ingin hidup, jika tidak siap-siap saja besok kau hanya ada nama saja" ancam Lucky
"Kau masih saja ingin membunuhku?" Tanya Zane, kini dia sudah bergetar
"Tentu saja iya, jika kau ini masih saja melawanku!"
"Ah tidak-"
"Tidak apa?"
"Kau tenang saja Lucky, Aku sudah ada di bandara, Aku juga akan pergi ke Italia, dan juga Aku tidak tau, kapan Aku akan kemabli ke kota Australia" ungkap Zane
"Bagus!"
Kini Lucky, sudah mematikan sambungan telponnya yang di mana Zane sudah memilih pergi saja meninggalkan Kota Australia di bandingkan jika dia harus mati di tangan Lucky.
Lucky juga kini dia sudah terseyum tipis di saat dia merasa sungguh tenang di saat Zane, memilih untuk pergi dari kota Australia dan akan pergi ke kota Italia.
Tidak mau menunggu lama, yang di mana Lucky, memilih untuk segera turun dari mobil saja akan segera pergi masuk ke dalam rumah sakit untuk melihat keadaan Kartel.
Kini Lucky, sudah turun dari mobil Bentley berwarna kuning, yang di mana Lucky saat ini dia sudah berlari untu segera masuk ke dalam rumah sakit.
__ADS_1
Yang di mana juga, hari ini Kartel di oparasi, namun Lucky tidak tau akan kah oparasi Kartel berjalan dengan lancar ataupun tidak.
"Cose!"
Panggil Lucky, yang masih saja Lucky kini berlari, untuk segera menghampiri Cose dan juga Yakuza, yang sedang berada di luar pintu operasi.
Di luar ruangan oparasi, tidak hanya Cose dan juga Yakuza saja, bahakan di sana juga ada anggota lain yang di mana anggota geng gangster Hunter Cky Bentley.
"Lucky!"
"Cose, bagaimana? Bagaimana keadaan Kartel? Apakah Dokter sialan dan juga tidak becus itu sudah keluar?" Tanya Lucky
"Anjing, brengsek! Sialan!" Kini Lucky yang sudah emosi dana juga amarah Lucky kini naik dana juga sudah mengepalkan tangannya emosi.
Masih saja kesal dan juga emosi, saat ini, di mana Dokter yang sedang mengoptimasi Kartel belum juga keluar.
Semua geng gangster Hunter Cky Bentley, masih saja panik dan juga menunggu kabar dari Dokter, apakah Kartel baik-baik saja atau tidak.
Aseh...
"Sungguh lama sekali, Dokter sialan ini keluar" hardik Lucky
__ADS_1
"Heh, kau sabarlah, Lucky!" Pinta Cose
"Ya sudah, Aku kesana sebentar, karna Aku ingin menepon seseorang!" ungkap Lucky
"Iya!"
Kini Lucky, langsung pergi dari sebuah kursi koridor rumah sakit, yang di mana dia akan menelpon seseorang untuk melakukan sesuatu, untuk Gibran.
"Heh, kau lihat saja Gibran, Aku akan membuatmu menyesal kali ini" ungkap Lucky, kini dia sudah terseyum sengit.
Di mana, saat ini Lucky sudah berada di sebuah luar rumah sakit, dan juga kini dia sudah meyiapkan sebuh rencana busuk untuk Gibran.
Tidak mau tinggal diam, yang di mana saat ini Lucky, sudah menelpon seseorang misterius, untuk melaksanakan rencana busuknya itu untuk Gibran.
Yang di mana seseorang misterius itu adalah Sacra dan juga Nostra. Untuk membantu dirinya melakukan misi ini untuk Gibran.
Karna, hal yang tidak mungkin jika dia harus menyuruh Yakuza dan juga Cose, atau bahkan Lucky yang akan turun tangan sendiri.
Tidak mau menunggu lama, kini Lucky sudah menelpon Sacra dan juga Nostra.
Tut!
__ADS_1