Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 24:


__ADS_3

"Oh, sudah pergi sejak tadi pagi Tuan" balasnya


"Ha, apakah kamu tau, dia pergi kemana?" Tanya Gibran lagi, yang mengatakan dimanakah key'li ini pergi,.


"Saya tidak tau, Tuan" jawabnya singkat "Kalau begitu saya permisi"


Heh!


Gibran yang merasa plustasi di saat dia ini mencari key'li, namun tidak juga di temukan key'li ini, sebenarnya key'li ini pergi kemana.


Tapi dengan cepat kilat, Gibran yang melihat jika seseorang yang tadi membereskan kamar hotelnya itu sudah pergi, di saat itu juga Gibran pun langsung menelpon Zekay.


Tut!


Tut!


Gibran yang sudah menelpon Zekay, yang entah Zekay ini, dimana, tapi dengan percaya dirinya, Gibran sudah menebak jika Zekay dan juga Bimo, pasti ada si sebuh club.


"Halo Tuan, ada apa?" Tanya Zekay kepada Gibran di seberang sana

__ADS_1


"Kau dimana sekarang? Tanya Gibran kepada Zekay


"Aku seperti biasa Tuan, saya ada di club Oppa Jonathan" ucapnya


"Ya sudah, kau, jangan pergi kemana-mana, karena Aku akan pergi kesana, Aku ingin meminta bantuan kepada mu Zekay" ungkap Gibran.


"Baiklah Tuan, kau datang saja kemari di club Oppa Jonathan, Aku dan juga Bimo ada sini" ungkap Zekay


"Ya sudah, Aku akan segera kesana, untuk menemuimu" kini Gibran yang sudah menutup sambungan telponnya.


Kini Gibran tidak ingin tinggal diam yang di mana Gibran akan meninggalkan sebuh hotel kota Australia untuk segera juga menemui Zekay dan juga Bimo yang ada di club milik Oppa Jonathan.


Namun karena dari hotel yang tadi sempat dia kunjungi untuk mencari key'li, namun tidak di temukan juga key'li dimana di saat itu juga Gibran pun telah sampai, yang dimana di sebuh club.


Karena memang club Oppa Jonathan dan juga hotel yang sempat iya inap bersama key'li, tidak jauh dari club Oppa Jonathan.


"Zekay, Bimo" panggil Gibran yang baru saja datang dari ambang pintu club.


"Iya Tuan"

__ADS_1


Kini Zekay yang baru saja menyahut di saat Tuan muda Gibran baru saja datang, tak hanya itu Gibran juga saat ini sudah duduk di kursi club.


"Zekay, Aku ada tugas untukmu" ungkap Gibran


"Apa itu Tuan? Apakah ini ada sangkut pautnya dengan Lucky?" Tanya Zekay


"Tentu saja, kau tahu bukan, Aku ini waktu malam itu di jebak, tapi Aku juga tidak tau pasti yang Aku lakukan malam itu apa, di club Dady Abraham" ungkap Gibran


"Lalu, bagaimana Tuan? Apakah kau ingin Aku untuk mencari tau semuanya, Apa yang telah terjadi malam itu?"


"Benar, Aku memintamu untuk mencari tau, itu semau, dan Aku juga sungguh yakin ini ada hubungannya, dengan Lucky si licik itu" kini Gibran sudah mengepalkan kedua tangannya.


"Sudah Tuan, pokoknya kau tenang saja, Aku akan segera urus masalah ini, jika mang benar jika Lucky yang sudah menjebakmu, solnya malam itu Aku juga melihat Lucky sedang balapan liar dengan mobil barunya" jelas Zekay


Tapi Gibran hanya diam saja, dan tentunya juga Gibran sudah menebakanya jika semua ini ada hubungannya dengan Lucky "SIALAN KAU LUCKY, KAU LIHAT SAJA, APA YANG AKAN AKU LAKUKAN UNTUK MEMBALAS SEMUA INI"


"Ya sudah Tuan, kalau begitu Aku akan segera pergi terlebih dahulu untuk mengecek jejak, di club Tuan Abraham"


"Iya, Aku tunggu kabar darimu Zekay" balas Gibran

__ADS_1



__ADS_2