Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 32:


__ADS_3

Bugh!


Bugh!


Ahhhhh....


Lucky, yang tentunya juga sudah merasakan kesakitan, di saat dia ini sudah di baku hantam oleh Zekay. Habis-habisan. Tanpa Lucky membalas apapun


"Siapa kau kenapa kau memukuliku?" Tanya Lucky.


Tapi Zekay, masih sama, yang di mana Zekay terus saja memukuli Lucky, hingga Lucky babak belur.


Bugh!


Bugh!


Pukulan kini melayang, lagi ke wajah tampan milik Lucky, tak hanya itu saja, Lucky, juga kini sudah membeku hantam Zekay, walaupun Lucky, saat ini dia masih mabuk, tapi tidak mabuk berat.


Ahhhhh....


Kini di saat Zekay, akan memukul entah keberapa kalinya, di saat itu juga Zekay, kini tidak jadi, yang di aman Zekay, sudah mendengar sebuh alarm, yang sengaja Bimo pasang,.


Yang di mana, juga itu, semua pertanda, jika Mobil Lucky, akan segera meledak.


Tanpa ada, kata-kata, apapun, di saat itu juga Zekay, kini dia langsung berlari untuk segera keluar dari markas geng gangster.


"Cabut!"


Pinta Zekay, kini kepada pasukan yang iya, bawanya, untuk segera pergi dari sebuah markas milik Lucky.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kau sudah melakukannya?" Tanya Bimo


"Sudah-"


Bimo kini dia tersenyum sengit, dan juga sungguh merasa menang, di saat semua rencananya berjalan dengan lancar. "Pokonya, kau tenang saja Zekay, dalam itungan detik, mobil, Lucky, kini akan segera meledak" ungkap Bimo


"Bagus"


"Tapi tunggu, Zekay, apa kau ini tidak merekam ini semau?" Tanya Bimo


"Tidak-"


"Kenapa?"


"Coba, kau lihat, di sini ada cctv, dan juga Tuan Muda Gibran, sudah menyaksikan dengan sebuh tablet miliknya, jadi dia dengan mudah untuk mencek semuanya" ungkap Zekay


"Tentu saja! Ya sudah, mari kita hitung, Aku sungguh tidak sabar, melihat Lucky, kini dia sudah menderita dan juga menangis, di saat sebuh mobil kesayangannya itu terbakar" kini Zekay yang sudah terseyum sadis.


"Aku pun sudah, tidak sabar" sabut Bimo


Sedangkan, pasukan yang Zekay, bawa, merak hanya diam saja, dan tentunya juga sudah masuk ke dalam mobil Zeep, sedangkan Bimo dan juga Zekay, mengintip di balik pohon, besar.


Satu....


Dua.....


Tiga.....


Duarrr!

__ADS_1


Kini mobil, Lucky, yang sudah berhasil terbakar, Zekay, dan Bimo pun, yang melihat itu, dia kini langsung tersenyum, dan masuk ke dalam mobil Zeep.


Yang di mana Zekay, dan juga Bimo, akan segera kembali, ke club Oppa Jonathan, yang di mana tidak usah lagi untuk menemui Gibran, karena hanya melapor saja bisa lewat sambungan telpon.


Sedangkan pasukan, yang Zekay bawa, juga kini dia sudah melaju dengan sungguh kencang, untuk segera meninggalkan geng gangster Hunter Cky Bentley.


---------


"Apa itu"


Tidak mau tunggu lama, Lucky, kini dia sudah keluar dari Hunter Cky Bentley, dan juga melihat sebuah mobil Bentley berwarna pink perpaduan putih, miliknya kini sudah terbakar.


Lucky, hanya diam dan juga mengepalkan kedua tangannya, di saat dia melihat sebuh mobil kesayangannya kini sudah terbakar.


"Lucky"


"Diam"


"Lucky!"


"Apa kah kau ini, tuli, ku bilang diam?" Tanya Lucky kepada Yakuza


"Aku minta maaf-"


"Heh, kenapa kalian ini sungguh bodoh? Kenapa kalian tidak bisa untuk menjaga mobil ku?" Tanya Lucky


"Maaf Lucky, kita juga tidak akan tau, akan terjadi seperti ini, dan Kita juga tidak tau, siapa yang melakukan ini semau" ungkap Cose


"Bodoh"

__ADS_1


__ADS_2