
"Ya sudah, lalu, apa yang kau tunggu?" Tanya Oppa Jonathan "Apa kah kau ini sungguh betah, tinggal di mension ku?" Tanya Oppa Jonathan lagi, yang seolah-olah juga Oppa Jonathan ini sudah terang-terangan mengusir Dady Abraham dan juga Lucky. Tapi Dady Abraham hanya diam saja.
"Tunggu Oppa" Lucky yang barus saja membuka suaranya kepada Oppa Jonathan
"Kenapa?" Tanya Oppa Jonathan
"Aku hanya ingin bertanya saja padamu, Oppa, apakah iya Oppa ini memiliki rahasia tersembunyi?" Tanya Lucky
Tapi Oppa Jonathan hanya diam saja ,dan mata Oppa Jonathan langsung melotot ke arah Lucky "Apa maksud mu? Apakah kau ini sudah berani padaku?" Pekik Oppa Jonathan kepada Lucky, yang sudah salah besar ini Lucky terang-terangan mencari mati kepada Oppa Jonathan.
Kan Dady Abraham sudah mengatakannya, jangan pernah menayakan tentang rahasia tersembunyi itu kepada Oppa Jonathan, jika tidak ingin mati, dan juga menjadi makanan buaya, peliharaan Oppa Jonathan.
"Tidak Oppa, aku han-" sebelum Lucky ini mengatakan apa yang akan dia kataknnya, di saat itu juga langsung bungkam, di saat Oppa Jonathan langsung berdiri dan menodongkan sebuah pistol miliknya, ke kening Lucky.
"Coba kau katakan sekali lagi, padaku Lucky, biar aku tembak kau sekarang juga, lalu aku akan Aku lempar kamu ke sebuh kandang buaya ku" pekik Oppa Jonathan, yang sudah tidak bisa lagi untuk menahan rasa amarahnya.
__ADS_1
"Maafkan, aku Oppa" jawabnya
"Apakah kau ini masih, berani menayakan itu padaku?" Tanya Oppa Jonathan
"T-tidak Oppa, Aku tidak akan menanyakan ini lagi padamu" jawab Lucky ketakutan, sambil seluruh tubuh Lucky ini sungguh bergetar hebat.
"Ya sudah pergi kau, sekarang" pinta Oppa Jonathan kepada Lucky, agar Lucky ini segera pergi dari mension Oppa Jonathan.
"B-baiklah, Oppa" singkat Lucky, yang sudah tidak bisa di gambarkan lagi, karena Lucky, baru pertama kalinya di todongkan sebuh pistol oleh Oppa Jonathan.
"Kenapa aku ini sungguh bodoh" batin Lucky yang sudah kesal sekarang ini sudah berada di luar mension Oppa Jonathan, dan tentunnya juga Lucky ini ingin segera pergi dari mension Oppa Jonathan.
"Tapi tunggu, Lucky, apa yang sebenarnya Oppa Jonathan ini rahasiakan padaku" ucapnya lagi yang sungguh semakin ingin rasanya memacari tau, semua tentang rahasia tersembunyi itu, dari Oppa Jonathan, tapi hal yang tidak mudah bagi Lucky, untuk berhadapan bersama Oppa Jonathan yang sungguh sadis.
***
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain Gibran yang masih berada di dalam mobil Zeep milik Oppa Jonathan, yang dimana Gibran ini akan segera menemui key'li, yang berada di sebuh hotelĀ Crown Towers Parth yang dimana hotel ini yang sudah di inap Oppa Jonathan tadi malam.
"Selamat datang Tuan Gibran, apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis hotel kepada Gibran.
"T-tidak" jawabnya dan langsung segera memasuki sebuah lift untuk menuju ke kamar lantai atas, yang dimana kamar itu tempat dirinya dan juga key'li, semalam.
Tig!
Suara lift yang baru saja sampai di kamar yang Gibran akan tuju, tapi Gibran pun langsung heran karena kamar yang semalam ini Gibran dan juga key'li, pakai, saat ini sudah sedang di rapihkan.
"Loh Tuan, Gibran, ada apa?" Tanya seseorang yang sedang merapihkan sebuh kamar hotel, belas dirinya dan juga key'li.
"Dimana pemilik kamar ini?" Tanya Gibran
__ADS_1