Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 53:


__ADS_3

Kini Momi Loche dan juga Dady Abraham sudah datang di rumah sakit, dalam keadaan sedikit berlari.


"Momi, Dady!" sapa Gibran


Tidak hanya Gibran saja, bahkan di pintu ruangan ICU, juga di sana ada Gabe yang sudah menemani Gibran. Sedangkan Zekay dan juga Bimo sudah pergi ke club Oppa Jonathan.


"Gibran, bagaimana keadaan Lucky? Apakah Lucky baik-baik saja, dan apakah Dokter sudah keluar?"


"Belum Momi, Dokter belum keluar sejak tadi!"


"Hmm, sebenarnya ada apa?" Tanya Momi Loche


Gibran hanya diam saja tidak menjawab ucapnya Momi Loche.


"Gibran!" kini panggilan dari Dady Abraham tertuju kepada Gibran


"Kanapa Dady?"


"Apa kau ini tidak ingin menceritakan yang sebenernya?"


"Heh, Gabe, bisakah kau ini beritahu Momi dan juga Dady, apa yang telah Lucky perbuat ke padaku!" pinta Gibran


"Baiklah!" setuju Gabe

__ADS_1


Kini Gibran memilih untuk segera duduk kembali, yang di mana tadi Gibran sempat bangun dari duduknya.


"Cepat katakan Gabe, ini sebenarnya ada apa?" Tanya Momi Loche


"Oh, sebentar ini tidak ada apa-apa ko, hanya saja tadi ada kesalahan yang di mana Lucky sudah menembak kaki dirinnya sendiri!" ungkap Gabe


"Hah?"


"Iya!"


"Tapi Gabe, bagaimana bisa?" tanya Momi Loche


"Tentu saja Bisa, karena Lucky ini diam-diam ingin membunuh Gibran, terserah Momi Loche dan juga Dady Abraham ini percaya atau tidak, tapi yang saya katakan ini tentunya juga bener!" ungkap Gabe.


Sediakan Zekay dan Bimo, dia juga mengurusi Club milik Oppa Jonathan.


Momi Loche dan juga Dady Abraham, tidak bisa berkata-kata lagi, yang di mana akan percaya atau tidak akan ucapan Gabe.


Ctrek!


Dokter!


Kini Dokter yang sudah berumur itu baru saja keluar dari ruangan ICU. Yang di mana dia baru saja memeriksakan Gibran.

__ADS_1


"Dok bagaimana keadaan Lucky?" Tanya Loche


"Oh, dia baik-baik saja, hanya saja Kaki dia ini untuk saat ini tidak bisa untuk berjalan terlebih dahulu, karena sebuah tembakan pistol itu berhasil masuk ke dalam tulang kaki"


"Apa? Jadi-"


"Tidak, hanya saja untuk sementara waktu, namun ini juga masih bisa di sembuhkan, hanya saja pasyen harus banyak-banyak istirahat!" pinta Dokter Landra


"Oh ya sudah Dok, terima kasih!" ungkap Momi Loche


"Sama-sama!" kini Dokter Landra sudah pergi meninggalkan Momi Loche dan juga Dady Abraham. Tidak hanya itu saja, bahkan di sana juga ada Gabe dan Gibran.


Tidak ingin tinggal diam, yang di mana kini Momi Loche akan segera masuk ke dalam ruangan ICU Lucky, yang di mana ruangan itu tidak boleh banyak-banyak orang di sana, maka dari itu hanya Momi Loche saja yang masuk.


Gibran dan Dady Abraham, begitu juga Gabe, di menunggu gantian saja, jika memang ingin melihat Lucky.


Tapi Lucky juga akan di pindahkan ke ruangan rawat, yang di mana juga Lucky butuh perawatan insentif.


*"*


"Lucky!"


Kini Momi Loche sudah masuk ke dalam ruangan rawat Lucky, yang di mana Lucky saat ini sedang duduk dan juga meratapi nasibnya.

__ADS_1


Dia sangat marah penuh dendam akan Gibran, padahal dia seperti ini salahnya sendirian.


__ADS_2