Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 35:


__ADS_3

"Ya, bisakah kita mencari tau terlebih dahulu, kenapa Zane, membocorkan ini semua?" Tanya Cose


"Sudahlah, kesabaran ku, sudah habis, jadi kalian semua tidak boleh ikut campur akan semua rencana ku" pinta Lucky.


Brug!


Brug!


Brug!


Lucky, yang masih saja mendobrak pintu kamar hotel, yang masih saja belum bisa di buka.


Brug!


Brakkk!


Kini pintu yang Lucky, dobrak sudah berhasil, terbuka yang di mana juga Lucky, saat ini dia memilih untuk segera masuk saja.


Dengan di temani sebuah pistol, yang akan siap menembak Zane.


Aseh!


"Apa yang harus kita lakukan? Benar saja Lucky, akan membunuh Zane?" Khawatir Yakuza kepada Lucky, yang di mana Lucky sudah masuk ke dalam kamar hotel Zane.


"Akupun, tidak tau, ayok kita lihat saja" sahut Cose


Kini, Yakuza, Cose, dan juga Kartel sudah masuk ke dalam kamar hotel Zane, yang di mana di sana Lucky, sudah ingin menembak Zane.

__ADS_1


Kini Lucky, yang sudah terseyum tipis, di saat dia melihat Zane, yang di mana saat ini Zane, sedang tertidur pulas dan juga dengan keadaan mabuk namun setengah sadar.


"Zane!"


Heh, kini dia tersenyum sungguh sadis ke arah, Zane yang masih saja tertidur.


Sedangkan, Yakuza, Cose dan juga Kartel, dia hanya diam saja, yang di mana dia juga sungguh kahwatir, akan apa yang di lakukan Lucky,.


Lucky, tidak mau tinggal diam, yang di mana dia kini sudah mengambil sebuh pistol, yang berada di saku celananya, untuk segera menembak Zane.


Dengan keadaan Lucky, yang sudah menyeringai penuh dendam, kini sebuah pistol sudah di arahkan di mana posisi kepala Zane, oleh Lucky, hingga mungkin saja, dengan sungguh satu kali, tembak, Zane akan tewas.


"Kau, akan mati di tanganku, Zane, dengan sebuh pistol maniak ini tertuju ke arahmu" kini Lucky yang sudah siap akan menembak Zane, dan juga sudah berhitung maju.


Satu!


Tiga!


"Jangan-"


Duarrr!


Brug!


Mata Lucky, kini langsung melotot di saat yang dia tembak, bukan Zane, melainkan Kartel. Yang di mana kartel sungguh tidak tega jika seorang wanita harus mati dengan sebuh tembakan.


Yang di mana juga, kartel di saat Lucky, akan menembak Zane, dia pun menghalanginya. Dan itu berhasil membuat Kartel terkena sebuah tembakan oleh Lucky.

__ADS_1


Yang di mana juga, luka, Kartel sungguh parah, di saat sebuh peluru masuk di jantungnya.


Bahakan nyawa, kartel, bisa saja tidak tertolong saat ini.


Aseh!


Argh!


"Sialan, kenapa kau menghalangiku, Kartel" emosi Lucky kini sudah naik di saat Kartel menolong Zane.


Kartel hanya diam saja, yang di mana kartel saat ini sedang menahan rasa yang sungguh sakit di dalam jantungnya, yang baru saja tertembak.


"Kartel!"


"Kartel!"


Kini, Cose dan juga Yakuza sudah berlari untuk menolong Kartel, yang di mana dia sudah tidak tahan lagi akan sakit tembakan itu.


Darah, pun kini sudah berceceran di atas lantai, yang di mana sebuh luka Kartel sungguh mendalam.


"Kartel, bertahanlah" pinta Yakuza


Yang di mana juga Yakuza, saat ini dia sudah membawa Kartel keluar dari hotel dan akan segera masuk ke dalam mobil Bentley.


Untuk segera juga, membawa Kartel ke rumah sakit The Royal Melbourne. Hospital Australia,.


Lucky pun sama, dia juga ikut ke rumah sakit, untuk segera menyelamatkan kartel, dan misi dia yang akan membalas dendam kepada Zane, pun tertunda.

__ADS_1


Karena ya bagaimana pun, juga, Lucky tidak boleh hakim sendiri, yang di mana belum tentu saja bener jika Zane, yang sudah membocorkan semua ini.


__ADS_2