
Kini Gibran langsung tersenyum sadis, yang di mana dia ini sungguh tidak ada habis pikir kepada Lucky, yang di mana dia ini sungguh tidak ada kapok-kapoknya sama sekali akan Gibran.
"Bagaiman? Apakah kau ini masih saja ingin melawanku Lucky?" Tanya Gibran hingga kini sedikit ledekan.
"Anjing! Bangsat!" batin Lucky kini sudah geram akan Gibran
"Heh, Bahakan kau lihat bukan, Aku di lindungi orang-orang yang begitu pintar? Jadi kau jangan harap bisa melawanku, Lucky!" hardik Gibran kepada Lucky
Tapi Lucky, kini dia hanya diam saja yang di mana dia juga saat ini sedang merasakan sakit di kakinya yang begitu sungguh sakit saat ini, akibat sebuah tebakan yang sempat mengenai kaki Lucky. Dan itu juga di sebabkan oleh Lucky sendiri.
Lucky tidak berkata-kata lagi, yang di mana kaki dirinnya itu sudah sungguh sakit dan juga begitu sungguh sulit untuk di gerakan.
Tak hanya itu saja, sebuah darah kini sudah mengerucud deras di kaki Lucky.
Rasa sakit kini Lucky pendam, saat itu juga Lucky pun kini tidak bisa apa-apa lagi yang di mana dia ini sudah pingsan.
"Hei!"
"Tuan ada apa dengan Lucky?" Tanya Zekay kepada Gibran, tapi Gibran dia hanya diam saja.
__ADS_1
"Heh, sepertinya luka tembakan itu begitu dalam masuk ke dalam kaki Lucky, maka dari itu darah kini terus saja mengerucud!" ungkap Gabe
"Lalu apa yang harus kita lakukan!" sela Bimo
"Anjing, Sialan!" ungkap Gibran kesal
Tapi Gibran juga tidak mau tinggal diam yang di mana dia akan segera saja pergi ke rumah sakit, untuk segera membawa Lucky ke rumah sakit.
Karena ya tidak mungkin bukan jika Gibran harus menguburkan Lucky, yang di mana Lucky jelas-jelas dia masih hidup.
***
Sedangkan mobil Bentley berwarna kuning milik Cose, yang di bawa Lucky kini di kemudikan oleh Gabe, dengan dia ini sudah mengikuti mobil Zeep hitam milik Gibran yang sedang melaju.
Dengan kecepatan tinggi pula Gibran sudah mengemudikan mobilnya untuk segera menuju ke rumah sakit, ya walaupun Gibran tau ini bukan salah dirinnya melainkan ini salah Lucky.
--------------
Tiga puluh menit kemudian!
__ADS_1
Mobil Zeep hitam kini sudah sampai, yang di mana di sebuah rumah sakit.
Lucky kini dia sudah di bawa masuk oleh petugas rumah sakit ke dalam ruangan ICU, Gibran menemani Lucky bersama Gabe, tidak dengan Zekay dan Bimo, dia akan segera pergi karena ada urusan di club Oppa Jonathan.
Tidak mau menunggu lama, kini Dokter belum keluar juga dari ruangan ICU, yang di mana di dalam sana ada Lucky yang sudah tangni oleh Dokter
Gibran kini dia langsung saja duduk di kursi koridor rumah sakit, yang di mana di sana juga dirinnya itu akan segera memberitahukan Momi Loche dan juga Dady Abraham jika Lucky ini masuk ke rumah sakit.
*"*
Tut!
Tut!
Kini Gibran yang sudah menelpon sang Momi Loche, yang di mana juga sebuah panggilan tersebut belum di angkat sama sekali oleh Momi Loche.
"Hallo Gibran ada apa? Tumben kau ini menelpon Momi ada apa?" ungkap Momi Loche di saat dia sudah mengangkat sambungan telponnya bersama Gibran.
"Oh tidak Momi, tidak ada apa-apa, hanya saja Gibran ingin memberikan kabar, jika Lucky dia berada di rumah sakit Australia Momi" ucap Gibran
__ADS_1