
"Puas kamu Lucky!" Hardik Yakuza, yang di mana Yakuza sungguh tidak terima jika kartel sudah meninggal.
"Apa maksudmu, Yakuza? Apa kau ini masih saja meyalahakn Aku atas kematian Kartel?" balas Lucky tidak terima.
"Anjing! Berengsek, kau Lucky!"
Bugh!
Bugh!
Yakuza, yang sudah tidak bisa lagi untuk menahan rasa amarahnya, yang di mana dia tidak terima di saat Kartel sudah tewas.
Heh, kini Lucky sudah menghapus darah yang di mana kini sudut bibir Lucky, sudah mengeluarkan darah segar.
Bugh!
Bugh!
Lucky, yang di mana dia juga sudah membalas pukulan Yakuza.
"Stop!"
Kini Cose, yang sudah berteriak di depan Yakuza, dan juga Lucky.
"Sudah Lucky, Yakuza, bisakah kita ini tenang dan juga berdamai" pinta Cose
__ADS_1
"Heh, jangan harap Aku dan juga Lucky ini bisa berdamai, Cose!" sahut Yakuza, yang di mana Yakuza, ini sungguh muak akan Lucky.
"Kau pikir Aku mau berdamai denganmu, Yakuza? Heh, jangan harap!"
"Cukup!"
"Cukup, Lucky, Yakuza, kita lebih baik urus pemakaman kartel saja saat ini!" pinta Cose
Tali Lucky, dan juga Yakuza, hanya diam saja yang di mana dia akan segera menurut saja akan permintaan Cose.
Tiga jam kemudian!
Semuanya sudah selesai, yang di mana kartel juga sudah di makamkan, yang di mana juga di kota Australia, dan juga di belakang markas besar geng gangster Hunter Cky Bentley.
Ting!
Sebuah pesan masuk dari Gibran, yang di mana Gibran sudah mengirimkan sebuah Vidio kepada Lucky.
Dan saking syok, dan juga pusing, bahkan Lucky sempat lupa jika dia ini menyuruh dua orang untuk membunuh Gibran. Yang di mana Sacra, dan juga Nosta.
"Aseh! Sialan bangsat!" Geram Lucky
Yang di mana dia ini baru saja melihat sebuah video, yang di kirim oleh Gibran, dan di sana juga Vidio Sacra dan juga Nostra yang sudah tewas, oleh Gibran.
"Kau kenapa, Lucky?" Tanya Cose
__ADS_1
"Coba kau lihat ini!"
Ha?
Kini mata Cose, langsung kaget di saat suruhan Lucky, yang di mana Sacra dan juga Nostra, itu di tugaskan untuk membunuh Gibran, namun dia sendiri yang sudah tewas.
"Jadi kau?" Tak percaya Cose, jika Lucky ini begitu sadis, dan juga nekat.
"Apa kau ini tidak percaya?"
"Heh, tidak, Aku sungguh percaya Lucky!, Namun apa lagi yang akan kau lakukan?" Tanya Cose
"Heh, Aku tidak tau Cose, tapi sepertinya Aku ini sudah kehilangan ide, sepetinya Aku harus yang turun tangan!"
"Hah? Yang bener saja? Apa kau ini tidak takut mati di tangan Gibran?"
"Tentu saja tidak kenapa Aku harus takut?" kini Lucky terseyum sengit
Cose, hanya diam saja, kini Lucky langsung berdiri. Dan tentunya juga Lucky sudah memegangi sebuh pistol yang di aman sebuah pistol itu akan dia bawa, untuk membunuh Gibran.
Kini Lucky terseyum sengit. "Kau lihat saja Gibran, Aku akan membunuhmu! Dan Aku juga pastikan kau mati di tanganku, hari ini!" Lucky dengan penuh yakin, yang di mana dia sungguh yakin jika Gibran, akan mati di tangan dirinnya.
Dor!
Lucky, yang sudah mencoba untuk menembak sebuah tembok hingga saat ini sudah retak, dan juga dia sudah memasang dan membawa sebuah peluru, yang di mana persiapan untuk perang dengan Gibran.
__ADS_1