
"Hallo, Tuan Lucky, ada apa? Tumben kau ini melponku, apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya Sacra
Lucky, kini dia sudah terseyum tipis. "Tentu saja iya, Aku akan memberikanmu, tugas"
"Apa situ?"
Tidak ada kata-kata, apapun yang di mana Lucky, dia memilih untuk segera mengirim sebuah Poto Gibran kepada Sacra. "Coba lihat Poto itu, Aku mau kau habisi, dia, atau bisa juga kau bunuh dia"
"Heh, kau tenang saja Tuan Lucky, Aku akan segera melakukan ini semua, untukmu" ucap Sacra
"Bagus!"
Kini seyuman penuh licik pun Lucky, hadirkan, yang di mana Lucky akan segera berhasil untuk membuat Gibran lenyap.
Tak hanya Sacra saja bahkan dia juga membawa teman yang bernama Nostra, meraka hanya berdua saja. Yang di mana akan melakukan perintah Lucky untuk segera membunuh Gibran.
***
Sedangkan disisi lain, yang di mana Gibran, masih saja, berada di sebuh club Dady Abraham, yang di mana dia masih saja mengawasi club Dady Abraham dengan di bantu Gabe.
__ADS_1
Namun Gibran, di saat itu juga dia ingin segera pulang ke sebuah hotel yang sudah iya inap, karena Gibran tidak ingin tinggal di mension Dady Abraham atau bahakan Oppa Jonathan. Gibran memilih untuk tinggal sendiri di hotel. Sebelum dia pergi ke kota Asia.
Ingin rasanya Gibran, mencari gadis yang bernama key'li, namun dia sudah kehilangan jejak, yang di mana Gibran, tidak tua gadis itu saat ini ada di mana.
Kini Gibran, memilih untuk segera pulang ke hotel, karena di rasa juga club Dady Abraham, sudah tidak ada lagi yang harus dia kerjakan.
Bahakan Gabe pun sama, dia juga ikut pulang.
Mobil Zeep hitam kini sudah di kemudian oleh Gibran, yang di mana dia akan segera pergi ke sebuah hotel miliknya.
Tidak mau menunggu lama, yang di mana Gibran saat ini mobil Zeep miliknya, sudah berada di depan hotel.
Tak hanya itu saja, dia juga di temani dengan sebuah Pistol kesayangannya, karena Gibran di manapun, dia berada dia selalu membawa sebuah pistol.
Dengan gerakan cepat, Gibran akan memancing musuh yang sedang mengawasi dia ini dengan cepat.
Dia pun memiliki ide, yang sungguh cemerlang, dia saat ini menaroh sebuh guling, dan juga kini di tutupi sebuah selimut, yang di mana seolah-olah Gibran sedang tidur.
Sedangkan dia bersembunyi, untuk segera memancing musuh itu keluar. "Lucky, Lucky, kau pikir Aku bodoh, sungguh kau ini memang tidak ada kapok-kapoknya"
__ADS_1
Sungguh yang di mana Gibran, sudah membakar sebuah mobil kesayangan miliknya, namun itu masih saja Lucky ini mencari gara-gara kepada Gibran.
"Nostra!"
"Iya, Sacra, ada apa?"
"Bagaimana? Apakah laki-laki tadi itu mirip dengan Poto ini?" Tanya Secra
"Tentu saja iya"
"Bagus, ya sudah, ayok kita lakukan tugas ini" pinta Sacra
"Ayok!"
Kini, Sacra dan juga Nosta, yang di mana meraka berdua ini akan segera melakukan misi dari Lucky, yang di mana Sacra dan juga Nosta akan segera menembak Gibran hingga tewas.
Dengan gerakan cepat, kini Sacra dan juga Nostra dia segera masuk ke dalam kamar hotel Gibran, dengan dia sungguh pintar masak ke dalam kamar hotel Gibran.
Dan dengan gerakan cepat juga, Sacra dan juga Nosta, sudah menembak jebakan Gibran.
__ADS_1