Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 41:


__ADS_3

Bugh!


Bugh!


Kini Bimo dan juga Zekay, yang sudah memukuli Lucky, habis-habisan, dengan Lucky di keroyok Zekay dan juga Bimo. Sedangkan Gibran dia milih untuk duduk saja. Melihat Lucky di siksa.


"Tuan, apakah kita akan bersenang-senang hari ini?" Tanya Zekay


"Tentu saja, jika kau ingin, habisi saja, dia, jangan sampai kau biarkan dia lolos, atau kabur" pinta Gibran, kini dia memilih untuk segera pergi saja menemui Gabe.


"Sialan, Kua Gibran, berani-beraninya kau ini membuatku, seperti ini, awas saja kau, Aku pasti akan membalasmu" batin Lucky, kini dia sudah pergi berlari, untuk segera pergi saja dari Club Dady Abraham.


"Sialan, dia kabur" pekik Zekay dan juga Bimo


"Ya sudah, ayok kita kejar, Aku sungguh lama tidak memukuli orang" terang Bimo


"Cukup!" Pinta Tuan Muda Gibran


"Loh ada apa? Kenapa?"

__ADS_1


"Sudahlah, jangan di perpanjang lagi, lagi pula juga dia sudah kalah" jelas Gibran


"Ya sudah, tuan, jika memang seperti itu, Aku dan juga Bimo akan segera pergi dari sini, karena kami akan segera pergi ke club Oppa Jonathan" pamit Zekay


"Ya sudah, kau hati-hati, Aku akan di sini terlebih dahulu, karena Aku juga masih ada urusan dengan Gabe" ucap


"Baiklah Tuan"


Kini Zekay, dan juga Bimo sudah pergi dari club Dady Abraham, yang di mana Zekay dan juga Bimo akan segera pergi ke club Oppa Jonathan. Sedangkan Gibran, dia memilih untuk di club Dady Abraham untuk berbicara penting dengan Gabe.


***


Sedangkan di sisi lain, tepatnya di dalam mobil Bentley berwarna kuning, yang di mana Lucky saat ini akan segera pergi ke rumah sakit, untuk menemui Kartel yang barus saja akan di operasi.


"Heh, sungguh menyebalkan Kamu Gibran, Kenapa? Kenapa Aku tidak bisa menjadi unggul seperti Gibran? Apa salahku!" Resah Lucky kini masih saja berada di dalam mobil Bentley berwarna kuning. Milik Cose.


Yang di mana juga, Lucky, sungguh plustasi Akan semua ini, yang di mana dia tidak bisa menjadi unggul sepeti Gibran.


Lucky, sungguh iri kepada Gibran, yang saat ini dia sudah di angkat menjadi seorang milyarder perusahaan Corporattion lazurdy. Dan juga menghendel Club Dady Abraham bersama Gabe.

__ADS_1


Sedangkan Lucky, dia tidak di percayai olah Dady Abraham dan juga Oppa Jonathan yang di mana Lucky, hanya lah anak pungut Momi Loche dan juga Dady Abraham saja.


Itu sebabnya, Lucky, merasa iri kepada Gibran, dan tentunya juga berusaha sungguh keras untuk bisa menyingkirkan Gibran.


Apapun itu caranya, Lucky, akan melakukan semuanya, bahkan dia tidak takut akan kehilangan nyawanya sedikitpun, jika memang harus itu yang dia lakukan untuk merebut posisi Milyarder dan juga mengurusi Club, tak hanya itu pewaris harta keluarga lazurdy juga dan juga konglomerat.


Mobil Bentley berwarna kuning, pun kini sudah sampai di ruang sakit, yang di mana di kota Asutralia, dan juga di dalam rumah sakit itu ada Kartel. Yang tentunya juga masih saja berbaring lemah di ranjang pasyen.


Namun sebelum Lucky, ini masuk ke dalam rumah sakit di sat itu juga dia, pun menelpon Zane terlatih dahulu.


Yang di mana Lucky, ingin segera juga Zane, untuk meninggalkan Kota Australia.


Tut!


"Hallo Lucky, ada apa?" Tanya Zane



Rembelay Pranista Garaldi

__ADS_1



follow Ig: Chasyaaaznr_


__ADS_2