Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 50:


__ADS_3

Karena, dari ujung sudut dingding ternyata Lucky dengan sungguh licik dia ini mengumpat, dan juga sudah diam-diam pula menembakan sebuah peluru ke arah Gibran.


Namun dengan gerakan cepat akhirnya itu tidak mengenai Gibran, yang di mana Zekay, sudah menyelamatkan Gibran dengan dia yang sudah mendorong Gibran.


"Sialan, kanapa tidak kena?" ungkap Lucky yang di mana di ini masih saja bersembunyi di balik dingding dan juga ingin membunuh. Gibran.


"Heh, ini semua salah Zekay, andai saja dia tidak menyelamatkan Gibran tadi, mungkin saja dia sudah tewas!"


"Heh, tapi ya sudahlah Aku akan tembak dia satu kali lagi" ungkap Lucky kini dia sudah ingin menembak Gibran dari sudut dingding.


Namun tidak semudah itu, yang di mana Gibran di lindungi dengan orang-orang yang sungguh pintar. Yang di mana Gabe, Zekay, dan juga Bimo.


Duak!


Brug!


Dor!


Ahhhhh.....


Kini Gabe, yang sudah menendang Lucky, yang di mana Gabe ini tadi melihat Lucky yang sedang mengumpat, dia pun tidak segan-segan menendang Lucky, agar Gibran, Zekay dan juga Bimo melihatnya.

__ADS_1


Dan tentunya juga Lucky sudah jatuh di atas pasir, dan juga dia ini dengan sungguh siap, peluru yang akan dia tembak ke arah Gibran, kini dia tembakan ke kaki dirinnya sendiri.


Yang di mana di saat Lucky, kini sudah siap akan menembak Gibran, Gabe pun dengan sebuh trik dia pun sudah menendang Lucky kini hingga jatuh di atas pasir.


Dan itu juga berhasil membuat tangan dia ini oleng, dan juga menembak lakinya sendiri. Dengan sebuah pistol yang di arahkan kekakinya.


"Sialan!"


Kesal Lucky, kini dia sudah jatuh di atas pasir, dan juga sambil menahan rasa sakit di kaki dirinnya. Yang sekarang sudah berdarah.


Ahhhh....


Kini kaki Gabe, sudah di taro di atas tubuh Lucky, yang kini Lucky dia masih saja jatuh di atas pasir dalam keadaan tengkurab.


Gibran hanya diam saja, yang di mana dia sudah menyeringai seyuman sadis.


"Zekay!"


"Iya Tuan!"


"Kau tau bukan apa yang kau harus lakukan?" ungkap Gibran

__ADS_1


"Tentu saja iya Tuan!" kini Zekay sudah menyeringai seyuman sadis, dan akan segera menuju ke arah Lucky, yang di mana Lucky sudah jatuh dalam keadaan tengkurab.


"Aseh bangsat! Apa yang akan Aku lakukan, Aku sungguh tidak bisa untuk melawan Gibran saat ini, lagi pula kakiku, ini sungguh sakit" batin Lucky kini dia sudah ketakutan dan juga tentunya sudah bergetar hebat.


Yang di mana saat ini, Zekay sudah menuju ke arah Lucky, yang sudah terjatuh dalam keadaan tengkurab.


Tidak ingin menunggu lama, kini Zekay sudah menarik Lucky, untuk segera mendekat ke arah Gibran.


"Ayok ikut Aku" pinta Zekay kini dai sudah menarik Lucky, dengan di bantu oleh Gabe.


"Tidak, lepaskan Aku!" pinta Lucky, kini dia sudah berteriak dan juga berontak


Tapi Zekay dan juga Gabe hanya diam saja, tidak ada rasa kasihan sama sekali kepada Lucky, yang di mana dia ini langsung saja membawa Lucky ke arah Gibran.


Dengan sebuah Kaki Lucky, kini sudah berdarah, yang di mana kaki Lucky ini sudah di tembak oleh dirinnya sendiri.


Brug!


Ahhhhh!


Kini Zekay, dan juga Gabe, yang di mana dia ini sudah membanting tubuh Lucky hingga kini terbentur di atas pasir.

__ADS_1


__ADS_2