
Kini Lucky, seperti biasa dia sudah memukul Dokter yang tidak bersalah sama sekali, dan kini juga berhasil membuat Dokter itu terbentur tembok, hingga keras dan juga sudut bibir pun berhasil mengeluarkan darah segar.
"Cepat, kau katakan padaku, ada apa ini?" Hardik Lucky lagi, yang masih saja geram dan juga marah, tak hanya itu saja dia juga sudah memegangi sebuah kerah baju sang Dokter.
"Cukup, Lucky, bisakah kau ini tidak terlalu emosi?" Pinta Cose
"Diam kau, Cose!"
"Kau yang diam, Lucky, bisakah kau ini mendengar penjelasan Dokter sebentar, dan jangan langsung asal menghakimi saja?" Hardik Yakuza.
"Aseh, Anjing! Bangsat, berengsek!"
Kini mata dan juga amarah Lucky, semakin meninggi di saat Yakuza melarangnya untuk memukuli Dokter.
Arga...
__ADS_1
"Dok, kau tidak apa-apa?" Tanya Cose kepada Dokter
"Saya tidak apa-apa" ungkapnya
"Ya sudah, Dok, apakah saat ini kau bisa untuk menjelaskan semuanya tentang sahabat kami kartel?" Tanya Cose pelan.
Dokter hanya mengangukan kepalanya saja, bahakan Dokter itu adalah orang sudah berumur, mungkin saja seumuran dengan Dady Abraham, maka dari itu Dokter itu, tidak berani untuk melawan Lucky.
Bahkan lebih berani, Lucky, kini dia sudah memukuli orang yang tidak bersalah sama sekali, yang di mana dia masih saja menyalahkan Dokter yang tidak becus, padahal, yang tidak becus itu adalah dirinnya, yang di mana Kartel sepeti ini adalah salah Lucky, yang ingin menembak Zane, waktu itu.
"Apa?"
Kaget, kini serentak Cose, Yakuza, dan juga Lucky, di saat Dokter mengatakan itu, yang di mana oparasi Kartel tidak berhasil, alias gagal. Tak hanya itu saja kini tangan Lucky, ingin rasanya dia ini menonjok Dokter yang sudah berumur itu.
"Maaf kan, saya, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi" lirihnya
__ADS_1
"Jadi maksudnya?" Kini Cose sudah merasa plustasi dan juga rasanya tidak sanggup untuk menayakan apapun ke kepada Dokter yang sedang berada di hadapannya.
Dokter, hanya diam saja juga kini hanya mengangukan kepalanya saja, yang di mana sebuh oparasi yang sungguh gagal itu membaut Kartel tidak tertolong yang di mana Karel sudah tewas alias, meninggal dunia, yang di mana sebuah tembakan dan juga peluru, yang begitu masuk ke jantung membuat nafas dan juga pembuluh darah tidak setabil, dan juga darah pun macet, karna sebuh peluru itu sudah masuk ke jantung dan tidak bisa di ambil semudah itu, maka dari itu operasi kartel pun gagal.
"Asehh, bangsat!"
Duak!
Kini Lucky, yang sudah menendang sebuah tembok, rumah sakit dengan sungguh kencang dan itu juga berhasil membuat kaki dirinnya itu mengeluarkan darah segar. Karena tendangan Lucky sungguh kuat sekali, akan tembok itu.
Yang di mana juga Dokter yang sudah berumur mengatakan jika Kartel tidak bisa di selamatkan lagi.
Yang di mana juga kartel sudah tewas, akibat sebuh tembakan Lucky.
Cose, Yakuza, dan juga Lucky, kini tampak kehilangan sosok Kartel, yang di mana dia adalah anggota geng gangster Hunter Cky Bentley,.
__ADS_1
Tak hanya Cose, Yakuza, dan Lucky saja, bahakan di sana juga ada anak-anak geng gangster Hunter Cky Bentley yang lain juga.