
Tentu saja Lucky masih sungguh marah, yang di mana dia ini tidak terima jika di saat anak buahnya mati, yang di mana Sacra dan juga Nostra.
Deret....
Deret....
Kini Lucky, langsung saja terseyum sinis, di saat dia melihat sebuah handphone miliknya, yang sudah berbunyi, yang di mana juga di sana Gibran, yang menelponnya.
"Bagaimana? Apakah anak buah suruhanmu itu, sudah berhasil membunuhku?" goda Gibran di saat Lucky sudah mengangkat sambungan telponnya.
"Anjing! Berengsek, kau Gibran!"
"Heh, rupanya kau ingin main-main denganku, Lucky?"
"Sudahlah Gibran, kau di mana, kita selesaikanlah, masalah ini"
"Harusnya kau tau Aku ada di mana! Lucky" ungkap Gibran, kini dia sudah mematikan sambungan telponnya.
"Aseh! Bangsat! Sialan Kua Gibran!" Kesal Lucky, yang di mana Gibran sungguh ingin main-main dengan dirinnya.
Tapi Lucky, tidak mau tinggal diam yang di mana dia akan segera saja pergi menemui Gibran, yang di mana dia juga sudah tau, jika Gibran, ada di sebuah markas besar.
__ADS_1
Yang di mana markas, besar itu adalah tempat pemakaman mayat, yang sudah di bunuh oleh keluarganya Lazurdy, dan bisa di bilang juga markas tersembunyi.
Bakalan, jika ada seseorang yang datang kesana, dan juga dia ini melaporkan tentang markas itu, keluarga Lazurdy, tidak akan segan-segan di saat itu juga dia pun akan membunuhnya.
"Kau ingin kemana Lucky?" Tanya Cose
"Aku akan pergi, dan seperti bisa Aku akan kembali malam, jika malam ini ada balapan liar!"
"Apakah kau ingin membawa mobilku lagi?"
"Tentu saja iya, bukankah kau juga tau, mobilku, sudah hangus? Tapi ya sudahlah, Aku akan pergi sekarang!" Lucky kini dia sungguh buru-buru, untuk segera menemui Gibran.
Yang di mana Lucky, akan segera juga untuk datang ke sebuah markas tersembunyi. Yang di mana juga di sana ada Gibran, Zekay, Bimo, dan juga Gabe.
Dan tentunya juga akan segera menuju ke sebuh markas tersembunyi. Entah apalagi yang akan Lucky lakukan untuk Gibran, tapi yang jelas dia ini ingin membunuh Gibran, saat ini.
***
Sedangkan di sisi lain tepatnya di sebuah markas tersembunyi milik kelurga Lazurdy, yang di mana kini Gibran, Zekay, Bimo dan juga Gabe, sedang menunggu kehadiran Lucky datang.
Tapi karena, Sacra dan juga Nostra ini sudah tewas, yang di mana sudah di tembak oleh Gibran, dia pun sudah menyuruh Zekay dan juga Bimo, untuk mengurus itu semua.
__ADS_1
"Bagaimana? Apakah aman?" Tanya Gibran kepada Zekay, yang di mana dia sudah selesai akan semua tugas yang sudah di berikan Gibran.
"Tentu saja aman Tuan!" balas Zekay
"Bagus!"
Kini Gibran sudah terseyum kecil, yang di mana Sacra dan juga Nostra sudah di makamkan di sebuah markas tersembunyi itu, yang di mana juga sudah di atur oleh Zekay dan juga Bimo.
Kerek...
Mata Zekay, kini langsung melotot, di saat dia mendengar suara injakan kaki orang yang sedang bersembunyi.
"Tuan awas!"
Ahhhh....
Dor!
"Asehhh!"
Kini Zekay yang sudah mendorong Gibran, yang di mana saat ini Gibran sudah di tepikan di sebuah tembok.
__ADS_1
Yang di mana juga sebuah peluru itu tidak sempat kena, akan tubuh Gibran, yang di mana sebuah peluru itu mengenai sebuh tembok dan berhasil retak.