Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 26:


__ADS_3

"Lucky, kanapa kau diam saja? Apa kau ini tuli, yang diman kau tidak bisa untuk mendengarku?" Zane yang sudah kesal di saat Lucky, malah tersenyum di saat dia meminta uang lima puluh juta.


"Heh, kau pikir Aku ini, bodoh? Dan kau pikir juga Aku akan memberikan uang lima puluh juta itu untukmu?" Kini Zekay yang sudah memancing emosi Zane.


"Apa maksudmu?"


"Coba kau lihat Aku, kau pikir Aku akan mengasih uang lima puluh juta hanya cuma-cuma saja, heh kau jangan pernah mimpi, karena Aku tidak akan pernah memberikan uang sepeserpun untukmu, Zane" terang Lucky


Tapi Zane, hanya diam saja dan juga tentunya tidak menyangka, jika Lucky tidak takut akan sebuah ancaman Zane, yang akan membocorkan rahasia Lucky.


"Dan, Aku ingatkan satu hal kepadamu, jika kau masih saja mengancamku, atau bahkan kau juga membicarakan rahasiaku ini, kau lihat saja, apa yang akan Aku lakukan untukmu" Ancam Lucky.


"Ini tidak seberapa, Zane, jika kau benar-benar membuatku marah dan membocorkan semuanya, Aku tidak akan segan-segan, untuk membunuhku" bisik Lucky.


Kini Lucky sudah terseyum tipis, dan juga tentunya merasa menang di saat dia mengncam Zane, si ***** tolol, tak hanya itu saja Lucky dia langsung pergi meninggalkan Zane.

__ADS_1


"Heh, kau pikir Aku ini takut akan ancaman mu, Lucky, jangan harap, justru Aku tidak takut sama sekali, pokoknya kau lihat saja Aku akan membongkar semunnya" kini Zane sudah terseyum sinis,.


Yang dimana Zane, sudah tidak takut akan ancaman Lucky yang akan membunuhnya, bahakan Zane pun sungguh tidak takut akan semua itu.


***


Sedangkan di sisi lain, yang diman Bimo dan juga Zekay, kini mereka sedang berada di sebuah club Dady Abraham, yang dimana juga sedang berada di ruangan cctv, yang akan mengecek sebuah kejadian malam itu.


Mata Bimo dan juga Zekay, masih saja menatap layar komputer, yang dimana Bimo dan juga Zekay, masih saja untuk mengecek sebuh cctv.


"Aku ingin mencari Zane, karena Aku sungguh yakin, jika Zane tau sesuatu" ungkap Zekay


"Ya sudah, kau, pergilah, biar Aku saja yang menunggu hasil cctv ini" balas Bimo


Zekay hanya menganggukkan kepalanya saja dan juga menepok pundak Bimo "Kau hati-hati, karna Aku sungguh yakin, jika di sini bayak yang sedang mengawasi kita berdua, kau pokonya harus tetap waspada"

__ADS_1


"Eh, kau tenang saja, Aku selalu waspada, dan tentunya juga Aku sudah menyimpan pistol dan juga pisau kecil, di saku celanaku"


"Bagus, Aku akan segera kembali"


Kini Zekay, yang baru saja keluar meninggalkan Bimo, yang dimana dia akan menemui Zane, yang Zekay tebak Zane ini pasti ada di sebuh club juga dan tentunya juga tau sesuatu tentang apa yang terjadi akan Gibran.


Zekay, kini langsung tersenyum di saat dia baru saja menemukan Zane, sedang mabuk berat di sebuh club Dady Abraham.


"Bagus, Aku tidak perlu, repot-repot, lagi untuk berpikir dengan jernih, karena perempuan ***** itu sudah mabuk terlebih dahulu" Zekay yang sudah terseyum sinis


Zekay tidak mau tinggal diam, yang dimana di saat ini sudah berada di dekat Zane, dan juga sudah menyiapkan sebuh rekaman berbicara Zane, untuk di berikan kepada Gibran.


***


__ADS_1


__ADS_2