
Deret....
Deret....
"Dady?"
Gibran, yang baru saja melihat, jika yang menelponnya, itu adalah Dady Abraham,. Kini Gibran langsung memakai sebuah earphone.
"Gibran!"
"Iya Dady, ada apa?" Tanya Gibran
"Kau akan datang ke, Mension ku?"
"Iya, Aku akan segera, datang, ada apa?" Tanya Gibran
"Kau tidak usah datang ke mension ku, Gibran, kau datang saja ke mension Oppa Jonathan, Aku akan kesan juga, untuk membicarakan bisnis, dan juga akan mempersiapkan kepergianmu, untuk ke Asia" ucap Dady Abraham
"Ya sudah, Aku akan segera kesana" setuju Gibran kini dia sudah mematikan sambungan telponnya.
Yang di mana juga, sebuah, mobil Zeep, masih saja kini melaju, dengan sungguh kencang, untuk segera menuju ke sebuh mension Oppa Jonathan.
__ADS_1
Tanpa, menunggu lama pun kini mobil Zeep hitam milik Gibran, sudah sampai, yang di mana juga, di sebuah mension Oppa Jonathan.
Tak hanya itu saja, Dady Abraham juga sudah datang, yang di mana mobil Limousine milik Dady Abraham, sudah berada di depan mension Oppa Jonathan.
Tidak hanya Dady Abraham saja, di sana juga sudah ada Noel dan juga Mark.
Tidak, mau menunggu lama, yang di mana Gibran kini langsung masuk saja ke dalam, untuk segera menemui Oppa Jonathan dan juga Dady Abraham. Yang di mana seperti biasa Oppa Jonathan dan juga Dady Abraham, sudah menunggu Gibran di ruangan private.
"Silahkan, Tuan Muda Gibran, Oppa Jonathan dan juga Dady Abraham sudah menunggu Tuan sejak tadi" ucap Kezn yang sudah membukakan pintu ruangan private.
"Terima kasih"
Gibran, langsung masuk saja ke dalam, dan mata Gibran kini sudah tertuju kepada Oppa dan juga Daday Abraham.
"Gibran!"
"Silahkan duduk, Gibran" pinta Oppa Jonathan
"Ya sudah, miting akan kita mulai" ucap Dady Abraham "Jadi begini, Gibran, Dady dan juga Oppa meminta kamu untuk cepat-cepat, segera selesaikan masalah kamu, dan kau juga harus segera untuk pergi ke kota Asia, dan kau juga tidak usah kahwatirkan bisnis Dady dan juga Oppa, karena kita bisa untuk menghandle itu semua"
"Bikalah, Dady, Oppa, tapi tolong ijinkan Aku, tolong ijinkan sebelum Aku pergi ke Aisia, Aku ingin melihat perkembangan bisnis Oppa dan juga Dady ini"
__ADS_1
"Kau tenang saja, semuanya lancar Gibran, kau tidak usah mengekhewatirkan itu semua" pinta Dady Abraham lagi.
"Iya Gibran, Karana bisnis Oppa dan juga Dady saat ini berjalan dengan sungguh lancar" ucap Oppa Jonathan.
Yang di mana, Oppa Jonathan dan juga Dady Abraham, memiliki perusahan dan juga bisnis yang bergerak di bidang penjualan tanah, yang di mana tanah, tersebut yang sudah di beli dan juga bekerja sama antar kantor, akan di buat sebuah hotel, gedung, dan juga apartemen.
Tak, hanya memiliki perusahaan saja, bahkan Oppa Jonathan dan juga Dady Abraham memiliki sebuah club. Yang berada di kota Australia dan juga Asia.
***
Sedangkan di sisi lain, tepatnya di mension Dady Abraham, yang di mana Lucky saat ini dia sedang berada di meja makan. Bersama Luche.
"Momi"
"Kenapa Lucky?"
"Di mana Dady? Kenapa Aku tidak menemukan dia?" Tanya Lucky
"Oh, Dady tadi pagi sudah pergi ke mension Oppa Jonathan, untuk membicarakan bisnis"
"Oh" lirih Lucky
__ADS_1
"Tumben! Ada pa dengan Dady?" Batin Lucky "Ahhh tapi ya sudahlah, Aku akan segera pergi saja ke club, untuk menemui Zane, dan habis itu Aku akan pergi ke rumah sakit, untuk melihat keadaan Kartel" sambung Lucky, dan tentunya juga masih dalam hati.