Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 15:


__ADS_3

Brem!


Mobil Limousine hitam yang sudah di tumpangi Dady Abraham kini sudah berjalan untuk menuju ke sebuah mension Oppa Jonathan,. Dan di ikuti pula oleh bodyguard-bodyguard yang menaiki mobil Zeep dan juga mobil bentelay berwarna putih.


Tapi tidak dengan Lucky, dia memilih untuk menaiki mobilnya saja di bandingkan harus ikut bersama Dady Abraham naik mobil Limousine-nya.


***


Sedangkan di sisi lain Oppa Jonathan yang masih tertidur yeyak di saat kamar mewah yang full size milikinya, itu sontak saat itu juga merasa terganggu, di saat Kezy ini membuka pintu dan juga membangunkan Oppa Jonathan.


Ckrekkk!


"Kau" hardik Oppa Jonathan kepada Kezn yang dimana Kezn ini baru saja masuk ke dalam kamar Oppa Jonathan.


"Maaf Oppa, Aku bukan tidak sopan padamu, tapi di luar ada Tuan Lucky dan juga Tuan Abraham ingin bertemu dengan mu" ucapnya sambil sudah takut-takut


"Ya sudah, Aku akan pergi ke sana, silahkan kau tinggalkan kamar ku sekarang" pinta Oppa Jonathan kepada Kezn.


"Baikalah" jawabnya kezn singkat dan langsung pergi


Oppa Jonathan, yang sudah melihat kezn sudah pergi Oppa Jonathan langsung bangun dari atas ranjangnya, untuk menemui Abraham dan juga Lucky, cucu angkatnya.

__ADS_1


"Ada apa kau kemari?" Tanya Oppa Jonathan yang baru saja datang di ruangan keluarga tempat membicarakan sesuatu, dan seperti biasa di luar pintu selalu di jaga oleh Kezn.


Oppa Jonathan langsung duduk dan juga terus memandangi wajah Abraham dan juga Lucky yang hanya diam saja "Kau ini, jika kemari hanya untuk diam mematung seperti ini, lebih baik kau pergi, karena aku tidak bisa lama-lama berada di sini" tutur Oppa Jonathan


"Heh tunggu Oppa, Aku kemari hanya ingin menanyakan tentang rencana yang kau lakukan semalam untuk Gibran bagaimana?" Tanya Abraham kepada Oppa Jonathan.


"Heh, menurutmu seperti apa?" Tanya Oppa Jonathan


"Aku tidak tau" balas Abraham kepada Oppa Jonathan yang memang Dady Abraham ini tidak tau.


"Heh, sepertinya menarik, pembahasan hari ini" batin Lucky "Tapi tunggu, apa yang dimaksud Dady, kenapa dia mengatakan jika Oppa Jonathan ini memiliki rencana untuk Gibran?" Bingung Lucky masih di dalam batinnya.


Brakk!


Deg!


Semua pandangan mata tertuju kepada Gibran, termasuk mata Lucky, Abraham dan juga Oppa Jonathan.


"Apa maksudmu Gibran!" Hardik Dady Abraham.


"Diam, kau tidak tau apa-apa Dady" benatk Gibran yang sudah emosi akan semua ini yang telah terjadi padannya.

__ADS_1


"Dugaan ku benar bukan, jika Lucky yang sudah melakukan ini padaku" batin Gibran yang seolah-olah ini sudah menuduh Lucky yang sudah menjebaknya itu bersama Key'li.


"Coba kau ini jangan emosi seperti itu, cepat kau duduk, lalau ceritakan kau kenapa?" Tanya Oppa Jonathan kepada Gibran, yang seolah-olah Oppa Jonathan ini tidak tau apa-apa.


Heh...


Gibran yang sudah duduk di sofa dekat Oppa Jonathan, dan tanpa mengeluarkan kata-kata sama sekali kepada Oppa Jonathan.


"Heh apa ini artinya Oppa Jonathan berhasil" batin Abraham "Lalu jika iya, apakah Gibran juga akan di kirim ke kota Asia, untuk melaksanakan misinya itu untuk mengambil separuh harta dari keluarga Makenzie" batin Dady Abraham yang terus bertanya-tanya akan semua ini, dan tentunya juga akan bertanya apa rencana selanjutnya yang sudah Oppa Jonathan persiapkan.


Drettt!


Drettt!


Drettt!


***


Mampir yuk ke sini😚🥰


__ADS_1


__ADS_2