Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 7:


__ADS_3

***


Sedangkan di posisi lain tepatnya di kediaman rumah Abraham, Abraham yang sangat bingung akan kah jebakan untuk Gibran ini berjalan dengan lancar.


Abraham yang sedang duduk di sofa sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit sontak saat itu juga langsung kaget melihat pintu di buka oleh istrinya Luche.


"Mas" lirih Loche sambil menjalankan kakinya untuk menuju ke arah Abraham dan duduk di sampingnya. Tapi Abraham hanya diam sambil melirikan matanya ke arah Loche.


"Mas, kau dan Oppa merencanakan apa?" Tanya Loche kepada Abraham sambil mendudukan bokongnya ke kursi sebelah Abraham yang sedang duduk di ruangan privatenya.


"Sudah lah kau tidak perlu tau apa rencana ku dan juga Oppa, jadi kau diam saja Luche" lirih Abraham kepada Luche yang menanyakan kepada suaminya.


"Baiklah kalau begitu" ujar Luche kepada Abraham, Luche yang sedang duduk di samping AbrahamĀ  langung bangun dan berlalu pergi meninggalkan Abraham.


*"*


Sedangkan di posisi lain Zekay sedang menyiapkan semuanya untuk menjebak Gibran malam ini di club.

__ADS_1


"Bimo, aku harap rencana kita berhasil untuk menjebak tuan muda Gibran" Zekay kepada Bimo sambil memainkan pistolnya, karna Zekay kemana-mana selalu membawa pistol dan juga pisau kecilnya bila takut ada musuh di sampingnya.


"Iya, aku harap juga seperti itu" lirih Bimo kepada Zekay


"Ya sudah lakukanlah saja Bimo perintahku, aku akan mengawasi di sekitar sini, supaya tidak ada yang curiga dan tau" ujar Zekay kepada Bimo.


"Tapi apakah Gibran malam ini akan ke club" tanya Bimo kepada Zekay sambil menatap Zekay yang sedang berada di sampingnya.


"Tentu saja, aku sangat yakin kalau Gibran akan datang ke club malam ini untuk mabuk lagi dan menemui ***** tololnya itu Zane" ujar Zekay kepada Bimo.


"Ya sudah kalau begitu, aku percaya saja padamu" ujar Bimo kepada Zekay.


***


"INI SEMUA SALAH MU LUCKY" pekik Gibran yang terus menyalahkan Lucky saat ini.


"SIALAN" Gibran yang langsung bangun dari tidurnya menjadi duduk di atas ranjang.

__ADS_1


Gibran pun merasa sangat pusing dan mumet akhirnya dia pun memutuskan untuk pergi ke club saja untuk mabuk-mabukan yang akan setengah menghilangkan rasa pusingnya


Gibran langsung keluar dari kamarnya dan segera menuju ke luar rumah untuk menuju ke club namun tiba-tiba saja Luche memanggilnya


"Gibran, mau kemana kamu?" Tanya Luche kepada Gibran yang akan segera pergi ke club untuk menemui Zane yang sedang menunggunya di club. Itu pasti.


"Aku harus pergi malam ini Mom" ujar Gibran kepada Loche saat ini.


"Bisakah kau dirumah saja malam ini, aku tidak mengizinkanmu pergi kemana pun itu, aku takut terjadi apa-apa dengan mu Gibran" ujar Loche yang melarang Gibran untuk pergi bersama Zane ke club malam ini.


"Sudah lah, aku tidak akan kenapa-kenapa tolonglah percaya padaku Mom" lirih Gibran yang langsung pergi meninggalkan Loche untuk segera ke club karna Zane biasanya sudah menunggunya sekarang.


"Tapi Gibran" tolak Loche langi kepada Gibran namun hasilnya tetap sama Gibran tetap melangkah kakinya menuju ke luar mension tanpa menghiraukan ucapan sang Momennya.


Ckrek!


Brug!

__ADS_1



__ADS_2