Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 33:


__ADS_3

"Tapi, Aku sungguh yakin, jika ini semua pasti ulah Gibran, Aku sungguh tau itu" hardik Lucky, kini dia sudah kesal dan juga emosi.


Deret!


Deret!


Kini wajah, Lucky, sudah kesal, dan juga penuh dengan emosi, di malam ini, yang di mana ini sudah malam,.


Tak hanya, itu, yang menelponnya, adalah Gibran, Adik, angkatnya.


"Kenapa?" Tanya Lucky


"Heh, bagaiman? Apakah kau ini sungguh puas akan semuanya?" Tanya Gibran


Kini Lucky, udah terseyum licik. "Teryata benar, jika ini semua pasti kerjaanmu Gibran"


"Aku, tidak, peduli, tapi Aku hanya ingatkan satu hal, padamu, jika kau ini masih saja melawan ku, Aku tidak akan segan-segan, untuk melakukan lebih kejam dari pada ini" anacam Gibran


"Apa maksudmu?" Tanya Lucky


"Heh, sungguh pintar sekali, kau ini untuk meyembuyikan sesuatu, yang di mana kau, sudah menjebakmu, malam itu?"


Aseh!


"Sialan, apa Gibran, ini sudah mengetahui jika Aku yang sudah menyabotase, dan juga menyuruh Zane untuk mencubunya" batin Lucky


"Kenapa kau diam Lucky? Apa kau ini sungguh tidak, bisa untuk berbicara lagi?" Tanya Gibran. "Heh, tapi ya sudahlah, Aku tidak ada waktu untuk meladeni, laki-laki, pecundang sepertimu" sambung Gibran


Aseh!

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


"Hei"


"Gibran!"


"Gibran! Apa maksudmu, mengatakan jika Aku ini pengecut dan juga pecundang?"


Arghhh!


Prang!


Buk!


Kini Lucky, yang sudah melempar sebuh benda pipih miliknya hingga sekarang jatuh  dan juga pecah. Yang di mana juga Girang sudah mematikan sambungan telponnya secara sepihak.


Argh!


"Aku sungguh yakin, jika Zane yang sudah membongkar semau ini" hardik Lucky yang sudah mengepalkan kedua tangannya.


"Lucky!"


"Apa?"


"Tolong sabar dulu, coba kita pikirkan ini, dengan kepala dingin" pinta Yakuza


"Tidak bisa, tapi Aku sungguh yakin, jika ini semau pasti kerjaan, Zane"


"Cukup! Lucky, tolonglah, Aku mohon kau jangan gegabah" pinta Kartel

__ADS_1


"Tapi ini, tidak bisa di biarkan, jika Aku ini masih membutakan Zane hidup!"


"Ha? Apa maksudmu? Jangan bilang kau ingin-"


Heh, Lucky, yang sudah terseyum dengan sungguh emosi, dan juga penuh dengan dendam. "Sekarang kau, tau, Kartel, apa yang akan Aku lakukan?"


"Tidak, Aku memang tau, apa yang akan kau lakukan, tapi tolong, jangan lakukan ini!" Pinta Kartel


"Ahhh, sudah, kalian semua diam saja, ayok cepat kau temani Aku, aku sungguh tidak bisa tidur malam ini, jika Zane masih berkeliaran" terang Lucky


"Lucky, plis, Zane, perempuan, bisakah kau ini tidak menyakiti perempuan?" Tanya Cose


Tapi Lucky, tidak mau pikirkan itu dan juga mendengarkan ucapan Kartel, Cose, dan Yakuza, yang di mana Lucky, tetap kekeh ingin membuat Zane musnah.


Heh, Lucky, kini dia sudah terseyum sengit, di saat dia memegangi sebuh pistol, yang akan siap, untuk menembak kepala Zane.


"Kartel, Apa yang harus kita lakukan? Aku sungguh tidak ingin ada korban lagi, Aku juga sungguh tau, jika Lucky pasti dia akan membunuh Zane" ungkap Cose.


"Alih tidak tau, Apa yang akan kita lakukan, kau juga tau bukan, jika Lucky, sudah bertindak dia tidak bisa untuk di halangi" balas Kartel


"Lalu bagaimana?" Tanya Yakuza


"Kita, harus ikuti, Lucky" ungkap Kartel


"Ya sudah"


"Lucky!"


Kini Lucky, yang sudah mengontaikan sebuah kakinya, yang akan segera pergi dari Hunter Cky Bentley, yang di mana Lucky akan pergi ke sebuh hotel tempat Zane tinggali.

__ADS_1


__ADS_2