Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 44:


__ADS_3

Dor!


Dor!


Dor!


Sacra dan juga Nostra, dia sudah menembak sebuah bantal dan juga sebuh busah ranjang milik hotel, hingga sakarang hancur.


Kini mata Sacra dan juga Nosta saling pandang, dan juga mengerutkan keningnya, yang di mana dia pikir yang sedang tertidur di atas kasur adalah Gibran.


"Cepat, kau cek, apakah dia sudah tewas?" pinta Sacra kepada Nosta


Tidak ada suara balasan dari Nostra yang di mana dia memilih untuk segera mengecek saja apakah dia sudah mati.


"Aseh, brengsek! Kita di jebak" geram Nosta, di saat dia membuka sebuah selimut, jika bukan Gibran yang dia tembak, melainkan dia menembak sebuah guling.


"Kanapa?"


"Coba kau, lihat ini apa?"


"Aseh, Anjing, bangsat!" Sacra pun kini ikut-ikutan kesal dan juga geram


"Lalau di mana dia?" Tanya Nosta


"Aku juga tidak tau, tapi Aku sungguh yakin, jika dia masih ada di dalam kamar" balas Sacra

__ADS_1


"Ya sudah, Ayok kita cari"


Kini Sacra dan juga Nosta, dia akan segara mencari Gibran saja tentunya juga.


"Khmm, kau mencraiku"


Kini terdengar suara dari seseorang laki-laki, yang saat ini sudah berada di belakang Sacra dan juga Nostra.


Namun meraka berdua sungguh sadis, yang di mana, baru saja kini mendengar suara Gibran, kini sudah ingin menembak Gibran saja.


Tapi itu semua gagal, yang di mana Gibran sudah menembak terlebih dahulu, Sacra dan juga Nosta.


Dor!


Dor!


Brug!


Kini darah dan juga tubuh kokoh Nostra dan juga Sacra sudah jatuh di atas lantai, dengan di selimuti, darah yang sudah mengerucud deras.


Gibran, kini dia sudah, menghampiri Sacra dan juga Nosta, yang sudah terjatuh di atas lantai. Tak hanya itu Gibran juga kini sudah terseyum tipis. "Heh, apa kalian mencariku?" Tanya Gibran


Tapi Sacra dan juga Nosta kini sudah berbaring lemah di sebuah lantai, namun, di saat itu juga, Sacra akan mengambil sebuah pistol dan akan menebakan pistol itu kepada Gibran, namun di saat itu juga Gibran dengan sungguh sadis dia sudah menembak kepal Secra. Hingga kini dia tewas.


Dor!

__ADS_1


"Sacra!"


Teriak Nosta di saat Sacra sudah tewas, akibat di tembak oleh Gibran, tak hanya itu saja Nosta sungguh marah dan juga tidak terima jika Sacra harus tewas.


Di saat itu juga, Nosta akan menebak Gibran, di saat itu juga Gibran dengan gerakan cepat dia menebak duluan Nosta.


Dor!


Aaaaa!


Kini Gibran yang sudah menebak Nosta yang saat ini juga Nosta juga berhasil tewas di tangan Gibran.


Gibran padahal, tidak ingin dan juga tidak ada niat untuk menembak Nosta dan juga Sacra tapi apa boleh buat, dia hanya melindungi dirinnya saja, yang di mana Nosta dan juga Sacra akan membunuh Gibran, dengan Nosta dan juga Sacra di suruh Lucky, untuk membaut Gibran mati.


Tidak mau menunggu lama, yang di mana Gibran sudah membunuh Sacra dan juga Nosta, di saat itu itu juga Gibran menyuruh Zekay dan juga Bimo. Untuk mengurus ini semua.


Yang di mana juga, Gibran akan menelpon Zekay dan juga Bimo, untuk di mana meraka berdua untuk datang ke hotel yang dia inap.


Tut!


"Hallo, Tuan Gibran, ada apa? Kanapa kau menelponku?" Tanya Zekay


"Kau di mana? Apakah kau ini masih di club Oppa Jonathan?" Tanya Gibran


"Tentu saja Tuan, ada apa?"

__ADS_1


"Aku ingin minta tolong padamu, Zekay, bisakah kau hari ini dan juga detik ini juga, datang ke hotel ku?" Pinta Gibran


"Ada apa Tuan? Sepertinya sungguh penting sekali?" Tanya Zekay heran


__ADS_2