Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 14:


__ADS_3

"Heh tidak Dady, Aku hanya ingin menanyakan saja padamu, kau mau kemana?" Tanya Lucky.


"Aku akan pergi ke mension Oppa Jonathan, karna Aku ada urusan padannya" ucap Abraham.


"Oh tapi apa aku boleh ikut padamu Dady? Atau mungkin memang kau akan berbicara bisnis club lagi?" Tanya Lucky lagi kepada Dady Abraham.


"Heh sudahlah, kau ini tidak perlu tahu, aku hanya ingin membahas clubku yang berada di Australia, yang dimana di pimpin oleh Gibran dan juga sambil Gabe" ucapnya.


"Heh, aku sangat yakin, pasti Gibran sudah tidak boleh lagi untuk mengurusi club bersama Gabe" batin Lucky "Tapi itu bukannya bagus Lucky, bagus untukmu, jika Gibran di keluarkan untuk menjaga dan menjalankan bisnis club bersama Gabe, itu tandannya aku yang akan menjadi posisi Gibran, dan pastinya juga aku yang akan menggantikan posisi Gibran menjadi milyarder di perusahaan Lazurdy" batinnya lagi yang seolah-olah itu akan dirinnya yang mengantikan posisi Gibran.


Karna Lucky sungguh yakin, Gibran ini pasti akan di cabut dari jabatan sebagai Miliarder-nya dan juga di berhentikan untuk mengurusi bisnis Abraham tentang club yang dimana Gibran ini dibantu oleh Gabe, karna Abraham sangat marah besar jika mengetahui Gibran menghabiskan uang sebanyak satu milyar dan juga berciuman bersama ***** Zane, yang dimana Abraham tidak suka akan perempuan murahan seperti Zane.


"Kenapa Aku sangat yakin" batinnya "Aku yakin Aku yang akan di angkat oleh Dady Abraham untuk menjadi milyarder dan juga mengurusinya club" batinnya lagi dengan penuh pede, lalau langsung terseyum sinis.


Arghhh....

__ADS_1


"Tapi bagaimana jika Dady Abraham tau kalau Aku yang sudah, menjebak Gibran, dan aku juga yang sudah mengambil uang satu milyar itu" batin Lucky yang takut akan semunnya itu ketahuan.


"Heh, tapi tidak ada yang tau bukan, ahhh sialan kau Lucky, bukannya Zane tau semuannya? Lalu apa yang harus aku lakukan saat ini" ucap Lucky yang merasa bingung.


"Apa Aku harus menyingkirkan Zane, si ***** sialan itu" ucapnya lagi sambil terus berpikir, tanpa di sadari oleh Lucky, jika Dady Abraham masih saja berdiri di hadapannya.


"Khmmm"


"Ahhh maaf kan aku Dady" ucapnya


"Iya" balasnya


"Ya sudah ayok" ucapnya dan langsung pergi meninggalkan Lucky.


"Heh, sudahlah, nanti saja Aku pikirkan ini" ucapnya lagi dan langsung meyusul Dady Abraham untuk menuju ke sebuah mobil Limousine yang sudah berjejer di hadapan mension Dady Abraham sambil di belakangnya itu ada sebuah mobil Zeep dua dan juga mobil bentelay hitam.

__ADS_1


"Mas, Lucky" panggil Loche kepada Dady Abraham dan juga anak pungutnya itu Lucky.


"Iya Mom" sahut Lucky sedangkan Abraham hanya diam saja.


"Mau pergi kemana?" Tanya Loche kepada Dady Abraham dan juga Lucky.


"Aku dan Dady akan pergi ke mension Oppa Jonathan Mom" jawabnya.


"Heh, kau tidak ingin mengajakku?" Tanya Loche


"Sudah Sayang, Aku hanya sebentar saja, nanti aku akan kembali" sahut Abraham kepada Loche sang istrinya itu, untuk segera pergi dari mension.


"Ya sudah hati-hati" pintanya


"Ya sudah Noel, ayok jalan" pinta Dady Abraham kepada Noel yang di mana Dady Abraham sudah berada di dalam mobil Limousine, tak hanya Noel saja bahkan di dalam mobil Limousine juga ada Mark di samping Noel.

__ADS_1


"Baik Tuan" ucapnya


__ADS_2