Kesayangan Tuan Milyarder

Kesayangan Tuan Milyarder
Part 30:


__ADS_3

"Ahhhh sudahlah, otaku bener-bener sudah tidak bisa untuk berpikir, Aku akan segera datang saja ke Hunter Cky Bentley, untuk meminum bir"


Mobil Bentley berwarna pink perpaduan warna dengan putih kini sudah berada di sebuah Hunter Cky Bentley, dengan di sana ada ketua geng gangster bernama Kartel, dan anggota lainnya yang bernama Cose dan Yakuza, dan masih banyak lagi.


"Lucky, ada apa dengan mu?" Tanya Yukuza, yang baru saja menayakan kepada Lucky.


Yang dimana juga Lucky, tampak lemas dan juga lelah.


"Aku tidak apa-apa, Cose, bisakah kau mengambilkan sebuah bir untukku?"


"Tentu saja, di dalam juga masih bayak stock" ungkap Cose, kini dia sudah pergi mengambil sebuh bir.


"Lucky, apakah kau ini ada masalah?" Tanya Kartel


"Heh, sudah kalian semua diam dulu, Aku ingin meminum bir terlebih dahulu" ungkap Lucky.


"Ini!"


Kini Cose, sudah datang yang dimana Cose membawakan sebuh bir, untuk Lucky.


Glek...


Glek...


Glek...


Kini Lucky, yang sudah meminum sebuh bir dengan sungguh napsu dan juga harus.


"Sudah-sudah, jangan menyiksa dirimu sendiri, tolong katakan kepada kami, kau kenapa?"

__ADS_1


"Ini semua gara-gara, Gibran!"


"Ha? Gibran? Gibran Adik angkat mu itu?" Tanya Yukuza


"Heh, tentu saja, siapa lagi, hanya dia musuh ku, di kota Australia"


"Ada apa dengan dia? Kau tampak benci dan juga penuh dendam sekali kepada Gibran, Lucky?" Tanya Cose


"Heh, tentu saja, karna dia sudah....."


Kini Lucky yang sengaja menggantung ucapannya, dengan saat ini sudah mengepalkan tangannya dengan penuh emosi.


"Sudah Apa?" Tanya Yakuza


"Dia sudah, membuatku hancur, dan juga kehilangan semuanya" ungkap Lucky, yang tentunya juga sudah marah kepada Gibran.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Cose


"Tapi Lucky, Aku hanya minta satu hal, padamu, tolonglah jangan gegabah" pinta Kartel.


"Kau tenang saja, Aku sudah meyiapkan sebuh rencana, untuk Gibran" ungkapnya


***


Sedangkan di sisi, lain tepatnya di sebuh hotel Hiltey Sydney, yang di mana Gibran, masih saja menunggu kedatangan Zekay dan juga Bimo.


Yang di mana juga, Bimo dan Zekay, sudah membawa sebuah cctv, yang akan di kasihkan kepada Gibran.


Tingnong!

__ADS_1


Ckrek!


"Masuk"


Gibran, yang masih saja menatap Zekay dan juga Bimo, yang sudah duduk di hadapannya. "Zekay, Bimo, cepat katakan!"


"Baiklah Tuan, tapi sepertinya Saya akan langung saja, untuk memperlihatkan sebuah cctv ini" ungkap Zekay


Tak menunggu lama, Zekay, sudah memperlihatkan semuanya, Gibran pun sungguh kesal, karena bener saja, jika yang menjebaknya itu adalah Lucky, Kaka tiri Gibran.


"Sialan" emosi Gibran, kini dia sudah meninggi di saat melihat sebuh rekaman Cctv.


"Maaf Tuan Muda, Gibran, apakah kita akan membalas semua ini kepada Lucky?" Tanya Zekay


"Tentu saja, iya, Aku tidak bisa diam saja, karena perbuatan Lucky, sungguh keterlaluan" hardiknya.


"Lalu, apa rencana Tuan Muda, saat ini untuk membalas semua ini, Tuan?" Tanya Bimo


Heh, kini Gibran langsung bangun dari duduknya. "Zekay, Bimo, Aku hanya memintamu, untuk memberi pelajaran kepada Lucky, dan satu lagi, kumpulkan pasukan, karena Aku sungguh yakin jika Lucky, malam ini berada di sebuh geng gangster miliknya"


"Hanya itu saja?" Tanya Zekay lagi


"Kemarilah, biar Aku memberitahukan mu" pinta Gibran


Zekay, yang masih duduk kini dia bangun dan juga kini sudah berdiri di hadapan Gibran. "Apa?"


Gibran pun tidak mau, buang-buang waktu, yang di mana dia kini sudah membisikan rencananya untuk Gibran.


***

__ADS_1



__ADS_2